RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA

International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)

Kebijakan Pendidikan Nasional (NEP) 2020 menandai perubahan transformatif menuju pendidikan yang holistik, pengalaman, dan berbasis budaya di India. Kebijakan tersebut secara eksplisit mendorong integrasi permainan tradisional dan pribumi ke dalam kurikulum sekolah serta pendidikan tinggi untuk meningkatkan kebugaran fisik, pertumbuhan kognitif, keterampilan sosial, kerja tim, identitas budaya, serta kesehatan dan kesejahteraan seumur hidup. Penelitian ini mengkaji kesesuaian permainan tradisional dengan pilar utama NEP 2020, termasuk pembelajaran berbasis olahraga, Sistem Pengetahuan India (IKS), dan pedagogi multimodal, serta mengidentifikasi manfaat multifaset, tantangan implementasi, dan model integrasi praktis di berbagai jenjang pendidikan.

Studi campuran di Jammu dan Kashmir menunjukkan bahwa permainan tradisional selaras dengan tujuan NEP 2020 dan memberikan manfaat signifikan bagi kebugaran fisik, identitas budaya, serta perkembangan kognitif‑sosial, namun penerapannya terhambat oleh kendala musiman, infrastruktur, dan kurangnya pelatihan guru.Mayoritas pemangku kepentingan menyetujui bahwa permainan khas daerah dapat memperkaya kurikulum, tetapi diperlukan dukungan kebijakan yang menstandarisasi pelaksanaan, termasuk workshop guru, keterlibatan komunitas, dan regulasi yang mewajibkan tiap sekolah memiliki tiga hingga lima permainan lokal.Dengan intervensi terarah, permainan tradisional dapat menjadi jembatan antara warisan budaya dan pendidikan modern, khususnya di wilayah dengan keragaman iklim dan etnis yang tinggi.

Penelitian lanjutan dapat melakukan studi longitudinal yang menelusuri pengaruh jangka panjang integrasi permainan tradisional terhadap prestasi akademik, kesehatan fisik, serta penguatan identitas budaya siswa dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, dengan melibatkan sampel multiregional untuk menggeneralisasi temuan. Selain itu, diperlukan pengembangan dan pengujian prototipe adaptasi permainan indoor berbiaya rendah yang dapat mengatasi kendala musim dingin atau cuaca ekstrem di wilayah pegunungan, dimana efektivitasnya diukur melalui peningkatan partisipasi, motivasi belajar, dan perkembangan motorik siswa. Selanjutnya, sebuah program pelatihan guru berbasis modul NEP 2020 yang menekankan metodologi pembelajaran berbasis permainan harus diterapkan secara percobaan di sejumlah sekolah, dengan evaluasi komparatif terhadap kesiapan guru, kualitas pengajaran, serta persepsi dan keterlibatan siswa sebelum dan sesudah pelatihan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran komunitas lokal dalam mendukung integrasi permainan tradisional, misalnya melalui kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan pakar budaya untuk menciptakan kegiatan ekstrakurikuler yang berkelanjutan dan relevan secara sosial. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, studi-studi tersebut diharapkan memberikan bukti empiris yang kuat bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan regulasi standar yang mewajibkan setiap sekolah memiliki minimal tiga hingga lima permainan tradisional sebagai bagian integral kurikulum.

  1. Using thematic analysis in psychology: Qualitative Research in Psychology: Vol 3, No 2. thematic analysis... doi.org/10.1191/1478088706qp063oaUsing thematic analysis in psychology Qualitative Research in Psychology Vol 3 No 2 thematic analysis doi 10 1191 1478088706qp063oa
Read online
File size217.91 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test