UM SURABAYAUM SURABAYA

Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraStilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra

Media massa menyajikan informasi dari sudut pandang penulis, sehingga cenderung menimbulkan persepsi yang berbeda dari pembaca. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk ketransitifan dalam wacana berita Tragedi Kanjuruhan dari tiga media massa online. Metode yang digunakan, yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis wacana tentang ketransitifan dari Halliday. Data penelitian ini bersumber dari tiga media massa, yaitu Kompas, Detiknews, dan Tempo. Analisis data menggunakan model ketransitifan dari teori Linguistik Sistemik Fungsional. Dari hasil penelitian ditemukan jenis proses, yaitu material, perilaku, mental, dan relasional. Pada berita “Kontras Temukan Kejanggalan Tragedi Kanjuruhan: Aparat Dimobilisasi Pertengahan Babak Ke-dua ditemukan 6 proses material, 5 proses perilaku, dan 1 proses mental. Berita “4 Hal Temuan Terkini TGIPF di Tragedi Kanjuruhan ditemukan 14 proses material, 6 proses perilaku, 1 proses mental, dan 5 proses relasional. Pada berita “8 Fakta Temuan Polri dalam Tragedi Kanjuruhan Malang ditemukan 4 proses material, 14 proses perilaku, dan 1 proses relasional. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penyajian berita, penulis lebih dominan menggunakan proses material dan perilaku untuk membangun narasi kepada pembaca sedangkan sirkumstan yang ditemukan menunjukkan tempat, waktu, penyerta, penyebab, dan masalah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penulis berita cenderung menggunakan proses material dan perilaku untuk membangun narasi terkait Tragedi Kanjuruhan.Analisis ketransitifan mengungkapkan bagaimana penulis memposisikan pelaku dan peristiwa dalam berita.Temuan ini mengindikasikan pentingnya memahami sudut pandang penulis dalam menginterpretasikan informasi yang disajikan oleh media massa.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan sistem transitivitas dalam pemberitaan Tragedi Kanjuruhan di berbagai media massa dengan ideologi politik yang berbeda, untuk melihat bagaimana framing berita dapat memengaruhi persepsi publik. Selain itu, studi lebih mendalam dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana penggunaan proses mental dan relasional dalam berita memengaruhi pembentukan emosi dan opini pembaca terhadap peristiwa tersebut. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada analisis sirkumstan yang digunakan dalam berita, untuk mengidentifikasi bagaimana penulis menekankan aspek-aspek tertentu dari tragedi tersebut, seperti waktu, tempat, atau penyebab, dan bagaimana hal ini memengaruhi interpretasi pembaca terhadap peristiwa tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana bahasa digunakan untuk merepresentasikan peristiwa tragis dan membentuk opini publik.

  1. Sistem Transitivitas dalam Wacana Berita Tragedi Kanjuruhan Malang | Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa... doi.org/10.30651/st.v16i2.16184Sistem Transitivitas dalam Wacana Berita Tragedi Kanjuruhan Malang Stilistika Jurnal Pendidikan Bahasa doi 10 30651 st v16i2 16184
  2. Vol 14 No 1 (2021) | Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. vol stilistika jurnal pendidikan... doi.org/10.30651/st.v14i1Vol 14 No 1 2021 Stilistika Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra vol stilistika jurnal pendidikan doi 10 30651 st v14i1
  3. PENGGUNAAN GRAMATIKA DALAM WACANA POLITIK: STUDI REPRESENTASI BAHASA SEBAGAI SISTEM MAKNA SOSIAL DAN... journal.uny.ac.id/index.php/diksi/article/view/6609PENGGUNAAN GRAMATIKA DALAM WACANA POLITIK STUDI REPRESENTASI BAHASA SEBAGAI SISTEM MAKNA SOSIAL DAN journal uny ac index php diksi article view 6609
Read online
File size268.07 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test