ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Artikel ini mengevaluasi peran strategis komunikasi partisipatif, kewirausahaan pasca‑kembali pekerja migran Indonesia, dan kerangka ekonomi hijau dalam mempromosikan inisiatif pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan teori komunikasi partisipatif dan kewirausahaan hijau, penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik terhadap publikasi ilmiah tahun 2015‑2024 yang diambil dari basis data Dimensions dan dipetakan dengan VOSviewer. Analisis mengidentifikasi tren riset, jaringan penulis, dan kata kunci dominan, menunjukkan bahwa integrasi komunikasi partisipatif, kewirausahaan pasca‑migrasi, dan ekonomi hijau masih terbatas dan kurang dieksplorasi. Analisis juga mengungkap keterbatasan konektivitas institusional di antara komunitas akademik Indonesia, dengan posisi pekerja migran yang kembali sebagai agen aktif transformasi berkelanjutan masih minim. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif dapat secara signifikan memperkuat keterlibatan komunitas, meningkatkan kepemilikan program, dan mendorong perubahan sosial. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan penerapan komunikasi pembangunan untuk memberdayakan pekerja migran yang kembali dalam mengembangkan ekonomi hijau lokal. Insight ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (pekerjaan layak), SDG 10 (pengurangan ketidaksetaraan), dan SDG 13 (aksi iklim), dengan mengintegrasikan migrasi ke dalam strategi pembangunan inklusif.

Penelitian ini menunjukkan peningkatan minat ilmiah terhadap komunikasi partisipatif, kewirausahaan pekerja migran yang kembali, dan ekonomi hijau, namun integrasi ketiganya masih terbatas dan terfragmentasi.Diperlukan pembangunan kerangka integratif serta kolaborasi lintas disiplin dan institusi, khususnya peningkatan keterlibatan akademisi Indonesia, untuk memperkuat jaringan konseptual dan praktis.Pemberdayaan pekerja migran melalui strategi komunikasi partisipatif dalam konteks ekonomi hijau dapat secara signifikan mendukung pencapaian SDG 8, 10, dan 13 serta mengoptimalkan potensi transformasi berkelanjutan di tingkat lokal.

Penelitian lanjutan dapat membandingkan kasus-kasus kewirausahaan hijau pekerja migran yang kembali di beberapa provinsi Indonesia untuk mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitas komunikasi partisipatif; selanjutnya, sebuah kerangka penelitian partisipatif berbasis komunitas (CBPR) dapat dikembangkan dan diuji dengan melibatkan pekerja migran dalam perancangan model bisnis hijau, sehingga dapat mengukur dampak pada pemberdayaan dan hasil keberlanjutan; terakhir, peran platform digital dalam memfasilitasi jaringan partisipatif antara pekerja migran yang kembali, pemangku kepentingan lokal, dan institusi akademik perlu dieksplorasi, dengan menilai sejauh mana teknologi dapat meningkatkan pertukaran pengetahuan, skala usaha hijau, dan inklusivitas dalam proses pembangunan.

  1. Participatory Communication of Returned Indonesian Migrant Workers in Green Economy Entrepreneurship:... doi.org/10.25008/jkiski.v10i2.1223Participatory Communication of Returned Indonesian Migrant Workers in Green Economy Entrepreneurship doi 10 25008 jkiski v10i2 1223
  2. Factors Influencing Green Entrepreneurship of Returning Migrant Workers under the Dual‐Carbon... doi.org/10.1155/2022/7611810Factors Influencing Green Entrepreneurship of Returning Migrant Workers under the DualyAAAaCarbon doi 10 1155 2022 7611810
  3. jurnal ilmu komunikasi. komunikasi pembangunan partisipatif pemberdayaan buruh migran jurnal ilmu authors... doi.org/10.24002/jik.v13i2.734jurnal ilmu komunikasi komunikasi pembangunan partisipatif pemberdayaan buruh migran jurnal ilmu authors doi 10 24002 jik v13i2 734
Read online
File size719.19 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test