GOVERNMENTJOURNALGOVERNMENTJOURNAL

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik DaerahJurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah

Persahabatan Indonesia dengan Rusia telah ada selama lebih dari tujuh dekade. Sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar kedua di dunia, Rusia selalu bersedia membantu Indonesia dalam mewujudkan pertahanan dan keamanan negara. Artikel ini bertujuan untuk meninjau hubungan kerjasama Indonesia dengan Rusia, khususnya dalam bidang pertahanan. Dengan menggunakan metode studi literatur, dihasilkan pemahaman bahwa untuk mewujudkan kemandirian peralatan pertahanan, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan kerjasama pertahanan dengan pemerintah Rusia. Setidaknya ada beberapa alasan di balik hal ini. Pertama, secara historis, hubungan Indonesia dengan Rusia sangat dekat. Rusia memposisikan Indonesia sebagai mitra strategis. Kondisi ini memungkinkan Rusia untuk tidak dengan mudah memberlakukan embargo senjata dan suku cadang senjata ke Indonesia. Kedua, dari perspektif ekonomi, harga senjata yang dijual oleh Rusia relatif lebih murah dengan kualitas dan keandalan yang sama, bahkan lebih baik daripada senjata dari produsen negara lain. Dan ketiga, ada komitmen Rusia untuk mentransfer teknologi untuk mendukung kemandirian peralatan pertahanan Indonesia.

Kemandirian peralatan pertahanan adalah sesuatu yang harus dimiliki Indonesia sebagai negara besar dengan sumber daya melimpah.Batasan ilmu dan teknologi senjata dapat diatasi dengan skema reciprocitas perdagangan dalam setiap pembelian senjata dengan negara produsen.Artinya, Indonesia harus memiliki target yang jelas untuk menghentikan impor peralatan pertahanan, terutama dengan negara produsen yang tidak ingin mentransfer teknologi dalam pembelian senjata.Dengan kata lain, Indonesia harus meningkatkan kerjasama pertahanan dengan pemerintah Rusia.Ada beberapa alasan penting untuk hal ini.Pertama, secara historis, persahabatan Indonesia dengan Rusia telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade, selama itu kedua negara telah memposisikan diri sebagai mitra strategis.Hal ini menandai hubungan yang setara, sehingga Rusia tidak akan dengan mudah memberlakukan sanksi embargo senjata dan suku cadang ke Indonesia.Pola hubungan ini tidak dapat ditemukan dalam kerjasama pertahanan dengan Amerika Serikat, di mana Paman Sam selalu memposisikan diri sebagai superior terhadap negara lain.Kedua, dari perspektif ekonomi, peralatan pertahanan Rusia yang dijual relatif lebih murah dengan kualitas dan keandalan yang sama, bahkan lebih baik daripada produk serupa yang dijual oleh negara produsen lainnya.Dan ketiga, Rusia memiliki komitmen kuat untuk mendukung Indonesia dalam mewujudkan kemandirian peralatan pertahanan, dan mendorong industri pertahanan Indonesia untuk memproduksi peralatan pertahanan untuk memenuhi kebutuhan domestik.Hal ini tidak hanya terlihat dari kesediaan Rusia untuk mentransfer teknologi dalam setiap pembelian peralatan pertahanan dari negara Beruang Merah, tetapi juga kesediaan Rusia untuk melakukan penelitian dan pengembangan senjata dengan Indonesia.Hal ini memungkinkan Indonesia untuk mengembangkan dan berinovasi dalam produksi peralatan pertahanannya.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan:. . 1. Mengkaji lebih lanjut tentang dampak kerjasama pertahanan Indonesia-Rusia terhadap kemandirian industri pertahanan Indonesia. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kerjasama dengan Rusia dapat membantu Indonesia dalam mengembangkan kemampuan produksi peralatan pertahanan domestik, termasuk teknologi dan inovasi yang diperlukan.. . 2. Meneliti dan menganalisis bagaimana dinamika hubungan antara Indonesia dan Rusia dalam konteks geopolitik global, terutama dalam hal aliansi militer dan kebijakan luar negeri. Penelitian ini dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia dalam menjaga hubungan kerjasama dengan Rusia, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.. . 3. Melakukan studi komparatif tentang kerjasama pertahanan Indonesia dengan negara-negara lain, seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Penelitian ini dapat membandingkan aspek-aspek seperti harga, kualitas, dan transfer teknologi dalam kerjasama pertahanan dengan berbagai negara, serta menganalisis implikasi politik dan ekonomi dari setiap kerjasama tersebut.

Read online
File size855.41 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test