GOVERNMENTJOURNALGOVERNMENTJOURNAL

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik DaerahJurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah

Manajemen risiko menjadi studi yang penting setelah Krisis Keuangan 2008. Oleh karena itu, penelitian dan perbaikan Model Prediksi Kebangkrutan sebagai alat penilaian risiko adalah suatu keharusan. Artikel ini akan membantu penelitian saat ini dan mendatang di bidang terkait dalam memilih variabel dan metodologi terbaik yang dapat membantu penilaian ulang dan perbaikan studi prediksi kebangkrutan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan model asosiatif komparatif dengan analisis inferensial non-parametrik. Untuk mencapai tujuan, studi ini melibatkan empat model prediksi kebangkrutan yang dua di antaranya adalah model yang umum dikenal (Springate dan Zmijewski) dan dua lainnya adalah model yang dibuat secara lokal dengan menggunakan data dari Indonesia. Hasil analisis data dari 1.860 sampel menunjukkan bahwa model prediksi kebangkrutan yang dibuat secara lokal atau lebih tepatnya Model Herlina adalah model dengan kinerja terbaik karena dengan menggunakan data yang sesuai untuk iklim ekonomi dan keuangan tertentu, model prediksi kebangkrutan dapat mencapai hasil yang lebih baik daripada model yang umum dikenal.

Artikel ini terutama untuk memeriksa seberapa baik model domestik dibandingkan dengan model prediksi kebangkrutan yang umum dikenal.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan menggunakan data yang sesuai untuk iklim ekonomi dan keuangan tertentu, model prediksi kebangkrutan dapat mencapai hasil yang lebih baik daripada model yang umum dikenal.Model Herlina yang mencapai hasil terbaik tampaknya membuktikan pernyataannya.Selain itu, dengan melihat kinerja Model Springate, peneliti dapat menyimpulkan betapa pentingnya memperbarui dan memperkirakan kembali koefisien dalam model dengan menggunakan data terbaru.Studi ini juga memiliki kesimpulan yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Rybárová, Majdúchová, Tetka, dan Luščíková (2021), serta Charalambakis dan Garrett (2016) jika tidak mempertimbangkan aspek AUC.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melibatkan metodologi yang lebih luas yang juga mencakup reformulasi model formula dan estimasi ulang model koefisien dengan data periode waktu yang lebih luas untuk mencapai hasil yang lebih pasti. Selain itu, penting untuk secara teratur memperbarui dan mereformulasi model prediksi kebangkrutan untuk mencerminkan kondisi ekonomi dan regulasi saat ini, yang penting untuk mempertahankan relevansi dan efektivitas model dalam memprediksi kesulitan keuangan. Terakhir, penelitian masa depan dapat mempertimbangkan dampak kebijakan publik pada model prediksi kebangkrutan, termasuk kerangka regulasi, kondisi ekonomi, mekanisme dukungan, ketersediaan dan kualitas data, serta faktor-faktor budaya dan sosial.

  1. Between Domestic and Commonly Known Bankruptcy Prediction Models, How Differ It Can Be? | Jurnal Ilmu... governmentjournal.org/index.php/jip/article/view/323Between Domestic and Commonly Known Bankruptcy Prediction Models How Differ It Can Be Jurnal Ilmu governmentjournal index php jip article view 323
Read online
File size969.95 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test