ONERESEARCHONERESEARCH

International Journal of Religious and Cultural StudiesInternational Journal of Religious and Cultural Studies

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika pasar tenaga kerja dan budaya kerja yang khas pada petani penampi siwalan di Desa Aeng Panas, Madura. Meskipun merupakan pekerjaan tradisional yang penting secara lokal, bidang ini seringkali kurang mendapat perhatian ilmiah. Dengan pendekatan etnografi cepat kualitatif yang mengandalkan wawancara mendalam, temuan mengungkap bahwa penapisan siwalan beroperasi dalam pasar tenaga kerja informal yang tersegmentasi, didorong oleh ikatan komunitas dan pengetahuan antar‑generasi, bukan oleh kualifikasi formal. Budaya petani ditandai oleh ketahanan, gotong‑royong, dan kepatuhan pada praktik adat, yang memprioritaskan kohesi sosial dan keamanan mata pencaharian dibandingkan keuntungan materi semata. Pendapatan moneter bersifat modest, namun petani memperoleh keuntungan non‑moneter penting, seperti dukungan sosial dan kredit tradisional. Bukti adanya diferensial upah kompensasi mencerminkan bahaya pekerjaan dan keahlian khusus. Penelitian ini memberikan wawasan empiris tentang bagaimana budaya pekerjaan unik memengaruhi penawaran dan permintaan tenaga kerja, serta implikasinya bagi kebijakan pembangunan daerah yang harus sensitif terhadap nilai budaya dan struktur ekonomi informal yang ada.

Penelitian ini berhasil mengungkap interaksi kompleks antara dinamika pasar tenaga kerja informal dan budaya kerja khas petani siwalan di Desa Aeng Panas, Madura, yang beroperasi dalam pasar tersegmentasi yang lebih dipengaruhi oleh ikatan komunitas dan pengetahuan lintas generasi daripada kualifikasi formal.Budaya kerja mereka ditandai oleh ketahanan, gotong‑royong, dan kepatuhan pada adat, sehingga menempatkan kohesi sosial dan keamanan mata pencaharian di atas maksud profitabilitas individu, sekaligus memberikan manfaat non‑moneter signifikan meskipun pendapatan materi terbatas.Temuan juga menunjukkan adanya diferensial upah kompensasi yang bersifat multidimensi, mencakup tidak hanya remunerasi finansial tetapi juga jaringan keamanan sosial informal yang menanggung risiko dan keahlian khusus pekerjaan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara kuantitatif bagaimana tingkat modal sosial berhubungan dengan kesejahteraan psikologis petani siwalan, dengan menyebarkan kuesioner terstandarisasi kepada ribuan rumah tangga di beberapa desa Madura, sehingga dapat mengidentifikasi efek dukungan sosial terhadap kualitas hidup mereka. Selain itu, perbandingan antara dinamika pasar tenaga kerja dan budaya kerja petani siwalan dengan petani komoditas tradisional lain, seperti garut atau kopi, dapat mengungkap faktor‑faktor yang membuat beberapa usaha pertanian lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi, sekaligus memberikan gambaran umum tentang variasi budaya kerja di sektor pertanian tradisional. Selanjutnya, penelitian tentang dampak perubahan iklim terhadap siklus produksi nira siwalan dan strategi adaptasi yang diterapkan oleh petani, misalnya penggunaan teknologi sederhana atau modifikasi teknik tapping, akan memberikan wawasan penting tentang kemampuan komunitas untuk menyesuaikan praktiknya dalam menghadapi tekanan lingkungan yang meningkat.

  1. Exploring the lived experiences of internal migrant gig workers through the lens of the Capability Approach:... doi.org/10.1080/1359432X.2025.2509684Exploring the lived experiences of internal migrant gig workers through the lens of the Capability Approach doi 10 1080 1359432X 2025 2509684
  2. Full article: Emotionally Sensitive Thematic Analysis. full article emotionally sensitive thematic analysis... doi.org/10.1080/14780887.2025.2462919Full article Emotionally Sensitive Thematic Analysis full article emotionally sensitive thematic analysis doi 10 1080 14780887 2025 2462919
Read online
File size213.17 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test