UWIKAUWIKA

Seminar Nasional Ilmu TerapanSeminar Nasional Ilmu Terapan

Popularitas wayang yang terus berlanjut hingga saat ini menunjukkan pentingnya dan signifikansi wayang dalam kehidupan masyarakat. Wayang Golek dan Wayang Potehi merupakan dua bentuk wayang yang mempunyai ciri khas masing-masing. Wayang Potehi, yang merupakan keturunan Tiongkok, menggunakan wayang dan sering menggambarkan cerita tentang tokoh dan legenda Tiongkok. Perkembangan dari wayang kulit, wayang golek terbuat dari kayu dan menceritakan kisah Ramayana dan Mahabharata, warisan budaya Jawa. Kedua jenis wayang ini memiliki kemiripan dari sisi sejarah dan sama-sama menggunakan kayu sebagai bahan utama pembuatan boneka. Penelitian ini fokus pada perbandingan dan persamaan Wayang Potehi Jombang dan Wayang Golek Bogor, khususnya dari segi bahan dan alat dalam pembuatan dan juga alur pementasan. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada keterkaitan yang kuat antara kedua jenis wayang tersebut dan memahami bagaimana sejarah mereka terkait. Pertanyaan penelitiannya mencakup bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan wayang dan bagaimana alur pementasan yang dilakukan pada kedua wayang tersebut.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Wayang Golek dan Wayang Potehi memiliki sejumlah persamaan, perbedaan, serta hubungan sejarah dan budaya yang unik.Dari segi persamaan, kedua jenis wayang ini menggunakan bahan utama kayu dengan proses pembuatan yang serupa, yang meliputi pengukiran, pewarnaan, dan pemberian pakaian.Kedua wayang juga dipentaskan dengan iringan musik, meskipun terdapat perbedaan dalam rincian pementasannya.Dari segi perbedaan, Wayang Potehi dan Wayang Golek berbeda dalam jenis kayu yang digunakan, teknik pewarnaan, dan bentuk fisik boneka.Wayang Golek, misalnya, memiliki kepala yang dapat dilepas, sedangkan Wayang Potehi tidak.Selain itu, cerita yang dipentaskan dalam kedua wayang ini juga sangat berbeda, di mana Wayang Golek cenderung menampilkan kisah dari Mahabharata dan Ramayana, sedangkan Wayang Potehi menampilkan legenda klasik Tiongkok.Dalam hal hubungan sejarah dan budaya, meskipun ada kemiripan dalam teknik dan waktu kemunculan keduanya pada abad ke-16, Wayang Golek dan Wayang Potehi berkembang dalam konteks budaya yang berbeda.Wayang Golek lebih terikat dengan tradisi lokal Jawa dan seni Islam, sementara Wayang Potehi menunjukkan pengaruh budaya Tiongkok yang lebih kuat di wilayah Jawa Timur.Penelitian menunjukkan bahwa Wayang Golek bukan merupakan hasil akulturasi dari budaya Tiongkok, tetapi lebih sebagai evolusi dari tradisi wayang lokal yang ada.Sebaliknya, menurut tinjauan pustaka Wayang Potehi terinspirasi oleh seni wayang lokal seperti wayang beber, mencerminkan proses interaksi budaya yang dinamis antara komunitas Tionghoa dan masyarakat lokal.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide. Pertama, studi komparatif yang menyelidiki lebih lanjut perbedaan dan persamaan antara Wayang Golek dan Wayang Potehi dalam hal teknik pembuatan dan desain boneka, serta pengaruh budaya masing-masing. Kedua, penelitian etnografis yang menyelami praktik pementasan kedua jenis wayang, termasuk interaksi antara dalang dan penonton, serta peran wayang dalam mempertahankan identitas budaya. Ketiga, analisis sejarah yang menyelidiki perkembangan Wayang Golek dan Wayang Potehi dalam konteks sosial dan politik, serta bagaimana keduanya telah beradaptasi dan bertahan dalam perubahan zaman.

  1. #warisan budaya#warisan budaya
  2. #wayang kulit purwa#wayang kulit purwa
Read online
File size506.69 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-3l1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test