STAI MUSADDADIYAHSTAI MUSADDADIYAH

Jurnal Hukum Ekonomi SyariahJurnal Hukum Ekonomi Syariah

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial yang disalurkan secara non tunai dari pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui prosedur akun elektronik yang hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di E-Warong dalam setiap bulannya. Namun, masih ada pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang belum tepat sasaran, yang merupakan masalah yang perlu diteliti. Penelitian ini mengkaji kebijakan kategori penerima BPNT dan perspektif kategori BPNT dalam Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari penelitian kepustakaan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori penerima BPNT adalah mereka yang tergolong fakir dan miskin. Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, penyaluran BPNT masih kurang efektif karena program bantuan ini masih kurang tepat sasaran dan masih ada masyarakat penerima BPNT yang tidak jujur kepada pemerintah mengenai kemampuan ekonominya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kategori penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah mereka yang tergolong fakir dan miskin, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah dan data terpadu kesejahteraan sosial.Namun, dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, implementasi penyaluran BPNT belum sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip keadilan, kejujuran, dan kifayah.Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan dalam penentuan kategori penerima dan pengawasan pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas mekanisme verifikasi dan validasi data penerima BPNT untuk memastikan ketepatan sasaran, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan akurasi data. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji dampak program BPNT terhadap perubahan perilaku ekonomi masyarakat penerima, seperti peningkatan konsumsi pangan bergizi dan partisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana prinsip-prinsip ekonomi syariah, seperti zakat dan wakaf, dapat diintegrasikan ke dalam program BPNT untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyaluran bantuan serta memberdayakan masyarakat penerima secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam perbaikan kebijakan dan pelaksanaan program bantuan sosial di Indonesia, sehingga dapat mencapai tujuan utama yaitu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Read online
File size648.83 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test