UM SURABAYAUM SURABAYA

Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraStilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra

Terdapat berbagai cerita rakyat atau folklor yang memuat nilai kearifan (lokal) budaya suatu daerah. Cerita rakyat mempunyai ragam arti dalam menciptakan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manfaat cerita rakyat sebagai salah satu bentuk pembentukan karakter. Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitiannya berupa dokumen cerita rakyat Batu Balai, serta wawancara dengan informan yang kemudian ditranskip dalam bentuk narasi. Analisis interaktif digunakan untuk menganalisis data, yang divalidasi menggunakan metode triangulasi dan evaluasi informan. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan, telah ditemui tujuh karakter yang muncul dari cerita. Karakter yang adalah mandiri, kerja keras, sabar, komitmen, gotong royong, jujur, dan sopan. Nilai yang paling mendominasi dari ketujuh nilai tersebut adalah nilai kerja keras dan gotong royong. Tentu hal tersebut terlihat dari perilaku atau sikap para tokoh dalam cerita. Terutama tokoh utama yang mencoba untuk membantu perekonomian ibunya. Hal tersebut perlu diimplementasikan, karena saat ini era digitalisasi yang membuat anak-anak sibuk dengan gawainya.

Berdasarkan analisis, terdapat tujuh nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat Batu Balai yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk mendidik generasi muda agar bersikap dan bertutur.Perilaku yang tercermin dari tokoh utama dan tokoh-tokoh lainnya dalam membantu orang tua dapat membuka wawasan seseorang.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pemahaman pembaca dalam mendefinisikan karya sastra dalam membentuk karakter berbasis kearifan lokal dalam cerita rakyat.Pemanfaatan cerita rakyat sebagai landasan pembentukan pendidikan karakter juga merupakan upaya melestarikan budaya suatu daerah.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat Batu Balai dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal di sekolah-sekolah dasar di Bangka Belitung. Hal ini penting untuk memastikan bahwa generasi muda tidak kehilangan identitas budaya mereka di tengah arus globalisasi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi cerita rakyat lain dari berbagai daerah di Indonesia yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan zaman saat ini. Dengan demikian, dapat dihasilkan beragam sumber belajar yang kaya akan kearifan lokal. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis cerita rakyat yang menarik bagi anak-anak, seperti animasi atau permainan edukatif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar anak-anak dan memfasilitasi pemahaman mereka terhadap nilai-nilai kearifan lokal secara lebih efektif. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat tercipta sistem pendidikan yang tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan budaya yang kuat, sehingga mereka dapat menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia dan berjiwa nasionalis.

  1. Analisis Makna Nyanyian Tradisi Diadi Dialek Daya Desa Gedung Wani Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan... doi.org/10.30651/st.v15i2.12763Analisis Makna Nyanyian Tradisi Diadi Dialek Daya Desa Gedung Wani Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan doi 10 30651 st v15i2 12763
Read online
File size273.66 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test