JURNALSTIKESTULUNGAGUNGJURNALSTIKESTULUNGAGUNG

Care JournalCare Journal

Stunting pada anak merupakan masalah nasional yang disebabkan oleh multifaktor yang berdampak negatif terhadap sumber daya manusia di masa depan, antara lain berdampak terhadap penurunan kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menghambat pertumbuhan ekonomi dan produktivitas kerja, serta memperburuk kesenjangan. Stunting pada anak balita merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kemiskinan, termasuk gizi, kesehatan, sanitasi, dan lingkungan. Ada lima faktor utama penyebab stunting, yaitu kemiskinan, sosial dan budaya, peningkatan paparan terhadap penyakit infeksi, kerawanan pangan, dan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Tujuan dari literatur review ini adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap stunting. Metode: Literatur yang didapatkan dari SINTA, PUBMED, Garuda, dan Google Scholar databased. 10 literatur review menggunakan beberapa desain, yaitu deskriptif eksploratif, cross sectional, deskriptif cross sectional study, case-control, deskriptif analitik, deskriptif dari tahun 2013–2023, kemudian dilakukan analisa PICO. Hasil: hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang bervariasi. Kesimpulan: Faktor-faktor stunting bisa dipengaruhi oleh kemiskinan, sosial dan budaya, peningkatan paparan terhadap penyakit infeksi, kerawanan pangan, dan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan secara sendiri atau bersama-sama.

Faktor stunting dipengaruhi kemiskinan, budaya, infeksi, kerawanan pangan, dan akses layanan kesehatan secara tunggal atau gabungan.

Penelitian berikutnya bisa menguji bagaimana intervensi pemberdayaan ekonomi ibu-ibu miskin secara berkelanjutan—misalnya pelatihan usaha makanan bergizi dan modal bergulir—berpengaruh terhadap kejadian stunting selama dua tahun. Selain itu, perlu diteliti pula efektivitas modul edukasi gizi yang disusun sesuai nilai budaya lokal ditambah pendampingan bidan untuk meningkatkan praktik pemberian makanan dan higiene di rumah. Terakhir, penting untuk mengevaluasi apakah kebijakan air bersih dan sanitasi gratisan desa benar-benar menurunkan angka infeksi saluran cerna balita, yang selanjutnya berkontribusi pada penurunan stunting. Dengan menyatukan intervensi ekonomi, edukasi budaya, dan sanitasi, penelitian masa depan dapat merumuskan paket intervensi terpadu yang lebih efektif dalam pencegahan stunting di daerah rural maupun urban.

  1. GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMANDING TUBAN | Rahayu... doi.org/10.14710/jkm.v10i2.32271GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMANDING TUBAN Rahayu doi 10 14710 jkm v10i2 32271
  2. Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI) | Jurnal Teknologi dan Informasi. vol jurnal... ojs.unikom.ac.id/index.php/jati/issue/view/564Vol 13 No 1 2023 Jurnal Teknologi dan Informasi JATI Jurnal Teknologi dan Informasi vol jurnal ojs unikom ac index php jati issue view 564
  3. Childhood stunting: a global perspective - Onis - 2016 - Maternal & Child Nutrition - Wiley Online... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/mcn.12231Childhood stunting a global perspective Onis 2016 Maternal Child Nutrition Wiley Online onlinelibrary wiley doi 10 1111 mcn 12231
  4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini di Indonesia | Jurnal Obsesi :... doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1169Faktor faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini di Indonesia Jurnal Obsesi doi 10 31004 obsesi v5i2 1169
  1. #nilai budaya#nilai budaya
  2. #faktor budaya lokal#faktor budaya lokal
Read online
File size299.35 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2gv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test