ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaHepatitis B virus (HBV) dan Hepatitis C virus (HCV) adalah masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengetahuan dan sikap tentang infeksi HBV dan HCV di antara pasien terinfeksi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan survei kuesioner silang. Kuesioner disesuaikan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan diujicobakan kepada 27 pasien HBV dan 27 pasien HCV. Kuesioner yang telah divalidasi kemudian digunakan pada populasi target. Pasien yang didiagnosis dengan Hepatitis B atau Hepatitis C termasuk dalam penelitian ini. Pasien direkrut dari November 2019 hingga Februari 2020 di enam belas lokasi multicenter. Analisis multivariat dengan regresi logistik dilakukan untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan dan sikap di antara pasien HBV dan HCV terhadap penyakit mereka. Total 931 pasien HBV dan 254 pasien HCV termasuk dalam survei ini. Proporsi pasien terinfeksi dengan pengetahuan yang memadai tentang Hepatitis B dan Hepatitis C adalah 72,1% dan 53,9% masing-masing. Sikap positif tentang Hepatitis B dan Hepatitis C adalah 28,5% dan 41,3% masing-masing. Analisis multivariat mengungkapkan bahwa tingkat pendidikan yang lebih tinggi, tingkat pendapatan yang lebih tinggi, durasi diagnosis lebih dari 5 tahun, dan menerima terapi antivirus adalah faktor independen yang berhubungan dengan pengetahuan yang memadai tentang Hepatitis B di antara pasien HBV. Di antara pasien HCV, faktor independen yang berhubungan dengan pengetahuan yang memadai tentang Hepatitis C adalah menikah, tingkat pendidikan yang lebih tinggi, tingkat pendapatan yang lebih tinggi, dan menerima terapi antivirus. Selain itu, usia yang lebih tua dan menerima terapi antivirus adalah faktor independen yang berhubungan dengan sikap positif terhadap Hepatitis B di antara pasien HBV. Namun, hanya tingkat pendidikan yang lebih tinggi yang ditemukan sebagai faktor independen yang berhubungan dengan sikap positif terhadap Hepatitis C di antara pasien HCV. Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap pasien terhadap HBV dan HCV cukup rendah di antara pasien terinfeksi di Indonesia.
Pengetahuan dan sikap pasien terhadap HBV dan HCV cukup rendah di antara pasien terinfeksi di Indonesia.Mitos tentang penularan dan diskriminasi sosial terhadap HBV dan HCV juga ada di Indonesia.Sebagai saran, dokter harus memiliki program paket untuk mendidik pasien tentang rute penularan dan pengobatan, terutama pada pasien yang baru didiagnosis.Layanan konseling juga diperlukan untuk mengurangi kecemasan dan implikasi sosial yang terkait dengan HBV dan HCV.Diskriminasi tentang tidak mempekerjakan pasien HBV dan HCV tidak sesuai dengan undang-undang tenaga kerja di Indonesia.Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi pekerja HBV dan HCV dari stigma dengan memberikan pendidikan kepada perusahaan.Untuk variabel non-medis seperti status perkawinan, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan, pertimbangkan variabel-variabel sosio-ekonomi ini untuk memastikan akses yang adil terhadap layanan kesehatan dan meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap HBV dan HCV.
Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien terhadap HBV dan HCV, penting bagi dokter untuk mengembangkan program pendidikan komprehensif yang mencakup informasi tentang rute penularan, pengobatan, dan dukungan emosional. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HBV dan HCV, termasuk mitos dan fakta tentang penularan, untuk mengurangi diskriminasi sosial. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan intervensi berbasis komunitas yang melibatkan pendidikan kesehatan, kampanye kesadaran, dan dukungan psikososial untuk pasien HBV dan HCV. Penelitian ini dapat mengeksplorasi efektivitas intervensi tersebut dalam meningkatkan pengetahuan, mengurangi stigma, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas layanan konseling dan intervensi psikososial dalam mengurangi kecemasan dan dampak sosial yang terkait dengan HBV dan HCV. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif dan terarah untuk mendukung pasien dalam menghadapi tantangan emosional dan sosial yang terkait dengan penyakit ini.
| File size | 545.45 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Program pengabdian masyarakat di Desa Bontobangun terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik perawatan kaki pada penderita diabetes mellitusProgram pengabdian masyarakat di Desa Bontobangun terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik perawatan kaki pada penderita diabetes mellitus
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Studi tentang persepsi publik terhadap imigrasi di Afrika Selatan mengungkap wawasan demografis, sikap, dan statistik yang penting. Responden terbagi rataStudi tentang persepsi publik terhadap imigrasi di Afrika Selatan mengungkap wawasan demografis, sikap, dan statistik yang penting. Responden terbagi rata
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Komunikasi interpersonal yang efektif antara guru dan orang tua memainkan peran krusial dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman. komunikasi iniKomunikasi interpersonal yang efektif antara guru dan orang tua memainkan peran krusial dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman. komunikasi ini
AIPKEMAAIPKEMA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini menggunakan pendekatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan
LIMM PUBLIMM PUB Perbankan syariah pada sektor jasa keuangan, menjadi lembaga perantara bagi masyarakat yang mengikuti prinsip Islam yang menganggap bunga bank sebagaiPerbankan syariah pada sektor jasa keuangan, menjadi lembaga perantara bagi masyarakat yang mengikuti prinsip Islam yang menganggap bunga bank sebagai
STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA Sampel dalam penelitian ini adalah Sebagian santri Pondok Pesantren Nurul Ulum Malang yang diukur menggunakan rumus Slovin yaitu 73 orang. Teknik samplingSampel dalam penelitian ini adalah Sebagian santri Pondok Pesantren Nurul Ulum Malang yang diukur menggunakan rumus Slovin yaitu 73 orang. Teknik sampling
SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimental dengan desain satu kelompok sebelum dan sesudah intervensi pada 20 calon pengantin di KUAMetode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimental dengan desain satu kelompok sebelum dan sesudah intervensi pada 20 calon pengantin di KUA
ITEKES BALIITEKES BALI Berdasarkan hasil penelitian, responden memiliki pengetahuan yang cukup (37,3%) dan sebagian besar (62,7%) memiliki sikap positif terhadap asuhan mandiriBerdasarkan hasil penelitian, responden memiliki pengetahuan yang cukup (37,3%) dan sebagian besar (62,7%) memiliki sikap positif terhadap asuhan mandiri
Useful /
HAMZANWADIHAMZANWADI (Toga) bagi kelompok PKK pengelola taman Tosabu Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Semarang bertujuan untuk membantu pengelola taman dalam merawat(Toga) bagi kelompok PKK pengelola taman Tosabu Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Semarang bertujuan untuk membantu pengelola taman dalam merawat
HAMZANWADIHAMZANWADI Pelaksanaan pelatihan troubleshooting laptop bagi alumni SMK di Lombok Timur berjalan dengan baik dan sesuai rencana.meskipun terdapat kendala fasilitas,Pelaksanaan pelatihan troubleshooting laptop bagi alumni SMK di Lombok Timur berjalan dengan baik dan sesuai rencana.meskipun terdapat kendala fasilitas,
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Penelitian ini menyarankan peningkatan koordinasi antara instansi dan sosialisasi yang lebih luas agar program ini tepat sasaran dan dapat dirasakan olehPenelitian ini menyarankan peningkatan koordinasi antara instansi dan sosialisasi yang lebih luas agar program ini tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Situasi ini mungkin mengganggu efektivitas ART dan keberhasilan pengobatan. Pemantauan terus-menerus HIVDR diperlukan untuk memantau TDR dan ADR di Indonesia.Situasi ini mungkin mengganggu efektivitas ART dan keberhasilan pengobatan. Pemantauan terus-menerus HIVDR diperlukan untuk memantau TDR dan ADR di Indonesia.