ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES

Acta Medica IndonesianaActa Medica Indonesiana

Meskipun tersedia berbagai obat antiretroviral (ARV) yang efektif, infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV) datang dengan resistensi obat HIV (HIVDR), yang mengurangi efektivitasnya dalam mengurangi morbiditas, mortalitas, dan transmisi HIV. Munculnya resistensi obat yang ditransmisikan (TDR) dan resistensi obat yang didapat (ADR) di antara individu yang belum dan sudah menjalani terapi antiretroviral (ART) telah dilaporkan di beberapa wilayah Indonesia. Oleh karena itu, pemantauan terus-menerus HIVDR diperlukan di Indonesia, terutama di Surabaya, yang diidentifikasi memiliki tingkat prevalensi infeksi HIV tertinggi di Jawa Timur. Studi ini bertujuan mengidentifikasi munculnya TDR dan ADR di kalangan orang yang hidup dengan HIV/penyakit imunodefisiensi manusia (AIDS) (PLWHA). Metode: Lima puluh delapan PLWHA yang terinfeksi HIV tipe 1 (HIV-1), terdiri dari 21 dan 37 individu yang belum dan sudah menjalani ART, masing-masing, terlibat dalam studi ini. Sampel darah dari peserta studi dianalisis secara genotipik, terutama pada gen pol yang mengkode protease (PR) dan transkriptase balik (RT) dari HIV-1. Hasil: Tujuh belas gen PR dan 21 gen RT berhasil diperbesar dan disekuens dari 29 sampel. Subtip HIV-1 yang diidentifikasi adalah CRF01_AE sebagai subtip dominan (24/29; 82,76%), diikuti oleh subtip B (3/29; 10,34%). Subtip tidak umum, termasuk subtip D dan rekombinan yang mengandung fragmen genom subtip B dan G, juga diidentifikasi. TDR untuk penghambat PR tidak terdeteksi; namun, TDR dan ADR untuk penghambat RT diidentifikasi masing-masing sebesar 11,11% dan 41,67% dari sampel. Dua sisipan asam amino pada posisi 69 gen RT (69ins), mutasi yang sebelumnya tidak pernah dilaporkan di Indonesia, diidentifikasi dalam studi ini. Kesimpulan: Kedua TDR dan ADR telah muncul di kalangan PLWHA yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Mutasi ketahanan obat dan subtip tidak umum diidentifikasi dalam studi ini. Situasi ini mungkin mengganggu efektivitas ART dan keberhasilan pengobatan. Pemantauan terus-menerus HIVDR diperlukan untuk memantau TDR dan ADR di Indonesia.

Kedua resistensi obat yang ditransmisikan (TDR) dan resistensi obat yang didapat (ADR) telah muncul di kalangan orang yang hidup dengan HIV/AIDS (PLWHA) yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.Mutasi ketahanan obat dan subtip HIV-1 yang tidak umum diidentifikasi dalam studi ini.Situasi ini mungkin mengganggu efektivitas terapi antiretroviral (ART) dan keberhasilan pengobatan.Pemantauan terus-menerus HIVDR diperlukan untuk memantau TDR dan ADR di Indonesia.Selain itu, diperlukan untuk memperkuat kebijakan nasional mengenai pemilihan yang tepat dari ART.

Pertama, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis genetik lebih mendalam untuk mengidentifikasi mutasi resistensi obat baru yang mungkin muncul di Surabaya, terutama dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi dampak spesifik dari subtip HIV-1 seperti CRF01_AE dan rekombinan B/G terhadap respons terapi antiretroviral (ART) di populasi lokal. Ketiga, penelitian lanjutan perlu mengkaji efektivitas alternatif regimen ART yang lebih sesuai dengan profil resistensi obat lokal, termasuk penggunaan obat baru atau kombinasi obat yang belum umum digunakan di Indonesia. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat membantu memperbaiki strategi pengelolaan HIV di Surabaya dan wilayah lain di Indonesia.

  1. High Prevalence of HIV-1 CRF01_AE Viruses among Female Commercial Sex Workers Residing in Surabaya, Indonesia... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0082645High Prevalence of HIV 1 CRF01 AE Viruses among Female Commercial Sex Workers Residing in Surabaya Indonesia journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0082645
Read online
File size700.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test