UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG

FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan PengajarannyaFRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

Penelitian ini bertujuan untuk meng. Rumusan masalah penelitian difokuskan pada empat aspek, yaitu: kelengkapan dan kesesuaian komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kejelasan indikator keterampilan berbicara, variasi skenario role play, serta instrumen penilaian yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru Bahasa Indonesia dan dokumen RPP, serta partisipan siswa kelas VIII. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP pembelajaran berbicara dengan teknik role play di SMPN 14 Kabupaten Sorong sudah lengkap secara administratif, tetapi indikator keterampilan berbicara masih bersifat umum dan kurang terukur, skenario role play terbatas pada tema tertentu sehingga belum sepenuhnya kontekstual, serta instrumen penilaian cenderung menitikberatkan pada aspek kebahasaan dan belum menyentuh aspek nonkebahasaan seperti ekspresi dan intonasi. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas perencanaan pembelajaran berbicara dengan teknik role play perlu ditingkatkan melalui perumusan indikator yang lebih spesifik, penyusunan skenario yang variatif dan dekat dengan konteks kehidupan siswa, serta pengembangan instrumen penilaian yang lebih komprehensif.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran berbicara dengan teknik role play di kelas VIII SMPN 14 Kabupaten Sorong telah memenuhi kelengkapan administratif, namun masih terdapat kelemahan dalam hal kejelasan indikator, variasi skenario, dan komprehensifitas instrumen penilaian.Meskipun demikian, pelaksanaan role play tetap mampu meningkatkan motivasi dan keberanian siswa dalam berbicara.Oleh karena itu, kualitas perencanaan pembelajaran perlu ditingkatkan agar teknik role play dapat lebih efektif dalam mengembangkan keterampilan berbicara siswa.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai pengembangan model skenario role play yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa di daerah Papua, dengan mempertimbangkan keragaman budaya dan bahasa lokal. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan instrumen penilaian keterampilan berbicara yang lebih komprehensif, yang tidak hanya mengukur aspek kebahasaan tetapi juga aspek nonkebahasaan seperti intonasi, ekspresi wajah, dan keberanian berbicara. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas model pelatihan guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbicara berbasis role play, dengan tujuan meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran di sekolah-sekolah di daerah terpencil seperti Kabupaten Sorong. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbicara dan mempersiapkan siswa untuk berkomunikasi secara efektif dalam berbagai situasi.

Read online
File size336.43 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test