LEMBAGA KITALEMBAGA KITA

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN)Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN)

Strategi/metode pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah pembelajaran. Kesalahan dalam pememilihan strategi/metode pembelajaran dapat menjadi penghambat jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM). Bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat ditekankan di pondok pesantren Darusy Syahadah. Kemampuan bahasa Arab bagi seorang santri ibarat sebuah senjata yang akan mereka gunakan dalam pertempuran mencari dan mendalami ilmu-ilmu syari. Namun dalam perjalanannya ditemukan beberapa problematika dalam pembelajaran bahasa Arab, diantaranya yaitu munculnya rasa kantuk dan bosan yang menimpa siswa saat mengikuti pembelajaran bahasa Arab. Dengan persoalan tersebut maka perlu adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini guna menciptakan suasana belajar yang lebih kreatif dan menarik bagi siswa. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ialah untuk melakukan pendampingan dalam pengaplikasian metode Musābaqah Biṭāqah Mukhtaliṭul Kalimah dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi empat tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan evaluasi, dan terakhir tahap refleksi. Dengan penerapan metode Musābaqah Biṭāqah Mukhtaliṭul Kalimah terbukti dapat meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa yang berimbas pada meningkatnya hasil belajar siswa. Maka pengembangan pada metode Musābaqah Biṭāqah Mukhtaliṭul Kalimah maupun metode pembelajaran active learning lainnya sangat diperlukan agar dapat meningkatkan minat belajar siswa.

Penerapan metode Musābaqah Biṭāqah Mukhtaliṭul Kalimah (MBMK) berhasil meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Arab.Hasil observasi menunjukkan 89% siswa aktif dan 95% lulus evaluasi.Metode ini perlu dikembangkan untuk menjadi metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan bisa dikombinasikan dengan pendekatan active learning lainnya.

Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi penerapan MBMK secara outdoor untuk melibatkan praktik pembelajaran di luar kelas dan membandingkan efektivitasnya dengan metode active learning lainnya. Studi juga bisa fokus pada pengembangan modifikasi MBMK agar sesuai dengan berbagai tingkat kemampuan siswa. Selain itu, penelitian kualitatif tentang pengalaman siswa dalam menggunakan metode ini akan memberikan wawasan lebih mendalam tentang keberlanjutan penerapannya.

Read online
File size1.24 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test