YSCSYSCS

Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM)Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM)

Prevalensi penyakit asam urat pada usia 55-64 tahun sebanyak 45%, usia 65-74 tahun sebanyak 51,9%, usia ≥75 tahun sebanyak 54,8%. Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi gout berdasarkan diagnosis dokter mencapai 7,3% secara nasional, sementara di Provinsi Sulawesi Utara mencapai 8,35%, melebihi prevalensi nasional. Sekitar 35% masyarakat Sulawesi Utara memiliki kadar asam urat yang tinggi. Jahe merupakan jenis tanaman obat yang bisa membantu mengatasi peradangan dan mengurangi rasa sakit ketika kadar asam urat dalam tubuh sangat tinggi. Pemberian terapi nonfarmakologis kompres jahe ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk menurunkan nyeri akibat asam urat dibandingkan dengan pengobatan farmakologis yang menyebabkan ketergantungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui asuhan keperawatan gout arthritis dengan penerapan terapi kompres jahe di Panti Werdha Damai Ranomuut. Laporan ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi.

Pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif dapat mengatasi masalah keperawatan yang dialami klien.Hasil yang didapatkan peneliti yaitu ditemukan tiga masalah keperawatan yang diangkat sebagai diagnosa keperawatan yaitu nyeri akut, gangguan pola tidur, dan risiko jatuh.Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari, terdapat perubahan masalah keperawatan nyeri dan gangguan pola tidur teratasi dengan keluhan nyeri dan sulit tidur menurun, serta masalah keperawatan risiko jatuh teratasi sebagian.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas kompres jahe dengan variasi suhu dan durasi aplikasi terhadap penurunan nyeri pada pasien gout arthritis, dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik pasien seperti usia dan tingkat keparahan penyakit. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain randomized controlled trial (RCT) dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas kompres jahe dengan terapi farmakologis standar dalam mengurangi nyeri dan peradangan pada pasien gout arthritis, sehingga dapat memberikan bukti yang lebih kuat mengenai manfaat kompres jahe. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi pasien gout arthritis terhadap penggunaan kompres jahe sebagai terapi komplementer, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien terhadap terapi ini, sehingga dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai aspek psikososial dalam pengelolaan gout arthritis.

Read online
File size365.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test