DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Artikel ini menganalisis hubungan antara wanprestasi dan penerapan klausul non-competition dalam perjanjian kerja dengan merujuk pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 1785 K/Pdt/2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tiga aspek utama: (1) kedudukan kewajiban pasca-kerja sebagai prestasi yang tetap mengikat, (2) penentuan ruang lingkup tindakan yang dilarang dalam klausul non-competition, dan (3) dasar pembatasan tanggung jawab kontraktual hanya pada pihak yang mengikatkan diri berdasarkan asas privity of contract. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif melalui analisis peraturan perundang-undangan, doktrin, serta pertimbangan hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klausul non-competition merupakan bentuk prestasi negatif yang tetap mengikat pekerja setelah hubungan kerja berakhir selama disepakati secara sah dan dirumuskan secara jelas. Mahkamah Agung menegaskan bahwa setiap bentuk keterlibatan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam perusahaan pesaing selama masa larangan merupakan bentuk wanprestasi. Namun demikian, tanggung jawab kontraktual tidak dapat diperluas kepada pihak ketiga kecuali jika terbukti turut serta secara aktif dalam pelanggaran kontrak. Temuan ini menegaskan pentingnya prinsip proporsionalitas, kejelasan batasan, serta keadilan dalam penerapan klausul non-competition di Indonesia.
Putusan Mahkamah Agung Nomor 1785 K/Pdt/2023 menegaskan bahwa klausul non-competition merupakan prestasi negatif yang sah dan mengikat pekerja setelah berakhirnya hubungan kerja, asalkan disepakati secara sah dan dirumuskan dengan jelas.Penentuan ruang lingkup larangan harus didasarkan pada kejelasan redaksional dan kesesuaian tindakan dengan objek larangan, serta prinsip privity of contract membatasi tanggung jawab hanya pada pihak yang menandatangani perjanjian.Penerapan klausul ini harus memperhatikan prinsip proporsionalitas dan perlindungan hak pekerja, memastikan batasan yang ditetapkan tidak menghalangi pekerja untuk mencari nafkah.
Berdasarkan analisis putusan Mahkamah Agung dan isu-isu yang muncul, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas klausul non-competition dalam melindungi kepentingan bisnis perusahaan tanpa mengorbankan hak-hak pekerja. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis dampak klausul non-competition terhadap mobilitas tenaga kerja dan inovasi di berbagai sektor industri, serta mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam perumusan klausul yang adil dan proporsional. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif dengan negara-negara lain yang memiliki regulasi lebih jelas mengenai klausul non-competition untuk mengidentifikasi model pengaturan yang paling sesuai dengan konteks hukum dan sosial di Indonesia. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk mengeksplorasi mekanisme penyelesaian sengketa alternatif yang lebih efisien dan efektif dalam kasus pelanggaran klausul non-competition, seperti mediasi atau arbitrase, guna mengurangi beban pengadilan dan mempercepat proses penyelesaian sengketa.
- Law Principles of Contract Interpretation Based on Indonesian Civil Code | Atlantis Press. law principles... doi.org/10.2991/icblt-18.2018.27Law Principles of Contract Interpretation Based on Indonesian Civil Code Atlantis Press law principles doi 10 2991 icblt 18 2018 27
- The Conflict of Trade Secret Protection and Workers’ Rights in Non-Competition Clauses | SIGn Jurnal... jurnal.penerbitsign.com/index.php/sjh/article/view/v5n1-13The Conflict of Trade Secret Protection and WorkersAo Rights in Non Competition Clauses SIGn Jurnal jurnal penerbitsign index php sjh article view v5n1 13
- Penyertaan Klausul Non-Kompetisi dalam Perjanjian Kerja dari Perspektif Hukum Indonesia | Jurnal Ilmu... doi.org/10.38035/jihhp.v5i1.2991Penyertaan Klausul Non Kompetisi dalam Perjanjian Kerja dari Perspektif Hukum Indonesia Jurnal Ilmu doi 10 38035 jihhp v5i1 2991
| File size | 314.22 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
CEREDINDONESIACEREDINDONESIA Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dilakukan untuk mengetahui sejarah regulasi mengenai PHK karena alasan mendesak mulai dari yangPenelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dilakukan untuk mengetahui sejarah regulasi mengenai PHK karena alasan mendesak mulai dari yang
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR f) Ketepatan, criteria ini secara dekat berhubungan dengan rasionalitas dan substantive. Karena ketepatan kebijakan tidak berkenaan dengan suatu criteriaf) Ketepatan, criteria ini secara dekat berhubungan dengan rasionalitas dan substantive. Karena ketepatan kebijakan tidak berkenaan dengan suatu criteria
DAARULHUDADAARULHUDA Sus-PHI/2024 yang menegaskan bahwa koperasi tetap berkedudukan sebagai pemberi kerja ketika terjadi hubungan kerja nyata. PHK sepihak tanpa prosedur sahSus-PHI/2024 yang menegaskan bahwa koperasi tetap berkedudukan sebagai pemberi kerja ketika terjadi hubungan kerja nyata. PHK sepihak tanpa prosedur sah
DAARULHUDADAARULHUDA Berdasarkan analisis terhadap prinsip-prinsip dan mekanisme penyelesaian sengketa WTO, dapat disimpulkan bahwa keberadaan prinsip-prinsip fundamental sepertiBerdasarkan analisis terhadap prinsip-prinsip dan mekanisme penyelesaian sengketa WTO, dapat disimpulkan bahwa keberadaan prinsip-prinsip fundamental seperti
UNIPASUNIPAS Berdasarkan hasil analisis Aplikasi E- Berpadu belum cukup efektif dipergunakan dalam pengolahan dan pertukaran dokumen administrasi perkara pidana, halBerdasarkan hasil analisis Aplikasi E- Berpadu belum cukup efektif dipergunakan dalam pengolahan dan pertukaran dokumen administrasi perkara pidana, hal
DINASTIREVDINASTIREV Namun, dalam praktiknya terjadi penyimpangan notaris membuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli di luar wilayah jabatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisisNamun, dalam praktiknya terjadi penyimpangan notaris membuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli di luar wilayah jabatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Temuan menunjukkan bahwa putusan tersebut meningkatkan kepastian hukum dengan mengklarifikasi standar pertanggungjawaban pidana, menyatukan interpretasiTemuan menunjukkan bahwa putusan tersebut meningkatkan kepastian hukum dengan mengklarifikasi standar pertanggungjawaban pidana, menyatukan interpretasi
MKRIMKRI Hal ini terutama diperlukan ketika banyak regulasi perlu diubah berdasarkan keputusan MK. Urgensi standardisasi muncul karena beberapa keputusan telahHal ini terutama diperlukan ketika banyak regulasi perlu diubah berdasarkan keputusan MK. Urgensi standardisasi muncul karena beberapa keputusan telah
Useful /
HAMZANWADIHAMZANWADI Sistem dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan udara (DHT11), sensor kelembapan tanah, dan sensor hujan. Sistem penyiram dan pemantau tanaman telahSistem dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan udara (DHT11), sensor kelembapan tanah, dan sensor hujan. Sistem penyiram dan pemantau tanaman telah
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Ketiga, perluasan perjanjian ekstradisi bilateral dan multilateral akan memperluas jangkauan kerja sama penegakan hukum Indonesia dengan negara lain. DenganKetiga, perluasan perjanjian ekstradisi bilateral dan multilateral akan memperluas jangkauan kerja sama penegakan hukum Indonesia dengan negara lain. Dengan
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Algoritma Gyssens digunakan untuk evaluasi kualitatif dengan menilai penggunaan antibiotik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mengevaluasiAlgoritma Gyssens digunakan untuk evaluasi kualitatif dengan menilai penggunaan antibiotik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mengevaluasi
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Sepsis didefinisikan menggunakan kriteria Konferensi Definisi Sepsis Internasional 2001 SCCM/ESICM/ACCP/ATS/SIS. Akurasi diagnostik PCT ditentukan menggunakanSepsis didefinisikan menggunakan kriteria Konferensi Definisi Sepsis Internasional 2001 SCCM/ESICM/ACCP/ATS/SIS. Akurasi diagnostik PCT ditentukan menggunakan