UINSATUUINSATU
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu KeislamanEpistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu KeislamanFenomena rajah sebagai azimat Islam menempati ruang diskursif yang problematis antara legitimasi teologis dan kecaman keras sebagai praktik syirik. Perdebatan ini berakar pada keragaman hadis Nabi, yang di satu sisi membolehkan ruqyah asalkan bebas dari unsur syirik, sementara di sisi lain menolak segala bentuk azimat. Jika sebelumnya otoritas terkait rajah ditentukan melalui fatwa ulama dan praktik keagamaan lokal, kini wacana tersebut bergeser ke ranah digital, terutama melalui meme dan konten edukatif yang merepresentasikan simbol sakral dalam bentuk kritik, satir, maupun narasi esoteris. Artikel ini menggunakan pendekatan netnografi untuk menganalisis konstruksi makna rajah dalam media sosial dan respons netizen terhadapnya, sekaligus menimbangnya melalui perspektif pemaknaan hadis. Artikel ini berargumen bahwa keterlibatan netizen tidak berhenti pada reaksi spontan, melainkan membentuk kontinum diskursus: dari dekonstruksi humoris hingga afirmasi normatif yang tegas, lalu berlanjut ke intepretasi historis-esoteris. Temuan ini menegaskan bahwa rajah di ruang digital sebagai lokus teologi populer yang menegosiasikan ortodoksi Islam, tradisi lokal, dan budaya digital kontemporer.
Penelitian ini menunjukkan bahwa diskursus digital tentang rajah menciptakan wadah dinamis di mana netizen tidak hanya bereaksi spontan, tetapi secara aktif mengartikulasikan batas-batas komunitas, kekudusan teks, dan otoritas dalam konteks digital.Penelitian ini berupa konstribusi terhadap pemahaman tentang perubahan semantik simbol-simbol religius di ekosistem media digital.Rajah sebaiknya dipahami melalui kerangka kontekstual yang mengakui nilai-nilai spiritual, makna sosial-religius, dan keberagaman ekspresi Muslim.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada (1) Dinamika representasi rajah di platform media sosial non-Barat seperti WeChat atau Weibo untuk membandingkan pandangan budaya global; (2) Analisis pergeseran makna rajah melalui lensa generasi muda Muslim dalam konteks modern, mengukur dampak edukasi digital pada penerimaan simbol religius; (3) Studi tentang interaksi antara simbol rajah dan praktik syirik dalam konteks komersialisasi, dengan mempertimbangkan bagaimana kapitalisasi simbol spiritual memengaruhi keyakinan penganut. Ini akan memberikan wawasan baru tentang evolusi simbol keagamaan dalam era digital.
- Rajah: Islamic Talisman for Overcoming Disease | Maola | Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism.... doi.org/10.21580/tos.v12i2.18845Rajah Islamic Talisman for Overcoming Disease Maola Teosofia Indonesian Journal of Islamic Mysticism doi 10 21580 tos v12i2 18845
- Rajah dan Spiritualitas Lokal dalam Hukum Islam; Studi Analisis Tafsir Hermeneutik | Jurisprudensi: Jurnal... journal.iainlangsa.ac.id/index.php/jurisprudensi/article/view/8071Rajah dan Spiritualitas Lokal dalam Hukum Islam Studi Analisis Tafsir Hermeneutik Jurisprudensi Jurnal journal iainlangsa ac index php jurisprudensi article view 8071
| File size | 1.9 MB |
| Pages | 36 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIHAZUNIHAZ Kesadaran masyarakat masih rendah dan tanggung jawab pengelolaan sampah sebagian besar diserahkan kepada petugas kebersihan. Penelitian ini merekomendasikanKesadaran masyarakat masih rendah dan tanggung jawab pengelolaan sampah sebagian besar diserahkan kepada petugas kebersihan. Penelitian ini merekomendasikan
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Oleh karena itu, diperlukan upaya implementasi yang lebih konsisten sesuai dengan prinsip-prinsip maqāṣid qāryah dan maqāṣid as-siyasatul qāryahOleh karena itu, diperlukan upaya implementasi yang lebih konsisten sesuai dengan prinsip-prinsip maqāṣid qāryah dan maqāṣid as-siyasatul qāryah
UMNUMN Pengabdian dilakukan pada tanggal 28 Mei 2025 di sekolah SMA Swasta Generus Bangsa Deli Serdang melibatkan 22 siswa. Kegiatan pengabdian dilakukan denganPengabdian dilakukan pada tanggal 28 Mei 2025 di sekolah SMA Swasta Generus Bangsa Deli Serdang melibatkan 22 siswa. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan
MALAHAYATIMALAHAYATI Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2019 melaporkan angka keterlambatan anak di Indonesia sebesar 5-10%. Data Riskesdas 2018 didapatkan hasilData Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2019 melaporkan angka keterlambatan anak di Indonesia sebesar 5-10%. Data Riskesdas 2018 didapatkan hasil
MALAHAYATIMALAHAYATI Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis (autoanamnesis dan alloanamnesis dari keluarga dan pasien), pemeriksaan fisik,Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis (autoanamnesis dan alloanamnesis dari keluarga dan pasien), pemeriksaan fisik,
UINGUSDURUINGUSDUR Budaya Jawa merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia yang di dalam tradisinya memiliki nilai-nilai keluhuran dan kearifan budayaBudaya Jawa merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia yang di dalam tradisinya memiliki nilai-nilai keluhuran dan kearifan budaya
STPSAHIDSURAKARTASTPSAHIDSURAKARTA Dengan upaya yang telah dilakukan, diharapkan daya tarik wisata Candi Gedongsongo ini akan semakin menarik bagi wisatawan. Dari hasil analisis beberapaDengan upaya yang telah dilakukan, diharapkan daya tarik wisata Candi Gedongsongo ini akan semakin menarik bagi wisatawan. Dari hasil analisis beberapa
UM SURABAYAUM SURABAYA Pendataan anggota mitra binaan masih dilakukan menggunakan file MS Excel yang rentan terhadap duplikasi, ketidaksesuaian data, dan kesulitan berbagi informasi.Pendataan anggota mitra binaan masih dilakukan menggunakan file MS Excel yang rentan terhadap duplikasi, ketidaksesuaian data, dan kesulitan berbagi informasi.
Useful /
UNWIDHAUNWIDHA Keterampilan berbicara dan mengajar mereka menggunakan bahasa bilingual ditingkatkan. Berbagi pengalaman guru juga menambah pengetahuan dan pengalamanKeterampilan berbicara dan mengajar mereka menggunakan bahasa bilingual ditingkatkan. Berbagi pengalaman guru juga menambah pengetahuan dan pengalaman
STPSAHIDSURAKARTASTPSAHIDSURAKARTA Masyarakat setempat memiliki persepsi yang positif (85 %) terhadap prinsip pengelolaan destinasi wisata Danau Toba, menandakan dukungan kuat bagi upayaMasyarakat setempat memiliki persepsi yang positif (85 %) terhadap prinsip pengelolaan destinasi wisata Danau Toba, menandakan dukungan kuat bagi upaya
STPSAHIDSURAKARTASTPSAHIDSURAKARTA Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan 20 responden, yaitu 1 General Manager, 1 Supervisor Service Center,Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan 20 responden, yaitu 1 General Manager, 1 Supervisor Service Center,
STPSAHIDSURAKARTASTPSAHIDSURAKARTA Untuk pengembangan objek geowisata yang lebih optimal, diperlukan penelitian lanjutan dan pembangunan infrastruktur. Berdasarkan hasil analisis dan skoringUntuk pengembangan objek geowisata yang lebih optimal, diperlukan penelitian lanjutan dan pembangunan infrastruktur. Berdasarkan hasil analisis dan skoring