UM SURABAYAUM SURABAYA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraStilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraPenelitian ini berfokus pada serta Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks asli Kakawin Sutasoma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan konsep pluralisme agama yang diajarkan Kakawin Sutasoma dan Bhinneka Tunggal Ika sesuai dengan konteks asli Kakawin Sutasoma. Untuk menemukan , digunakan tiga prinsip pluralisme agama Coward. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan secara diskriptif. Dokumen yang digunakan adalah Kakawin Sutasoma terjemahan Dwi Woro Retno Mastuti dan Hastho Bramantyo yang diterbitkan Komunitas Bambu pada 2009. Penelitian berhasil mengidentifikasi adanya pluralisme agama Siwa-Buddha dalam Kakawin Sutasoma yang bercirikan toleransi dan saling menghormati antaragama, Tuhan dianggap sebagai hakikat tunggal yang berwujud jamak, agama-agama dianggap setara dan semuanya baik sebagai jalan menuju kebenaran, serta pengabsahan Buddha sebagai perwujudan Siwa lebih ditekankan daripada sebaliknya. Penelitian juga mendapati bahwa Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma adalah ungkapan yang mengajarkan pluralisme agama. Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma berbeda dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Kakawin Sutasoma mengandung pluralisme agama yang melibatkan Hindu (Siwa) dan Buddha.Konsep pluralisme agama yang diajarkan Kakawin Sutasoma bercirikan (1) mengajarkan toleransi dan rasa saling menghormati antaragama, (2) Tuhan dianggap sebagai hakikat tunggal yang dapat berwujud jamak, (3) Ajaran agama-agama (Siwa dan Buddha) dianggap setara dan sama-sama mengajarkan kebaikan sehingga dianggap semua agama benar, dan (4) lebih ditekankan pengabsahan Buddha sebagai perwujudan Siwa daripada sebaliknya.Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma juga merupakan ungkapan yang mengajarkan pluralisme agama.Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma secara harfiah artinya sama dengan sebagai semboyan negara, yakni berbeda-beda namun tetap satu jua, sama-sama muncul dalam situasi keragaman, menganjurkan persatuan, dan mengajarkan toleransi.Namun Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma mengajarkan pluralisme agama yang tidak dianjurkan oleh semboyan negara.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih mendalam mengenai ajaran Siwa-Buddha dalam Kakawin Sutasoma, atau meneliti sejauh mana ajaran tersebut memengaruhi masyarakat Majapahit saat itu. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan objek lain dalam Kakawin Sutasoma, sebab masih ada banyak hal menarik yang dapat diteliti dalam Kakawin tersebut. Misalnya, erotisisme yang sangat ditonjolkan dalam Kakawin Sutasoma ketika adegan para dewi turun ke bumi untuk menggoda Sutasoma dan adegan malam pertama Sutasoma dengan Dewi Candrawati. Penelitian juga dapat menelusuri bagaimana konsep dapat diimplementasikan dalam konteks keberagaman masyarakat Indonesia saat ini, dengan fokus pada bagaimana mempromosikan toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan konsep dengan konsep pluralisme agama dalam tradisi keagamaan lain di Indonesia, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pluralisme agama di Indonesia.
| File size | 130.85 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA yang berperan sebagai subjek maupun objek terdominasi yang mengalami berbagai bentuk ketidakadilan gender dalam novel ini dapat menjadi gambaran konkretyang berperan sebagai subjek maupun objek terdominasi yang mengalami berbagai bentuk ketidakadilan gender dalam novel ini dapat menjadi gambaran konkret
IAKN TORAJAIAKN TORAJA Studi ini menunjukkan bahwa konflik bukan hanya hambatan, melainkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter, perluasan misi, dan pengembangan kepemimpinanStudi ini menunjukkan bahwa konflik bukan hanya hambatan, melainkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter, perluasan misi, dan pengembangan kepemimpinan
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam bahasa dan bahasa plesetan pada acara Ini Talkshow di NET TV pada Januari 2015. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam bahasa dan bahasa plesetan pada acara Ini Talkshow di NET TV pada Januari 2015. Penelitian ini menggunakan
UM SURABAYAUM SURABAYA Prosedur penelitian mempunyai empat tahap, yakni tahap membaca, mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis. Analisis data menggunakan metode deskripsi.Prosedur penelitian mempunyai empat tahap, yakni tahap membaca, mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis. Analisis data menggunakan metode deskripsi.
UIN SUKAUIN SUKA Kebutuhan ini telah memotivasi para ulama pesantren untuk menulis tafsir Al-Quran dalam berbagai bahasa di seluruh Indonesia. Karya tafsir Al-Ibrīz liKebutuhan ini telah memotivasi para ulama pesantren untuk menulis tafsir Al-Quran dalam berbagai bahasa di seluruh Indonesia. Karya tafsir Al-Ibrīz li
TAMANLITERATAMANLITERA In contrast, an accommodative attitude becomes a tangible manifestation of tolerance by respecting the cultural and religious diversity around them. OnIn contrast, an accommodative attitude becomes a tangible manifestation of tolerance by respecting the cultural and religious diversity around them. On
ENSIKLOPEDIAKUENSIKLOPEDIAKU Pemerintah harus berkomitmen untuk memperkuat peran regulatoris, fasilitatif, dan protektif dalam membangun sistem hukum yang berpihak pada kelompok usahaPemerintah harus berkomitmen untuk memperkuat peran regulatoris, fasilitatif, dan protektif dalam membangun sistem hukum yang berpihak pada kelompok usaha
ENSIKLOPEDIAKUENSIKLOPEDIAKU Dengan demikian, budaya hukum menjadi elemen krusial yang menentukan apakah sistem hukum dapat benar-benar menjamin keseimbangan antara perlindungan konsumenDengan demikian, budaya hukum menjadi elemen krusial yang menentukan apakah sistem hukum dapat benar-benar menjamin keseimbangan antara perlindungan konsumen
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Representasi budaya Jawa dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo mencakup upacara kematian, Panggih, Tedak Siti, dan mitos yang dianggap oleh masyarakatRepresentasi budaya Jawa dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo mencakup upacara kematian, Panggih, Tedak Siti, dan mitos yang dianggap oleh masyarakat
NASIONALNASIONAL Metode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, pelatihan, dan workshop. Hasil kegiatan meliputi peningkatan kapasitas masyarakat, serta rencana promosiMetode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, pelatihan, dan workshop. Hasil kegiatan meliputi peningkatan kapasitas masyarakat, serta rencana promosi
BIRCU JOURNALBIRCU JOURNAL Using secondary data, the paper explores how children are often depicted as passive victims, security threats, or symbols of hope, rather than as agentsUsing secondary data, the paper explores how children are often depicted as passive victims, security threats, or symbols of hope, rather than as agents
ENSIKLOPEDIAKUENSIKLOPEDIAKU 0 telah mengubah lanskap kampanye politik di Indonesia, salah satunya dengan penggunaan media sosial (TikTok) sebagai sarana utama dalam membangun citra,0 telah mengubah lanskap kampanye politik di Indonesia, salah satunya dengan penggunaan media sosial (TikTok) sebagai sarana utama dalam membangun citra,