ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaLatar belakang: Diagnosis infeksi pada pasien kanker tumor padat lanjut dapat menantang karena gejala dan tanda mungkin tumpang tindih akibat kondisi paraneoplastik. Diagnosis yang terlambat dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah dan meningkatkan mortalitas. Procalcitonin (PCT) telah digunakan untuk mendukung diagnosis infeksi bakteri dan sepsis. Sayangnya, PCT juga meningkat dalam malignansi bahkan tanpa infeksi. Kami meneliti akurasi diagnostik PCT pada pasien tumor padat lanjut dengan demam untuk mendiagnosis sepsis. Metode: Studi silang dilakukan pada pasien tumor padat lanjut dengan demam yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Indonesia antara Juni 2016 dan April 2018. Sepsis didefinisikan menggunakan kriteria Konferensi Definisi Sepsis Internasional 2001 SCCM/ESICM/ACCP/ATS/SIS. Akurasi diagnostik PCT ditentukan menggunakan kurva ROC. Hasil: Total 194 subjek diterima dalam studi ini. 60,3% adalah perempuan dengan usia rata-rata 49,47±12,87 tahun. 143 pasien (73,7%) dengan tumor padat lanjut. Dari kelompok ini, 39 pasien (27%) menderita sepsis. Kurva ROC menunjukkan bahwa tingkat PCT untuk sepsis pada pasien tumor padat lanjut dengan demam adalah area di bawah kurva (AUC) 0,853 (95%CI 0,785–0,921). Cut-off PCT pada pasien tumor padat lanjut dengan demam untuk mengklasifikasikan sebagai sepsis adalah 2,87 ng/mL, dengan sensitivitas 79,5%, dan spesifisitas 79,8%. Kesimpulan: PCT memiliki akurasi diagnostik yang baik pada pasien tumor padat lanjut dengan demam untuk mengklasifikasikan sebagai sepsis, namun cut-off yang lebih tinggi dibandingkan pasien non-kanker sebaiknya digunakan.
Procalcitonin memiliki akurasi diagnostik yang baik untuk diagnosis sepsis pada pasien tumor padat lanjut dengan demam.Cut-off untuk diagnosis sepsis pada pasien tumor padat lanjut dengan demam adalah 2,87 ng/mL, dengan sensitivitas dan spesifisitas masing-masing 79,5% dan 79,8%.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada validasi cut-off PCT menggunakan kriteria SEPSIS-3 untuk meningkatkan akurasi diagnosis. Selain itu, penelitian perlu mengidentifikasi jenis bakteri yang menyebabkan sepsis pada pasien kanker untuk memperbaiki pendekatan terapeutik. Terakhir, studi prospektif dengan data real-world diperlukan untuk memvalidasi efektivitas cut-off PCT dalam konteks klinis nyata, termasuk faktor-faktor seperti penggunaan antibiotik sebelum pengambilan sampel.
| File size | 493.96 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDIPUNDIP Penilaian aspek ini sangat penting karena berdampak signifikan pada peningkatan HRQoL fisik dan mental pasien di masa depan. Tujuan: Penelitian ini menelitiPenilaian aspek ini sangat penting karena berdampak signifikan pada peningkatan HRQoL fisik dan mental pasien di masa depan. Tujuan: Penelitian ini meneliti
UNDIPUNDIP Namun, protokol kesehatan seperti jarak sosial selama pandemi COVID-19 menghambat pengobatan on-time. Meskipun banyak penelitian yang menjelajahi pengalamanNamun, protokol kesehatan seperti jarak sosial selama pandemi COVID-19 menghambat pengobatan on-time. Meskipun banyak penelitian yang menjelajahi pengalaman
MARANATHAMARANATHA Artinya fungsi kognitif pada kelompok kombinasi diazepam-minyak esensial biji pala tidak berbeda dengan kelompok yang tidak menerima intervensi apa pun.Artinya fungsi kognitif pada kelompok kombinasi diazepam-minyak esensial biji pala tidak berbeda dengan kelompok yang tidak menerima intervensi apa pun.
MARANATHAMARANATHA Ibuprofen menyebabkan tingkat infiltrasi sel inflamasi tertinggi, sementara aspirin menghasilkan skor kerusakan histopatologis lambung terendah di antaraIbuprofen menyebabkan tingkat infiltrasi sel inflamasi tertinggi, sementara aspirin menghasilkan skor kerusakan histopatologis lambung terendah di antara
MARANATHAMARANATHA 48,32 %, 57,23 % dengan tipe histopalogi high‑grade, 92,81 % dengan tipe histopatologi Invasive Carcinoma of No Special Type (NST) 42 % termasuk48,32 %, 57,23 % dengan tipe histopalogi high‑grade, 92,81 % dengan tipe histopatologi Invasive Carcinoma of No Special Type (NST) 42 % termasuk
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Sementara pada Algoritma Logistic regression didapat hasil akurasi sebesar 96% pada metode Percentage Split dan 97% untuk metode K-Fold Cross Validation.Sementara pada Algoritma Logistic regression didapat hasil akurasi sebesar 96% pada metode Percentage Split dan 97% untuk metode K-Fold Cross Validation.
AKPERAKPER Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan statsu ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan statsu ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran.
AKPERAKPER Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang ada di BPM Margiati tahun 2011-2014 dengan jumlah 310 bayi. Jumlah sampel yang digunakan yaituPopulasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang ada di BPM Margiati tahun 2011-2014 dengan jumlah 310 bayi. Jumlah sampel yang digunakan yaitu
Useful /
MARANATHAMARANATHA Seorang wanita berusia 81 tahun dengan PSA grade IV menurut klasifikasi Fisher dan kardiomiopati terkait hipertiroidisme, yang datang dalam kondisi obtundasiSeorang wanita berusia 81 tahun dengan PSA grade IV menurut klasifikasi Fisher dan kardiomiopati terkait hipertiroidisme, yang datang dalam kondisi obtundasi
MARANATHAMARANATHA Selanjutnya, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi protokol latihan optimal, termasuk dosis, intensitas, dan frekuensi, serta peran nutrisiSelanjutnya, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi protokol latihan optimal, termasuk dosis, intensitas, dan frekuensi, serta peran nutrisi
MARANATHAMARANATHA Benda asing luka tembak berupa peluru di telinga merupakan kasus yang sangat jarang terjadi. Diagnosis yang tepat akan menentukan teknik pengambilan bendaBenda asing luka tembak berupa peluru di telinga merupakan kasus yang sangat jarang terjadi. Diagnosis yang tepat akan menentukan teknik pengambilan benda
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Munculnya resistensi obat yang ditransmisikan (TDR) dan resistensi obat yang didapat (ADR) di antara individu yang belum dan sudah menjalani terapi antiretroviralMunculnya resistensi obat yang ditransmisikan (TDR) dan resistensi obat yang didapat (ADR) di antara individu yang belum dan sudah menjalani terapi antiretroviral