TEKNOKESTEKNOKES

Jurnal TeknokesJurnal Teknokes

Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting untuk meningkatkan hasil kesehatan anak usia dini dan mencegah stunting; namun, sistem pemantauan di Indonesia tetap terfragmentasi dan sebagian besar berfokus pada data antropometri. Studi ini menyintesiskan bukti tentang aplikasi digital yang dikembangkan antara tahun 2020 dan 2025 untuk mendukung pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di Indonesia. Mengikuti pedoman PRISMA, 18 studi diidentifikasi dari basis data nasional dan internasional dan dinilai menggunakan daftar periksa JBI. Tinjauan ini memeriksa karakteristik aplikasi, fungsi pemantauan, kualitas desain, pengalaman pengguna, dan kontribusinya terhadap pemantauan orang tua dan stimulasi perkembangan. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar aplikasi memprioritaskan pelacakan pertumbuhan fisik, sedangkan hanya segelintir yang mengintegrasikan penilaian perkembangan kognitif, motorik, dan sosio-emosional. Sintesis tematik mengidentifikasi tiga kesenjangan utama: terbatasnya pengintegrasian kerangka perkembangan holistik, kualitas antarmuka dan interaksi yang kurang optimal, dan konten edukasi berbasis bukti yang tidak mencukupi untuk mendukung keterlibatan caregiver yang berkelanjutan. Meskipun sebagian besar sistem menunjukkan kinerja fungsional yang tinggi dan kualitas metodologis, interoperabilitas dengan jaringan informasi kesehatan regional tetap lemah, dan dokumentasi keterlibatan pengguna jangka panjang tidak konsisten. Faktor kontekstual yang mempengaruhi pola ini termasuk variabilitas literasi digital, disparitas infrastruktur di seluruh wilayah, dan tantangan teknis dalam mendigitalkan alat skrining perkembangan. Penggunaan yang meningkat dari pendekatan Agile dan RAD menunjukkan potensi untuk meningkatkan adaptabilitas, kemudahan penggunaan, dan penyempurnaan sistem iteratif. Tinjauan ini menekankan kebutuhan akan platform digital terpadu yang berpusat pada keluarga yang didukung oleh kebijakan nasional, inisiatif pembangunan kapasitas, dan protokol penilaian perkembangan yang distandarisasi. Wawasan yang disintesis menyediakan fondasi untuk memandu pengembangan sistem masa depan, dengan interoperabilitas, desain yang berpusat pada pengguna, dan akses yang adil sebagai prinsip inti untuk memperkuat ekosistem pemantauan kesehatan anak digital Indonesia.

Simpulan dari artikel ini adalah bahwa teknologi digital telah meningkatkan efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas pemantauan pertumbuhan anak di Indonesia, tetapi sebagian besar aplikasi berfokus pada pertumbuhan fisik dan status gizi dengan integrasi komprehensif (kognitif, motorik, sosial-emosional, perilaku adaptif) yang terbatas, desain antarmuka yang kurang optimal, tingkat keterlibatan pengguna yang rendah, dan konten edukasi kontekstual yang tidak mencukupi.Sukses tergantung pada desain yang berpusat pada pengguna, notifikasi adaptif, dan konten berbasis bukti, yang lebih efektif dalam meningkatkan partisipasi dan memperkuat deteksi dini.Sintesis 18 studi yang ditinjau menunjukkan pola konsisten di mana sebagian besar aplikasi pemantauan anak digital menekankan indikator, sedangkan lebih sedikit studi yang mengintegrasikan penilaian perkembangan multidimensi.Di seluruh literatur, aplikasi dengan fitur interaktif, umpan balik adaptif, dan konten edukasi berbasis bukti menunjukkan skor keterpakaian yang lebih tinggi dan penerimaan yang lebih besar di antara caregiver dan kerangka kesehatan.Namun, hasil keterlibatan jangka panjang, kinerja interoperabilitas, dan perbandingan kinerja antarstudi dilaporkan tidak mencukupi, membatasi generalisasi.Temuan ini menyediakan fondasi konseptual untuk SI BINTANG, platform web yang secara komprehensif mengintegrasikan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang terhubung langsung ke sistem kesehatan regional, bertujuan untuk memperkuat kolaborasi keluarga-kader-pekerja kesehatan dalam mendukung perkembangan anak yang optimal dan berkontribusi pada program pencegahan stunting nasional Indonesia, dengan penelitian masa depan yang direkomendasikan untuk mengevaluasi efektivitas lapangan, keterimaan, keberlanjutan, skalabilitas, dan dampak pada kualitas layanan kesehatan anak tingkat komunitas.

Berdasarkan temuan ini, saran penelitian lanjutan meliputi: . 1. Pengembangan platform digital terpadu yang berpusat pada keluarga, dengan fokus pada integrasi kerangka perkembangan holistik dan interoperabilitas dengan sistem kesehatan regional. . 2. Meningkatkan literasi digital dan konektivitas, terutama di daerah pedesaan, untuk menjembatani kesenjangan digital dan memastikan akses yang adil ke aplikasi pemantauan anak. . 3. Mengembangkan konten edukasi berbasis bukti yang disesuaikan dengan konteks lokal, untuk meningkatkan keterlibatan jangka panjang dan memperkuat deteksi dini. . . Mengingat pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak dalam mencegah stunting, penelitian lanjutan yang diusulkan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pemantauan kesehatan anak digital Indonesia, memastikan akses yang adil, dan meningkatkan hasil kesehatan anak usia dini.

  1. 0. iw zb yq 4h oz 7x v8 s4j xv io q0 3gi cxq ywzu qgap gu zy7j gm oo zx kg1 ny 6pq cz vmj mr tc a1 ssap... doi.org/10.3389/fdgth.2025.16212930 iw zb yq 4h oz 7x v8 s4j xv io q0 3gi cxq ywzu qgap gu zy7j gm oo zx kg1 ny 6pq cz vmj mr tc a1 ssap doi 10 3389 fdgth 2025 1621293
  2. 0. scitepress publication details doi.org/10.5220/00126313000036990 scitepress publication details doi 10 5220 0012631300003699
Read online
File size523.91 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test