KWIKKIANGIEKWIKKIANGIE
Jurnal Ekonomi PerusahaanJurnal Ekonomi PerusahaanManajemen sumber daya manusia modern telah menyaksikan keseimbangan kerja-hidup (WLB) sebagai perhatian strategis yang penting, terutama bagi karyawan Generasi Z yang memasuki lingkungan kerja yang terus berkembang. Perkembangan digitalisasi, harapan produktivitas yang meningkat, dan aspirasi individu untuk kesejahteraan telah meningkatkan relevansi pemeriksaan WLB. Studi ini menyelidiki bagaimana dimensi teknologi dan psikologis mempengaruhi WLB dan mengeksplorasi fungsi mediasi faktor eksternal dalam hubungan tersebut. Dengan menggunakan metodologi kuantitatif yang berlandaskan pada analisis Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squares (SEM-PLS), yang dilengkapi dengan wawasan kualitatif yang diambil dari pengalaman tempat kerja Gen Z di berbagai perusahaan Indonesia. Temuan mengungkapkan bahwa variabel psikologis memiliki dampak terkuat pada WLB, baik secara langsung maupun melalui faktor mediasi eksternal. Sebaliknya, aspek teknologi memiliki efek langsung yang terbatas dan menunjukkan mediasi yang tidak signifikan. Keunikan studi ini terletak pada konsep kondisi eksternal seperti jaringan dukungan sosial dan budaya organisasi adaptif sebagai perantara yang menghubungkan pengaruh teknologi dan psikologis pada WLB, sebuah perspektif yang jarang dieksplorasi di antara tenaga kerja muda Indonesia. Hasilnya menekankan pentingnya strategi yang berorientasi psikososial dalam mengatasi tantangan WLB di era digital.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa WLB di antara Generasi Z sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis dan faktor eksternal, dengan pengaruh dominan berasal dari kondisi psikologis individu.Faktor eksternal memainkan peran mediasi parsial yang signifikan, sedangkan teknologi hanya memberikan pengaruh langsung yang lemah dan tidak terbukti sebagai mediator atau moderator dalam hubungan tersebut.Integrasi data kuantitatif dan narasi kualitatif dari responden memperkuat bahwa keterlibatan sosial, atmosfer kerja yang mendukung, dan motivasi pribadi serta ketahanan psikologis adalah pilar utama dalam menjaga WLB Generasi Z.Oleh karena itu, strategi organisasi di masa depan harus menyeimbangkan transformasi digital dengan penguatan aspek psikologis dan sosial, untuk merespons kebutuhan generasi muda yang kompleks dan dinamis.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam memediasi hubungan antara faktor psikologis dan WLB, terutama di kalangan Generasi Z di Indonesia. Kedua, penelitian kualitatif yang mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan perspektif individu dalam mencapai keseimbangan kerja-hidup yang optimal. Ketiga, studi komparatif antara Generasi Z dan generasi sebelumnya dapat dilakukan untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam hal WLB. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi WLB di kalangan Generasi Z dan membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mendukung kesejahteraan mereka di tempat kerja.
- The Relationship between Job Insecurity and Psychological Well-Being among Malaysian Precarious Workers:... doi.org/10.3390/ijerph20032758The Relationship between Job Insecurity and Psychological Well Being among Malaysian Precarious Workers doi 10 3390 ijerph20032758
- Validate User. validate user sorry experiencing unusual traffic time please help us confirm robot take... doi.org/10.1108/QROM-09-2019-1825Validate User validate user sorry experiencing unusual traffic time please help us confirm robot take doi 10 1108 QROM 09 2019 1825
- How Toxic Workplace Environment Effects the Employee Engagement: The Mediating Role of Organizational... doi.org/10.3390/ijerph18052294How Toxic Workplace Environment Effects the Employee Engagement The Mediating Role of Organizational doi 10 3390 ijerph18052294
| File size | 579.9 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Penelitian ini bertujuan menganalisis peran PMBG dalam meningkatkan status gizi masyarakat, mendorong pengembangan sumber daya manusia, serta mewujudkanPenelitian ini bertujuan menganalisis peran PMBG dalam meningkatkan status gizi masyarakat, mendorong pengembangan sumber daya manusia, serta mewujudkan
IJBLEIJBLE Keseimbangan kerja‑hidup secara langsung meningkatkan kinerja pegawai dan juga melakukannya secara tidak langsung melalui peningkatan kepuasan kerja,Keseimbangan kerja‑hidup secara langsung meningkatkan kinerja pegawai dan juga melakukannya secara tidak langsung melalui peningkatan kepuasan kerja,
KOMPETIFKOMPETIF This study aims to analyze the influence of competence, organizational culture, and work life balance on work motivation among employees at PT. BPR BankThis study aims to analyze the influence of competence, organizational culture, and work life balance on work motivation among employees at PT. BPR Bank
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN For sampling, the researcher employed purposive sampling, resulting in a sample of 120 respondents who met the criteria. Data collection was conductedFor sampling, the researcher employed purposive sampling, resulting in a sample of 120 respondents who met the criteria. Data collection was conducted
STIESTEKOMSTIESTEKOM namun, Kepuasan Kerja terbukti memediasi hubungan antara Workload dan produktivitas. Kesimpulannya, QWL berperan dominan dalam meningkatkan produktivitasnamun, Kepuasan Kerja terbukti memediasi hubungan antara Workload dan produktivitas. Kesimpulannya, QWL berperan dominan dalam meningkatkan produktivitas
LAAROIBALAAROIBA Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini menambahkan variabel Work-Life Balance sebagai variabel moderasi karena faktor eksternal dari KnowledgeBerbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini menambahkan variabel Work-Life Balance sebagai variabel moderasi karena faktor eksternal dari Knowledge
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Kuesioner yang terkumpul sebanyak 150 responden dan untuk menguji model penelitian, studi ini menggunakan SEM Lisrel. Hasil yang diperoleh menunjukkanKuesioner yang terkumpul sebanyak 150 responden dan untuk menguji model penelitian, studi ini menggunakan SEM Lisrel. Hasil yang diperoleh menunjukkan
UNTAG SMDUNTAG SMD Penelitian ini menemukan bahwa keseimbangan kerja keluarga dapat terwujud karena waktu ditempat kerja yang fleksibel, bantuan keluarga, makna kerja, maknaPenelitian ini menemukan bahwa keseimbangan kerja keluarga dapat terwujud karena waktu ditempat kerja yang fleksibel, bantuan keluarga, makna kerja, makna
Useful /
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemasaran berdasarkan pengalaman terbukti meningkatkan kepuasan pelanggan, harga yang dirasakan terbukti meningkatkanPenelitian ini menyimpulkan bahwa pemasaran berdasarkan pengalaman terbukti meningkatkan kepuasan pelanggan, harga yang dirasakan terbukti meningkatkan
LAAROIBALAAROIBA Hasilnya R2 didapakan 0,571. Dimana artinya 57,1% variabel profesi bisa menjelaskan variabel persepsi serta motivasi dan tersisa 42,9%, menjelaskan variableHasilnya R2 didapakan 0,571. Dimana artinya 57,1% variabel profesi bisa menjelaskan variabel persepsi serta motivasi dan tersisa 42,9%, menjelaskan variable
LAAROIBALAAROIBA Konsep collaborative governance menjelaskan bahwa pada dasarnya kebutuhan untuk berkolaborasi muncul dari adanya hubungan saling ketergantungan antar pihak.Konsep collaborative governance menjelaskan bahwa pada dasarnya kebutuhan untuk berkolaborasi muncul dari adanya hubungan saling ketergantungan antar pihak.
LAAROIBALAAROIBA Peneliti percaya bahwa kesehatan mental dapat memiliki hubungan positif dan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan karena kesehatan mental, yangPeneliti percaya bahwa kesehatan mental dapat memiliki hubungan positif dan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan karena kesehatan mental, yang