UMBARRUUMBARRU

JELITAJELITA

Periode yang paling tepat untuk belajar bahasa baru dianggap sebagai masa awal masa kanak-kanak, ketika anak-anak dapat belajar bahasa dengan mudah dan naluriah tanpa, misalnya, harus melalui buku teks yang membosankan. Tujuan tinjauan ini adalah untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang bertujuan untuk mendukung akuisisi bahasa asing dengan memanfaatkan studi empiris sebelumnya. Hasilnya menunjukkan bahwa perkembangan keterampilan bahasa anak sangat meningkat ketika proses pembelajaran dibuat menyenangkan melalui aktivitas bermain, bernyanyi, dan menceritakan cerita. Pendekatan terstruktur seperti Total Physical Response (TPR), pendidikan bilingual, dan bahkan partisipasi aktif orang tua di lingkungan bahasa rumah telah dicatat untuk mendukung pembelajaran bahasa juga. Mendukung pembelajar dan guru masa kanak-kanak dengan kreativitas dan instruksi fleksibel yang disesuaikan dengan karakteristik pertumbuhan cepat anak-anak menghasilkan akuisisi bahasa yang efektif, sehingga muncul sebagai pilar kunci dalam prinsip-prinsip panduan menuju kesuksesan penguasaan bahasa. Tinjauan ini menunjukkan bahwa instruksi yang dirancang khusus untuk pembelajar di tahun-tahun awal mereka meningkatkan efektivitas pengajaran yang menghasilkan hasil yang lebih baik, sedangkan penggunaan strategi yang aktif, langsung, dan menyenangkan menghasilkan hasil yang lebih baik dalam menguasai bahasa.

Tinjauan studi tentang pembelajaran bahasa asing untuk pembelajar muda dalam konteks usia mereka menunjukkan bahwa tingkat penguasaan bahasa asing sangat bergantung pada strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pembelajar.Strategi yang relevan termasuk teknik aktif dan menyenangkan seperti bermain, bernyanyi, media visual, dan bahkan menari.Para penulis juga mencatat pentingnya guru mengembangkan rencana pelajaran yang kreatif dan terbuka secara inovatif untuk setiap pelajaran bahasa asing sebagai faktor motivasi paling kuat selama seluruh latihan pengajaran dan pembelajaran bahasa asing.Selain itu, pendekatan bilingual - menggunakan bahasa ibu dan bahasa asing secara bersamaan - memungkinkan anak-anak menguasai dua bahasa tanpa mengganggu keterampilan bahasa ibu atau regional mereka.Penerapan Total Physical Response (TPR), cerita, dan lagu membantu anak-anak dalam retensi, pengingat, pengucapan, dan pengenalan kosa kata.Keterlibatan orang tua di rumah sama pentingnya dalam mempercepat akuisisi bahasa asing, yang menunjukkan nilai lingkungan pendukung yang efektif di luar kelas.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut strategi-strategi yang efektif dalam pembelajaran bahasa asing bagi anak-anak usia dini. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik, seperti penggunaan media visual, permainan, dan musik. Selain itu, penting untuk menyelidiki peran orang tua dalam mendukung pembelajaran bahasa asing di rumah dan bagaimana hal itu dapat diintegrasikan dengan strategi pembelajaran di kelas. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan bilingual dalam pembelajaran bahasa asing dan bagaimana hal itu dapat diterapkan secara optimal. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang strategi-strategi terbaik dalam pembelajaran bahasa asing bagi anak-anak usia dini, serta peran orang tua dan lingkungan pendukung dalam proses pembelajaran.

Read online
File size191 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test