KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL
International Journal Of The WorldInternational Journal Of The WorldPengembangan kurikulum merupakan proses terstruktur yang menentukan arah dan kualitas pelaksanaan pendidikan. Artikel ini menelaah prinsip dasar pengembangan kurikulum meliputi relevansi, fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, kontinuitas, dan integrasi serta landasan konseptualnya yang mencakup aspek filosofis, psikologis, sosiologis, dan ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis sumber akademik yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa prinsip dan landasan kurikulum tidak dapat dipisahkan, sebab landasan memberikan orientasi teoritis sementara prinsip memandu aplikasi praktis di lapangan. Studi juga mengidentifikasi berbagai hambatan implementasi, seperti kompetensi guru terbatas, fasilitas pembelajaran kurang, resistensi terhadap perubahan, pemahaman konsep kurikulum lemah, kendala sosioekonomi peserta didik, serta kebijakan pendidikan yang tidak konsisten. Artikel ini menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum yang komprehensif, adaptif, dan berbasis kebutuhan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.
Kurikulum adalah instrumen vital dalam pendidikan yang harus dikembangkan melalui prinsip dan landasan yang kuat.Prinsip relevansi, fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, kontinuitas, dan integrasi harus selaras dengan landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan keilmuan.Kedua hal tersebut membentuk kurikulum adaptif yang mampu merespons kebutuhan dunia pendidikan.Berbagai hambatan implementasi perlu diatasi melalui peningkatan kompetensi guru, perbaikan fasilitas, dan konsistensi kebijakan agar kurikulum berjalan sesuai tujuan.
Bagaimana prinsip relevansi dapat diuji secara empiris untuk memastikan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan peserta didik dalam konteks sosial budaya yang beragam? Apakah pendekatan model pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat menjadi solusi fleksibilitas kurikulum tanpa mengorbankan standar nasional? Studi lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi asesmenformatif berkelanjutan untuk mendeteksi dinamika psikologis peserta didik sehingga mendukung fleksibilitas kurikulum secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian perlu mengembangkan kerangka kebijakan yang stabil dengan melibatkan pemangku kepentingan daerah untuk mengurangi inkonsistensi. Dengan demikian, diharapkan terbentuk kurikulum yang tidak hanya adaptif namun juga measurable dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai lokal.
| File size | 181.92 KB |
| Pages | 3 |
| DMCA | Report |
Related /
AHMADDAHLANAHMADDAHLAN Prinsip transparansi telah diterapkan melalui penyampaian informasi APBDes kepada masyarakat, sementara akuntabilitas diwujudkan melalui mekanisme pertanggungjawabanPrinsip transparansi telah diterapkan melalui penyampaian informasi APBDes kepada masyarakat, sementara akuntabilitas diwujudkan melalui mekanisme pertanggungjawaban
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan strategi sequential explanatory, diawali oleh analisis dokumen kurikulum (silabus, RPP,Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan strategi sequential explanatory, diawali oleh analisis dokumen kurikulum (silabus, RPP,
SGTSGT Kajian konseptual ini mengusulkan Kurikulum Cinta sebagai kerangka etika yang berlandaskan kasih sayang untuk mengatasi kesenjangan ini. Kurikulum iniKajian konseptual ini mengusulkan Kurikulum Cinta sebagai kerangka etika yang berlandaskan kasih sayang untuk mengatasi kesenjangan ini. Kurikulum ini
IAIDUKANDANGANIAIDUKANDANGAN Setiap model—subjek akademik, humanistik, rekonstruksi sosial, dan teknologis—memiliki fokus dan tujuan yang berbeda sesuai aliran pendidikan yangSetiap model—subjek akademik, humanistik, rekonstruksi sosial, dan teknologis—memiliki fokus dan tujuan yang berbeda sesuai aliran pendidikan yang
UNCMUNCM Pelaksanaan Kurikulum Merdeka telah terlaksana dengan cukup baik di tahun pertama, namun setiap Sekolah Penggerak memiliki tugas bagaimana mengembangkanPelaksanaan Kurikulum Merdeka telah terlaksana dengan cukup baik di tahun pertama, namun setiap Sekolah Penggerak memiliki tugas bagaimana mengembangkan
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Metode penelitian kepustakaan (library research) digunakan untuk menganalisis struktur, konten, dan instrumen asesmen modul. Hasil penelitian menunjukkanMetode penelitian kepustakaan (library research) digunakan untuk menganalisis struktur, konten, dan instrumen asesmen modul. Hasil penelitian menunjukkan
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Kepemimpinan visioner tercermin dalam upaya kepala sekolah untuk membangun visi yang jelas dan mengarahkan pengembangan sekolah sesuai dengan prinsip-prinsipKepemimpinan visioner tercermin dalam upaya kepala sekolah untuk membangun visi yang jelas dan mengarahkan pengembangan sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Sebaliknya, Kurikulum Merdeka lebih berfokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik sesuai dengan tahap perkembangannya. Hal iniSebaliknya, Kurikulum Merdeka lebih berfokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik sesuai dengan tahap perkembangannya. Hal ini
Useful /
UNMAUNMA ) dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi bahan pengobatan tradisional dan banyak tumbuh di Indonesia. Daging buah pada tanaman asam jawa (Tamarindus indica) dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi bahan pengobatan tradisional dan banyak tumbuh di Indonesia. Daging buah pada tanaman asam jawa (Tamarindus indica
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Evaluasi program dilakukan melalui penilaian rencana awal, evaluasi tahunan, diskusi tindak lanjut, aspek finansial, dan analisis manfaat serta keberlanjutan.Evaluasi program dilakukan melalui penilaian rencana awal, evaluasi tahunan, diskusi tindak lanjut, aspek finansial, dan analisis manfaat serta keberlanjutan.
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas kurikulum Sarjana Ilmu Pertanian (Kejuruan) Disiplin Agroteknologi dan melakukan analisis menyeluruhPenelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas kurikulum Sarjana Ilmu Pertanian (Kejuruan) Disiplin Agroteknologi dan melakukan analisis menyeluruh
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Desain penelitian kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu: orientasi, eksplorasi terfokus, dan analisis data. Teknik pengumpulan data berupa wawancara,Desain penelitian kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu: orientasi, eksplorasi terfokus, dan analisis data. Teknik pengumpulan data berupa wawancara,