WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER

Jurnal Farmasi SYIFAJurnal Farmasi SYIFA

Kualitas pelayanan kefarmasian apotek dapat dikatakan bermutu dapat dilihat dari faktor kepuasan pengunjung untuk mempelajari respon pengunjung terhadap mutu pelayanan yang diterima, kebutuhan dan harapan pengunjung dan meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Pemenang Farma Kabupaten Lombok Utara dan hubungan demografi terhadap tingkat kepuasan pengunjung. Penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan menggunakan kuesioner. Perhitungan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian dari 110 responden yang mengisi kuesioner, didapatkan hasil pada dimensi bukti langsung hasil kepuasan pengunjung adalah 80,45% merupakan kategori puas, dimensi kehandalan 79,63% kategori puas, dimensi ketanggapan 84,82% kategori sangat puas, dimensi jaminan 85,3% kategori sangat puas dan dimensi empati 87,61% kategori sangat puas. Hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan (p>0,05) antara demografi pengunjung (jenis kelamin dan usia) dan ada hubungan (p<0,05) antara demografi pekerjaan pengunjung apotek dengan tingkat kepuasan. Tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Pemenang Farma Kabupaten Lombok Utara adalah sangat puas dan hanya pada demografi pekerjaan yang memiliki hubungan dengan tingkat kepuasan pengunjung.

Penelitian menemukan bahwa tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Pemenang Farma diukur dengan lima dimensi, dimana dimensi empati memiliki persentase kepuasan tertinggi dan dimensi kehandalan terendah.Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara demografi pekerjaan pengunjung dengan tingkat kepuasan, sementara jenis kelamin dan usia tidak berpengaruh.Secara keseluruhan, pengunjung menunjukkan kepuasan yang sangat tinggi terhadap layanan kefarmasian di apotek tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh tingkat pendidikan pengunjung terhadap persepsi kualitas layanan kefarmasian, sehingga dapat mengidentifikasi kebutuhan edukasi khusus bagi kelompok dengan tingkat pendidikan rendah; Selanjutnya, peneliti dapat melakukan studi longitudinal untuk menilai perubahan tingkat kepuasan pengunjung seiring perubahan kebijakan atau program peningkatan layanan di apotek, guna memahami dinamika kepuasan dalam jangka panjang; Akhirnya, penelitian kualitatif mendalam dengan wawancara fokus grup dapat menggali faktor-faktor psikologis dan budaya yang mempengaruhi dimensi kehandalan, sehingga strategi perbaikan dapat dirancang lebih tepat sasaran.

Read online
File size304.68 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test