KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL

Jurnal Pengabdian NusantaraJurnal Pengabdian Nusantara

Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan kognitif penting yang perlu dikembangkan sejak dini, terutama pada jenjang pendidikan dasar seperti sekolah madrasah ibtidaiyah (MI). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teori belajar Vygotsky terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa MI melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Teori Vygotsky, yang berfokus pada interaksi sosial, scaffolding, dan Zona Perkembangan Proksimal (ZPD), terbukti mendukung penciptaan pembelajaran kolaboratif yang menstimulasi keterampilan penalaran siswa. Hasil studi dari berbagai literatur pada tahun 2020–2024 menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis teori Vygotsky, seperti Problem Based Learning (PBL), inquiry guided, dan learning communities, dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, tantangan seperti kompetensi guru yang terbatas, rasio siswa-guru yang tinggi, dan sumber daya pembelajaran kontekstual yang minim merupakan kendala dalam penerapannya. Oleh karena itu, penguatan strategi yang mencakup pelatihan guru, pengembangan alat pembelajaran, dan dukungan kelembagaan sangat penting agar teori ini dapat diterapkan secara efektif di lingkungan MI.

Penerapan teori belajar Vygotsky, terutama melalui pendekatan seperti scaffolding, Zona Perkembangan Proksimal (ZPD), Problem Based Learning, inquiry guided, dan learning community, terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa MI.Melalui interaksi sosial, kolaborasi, dan bimbingan yang terarah, siswa dapat mengembangkan keterampilan analitis, evaluasi, dan refleksi yang lebih mendalam.Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi yang mencakup pelatihan guru, pengembangan alat pembelajaran kontekstual, serta dukungan kelembagaan untuk memastikan penerapan teori ini secara efektif dan berkelanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk memahami secara komprehensif bagaimana interaksi sosial di kelas MI memengaruhi perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa, dengan fokus pada peran guru sebagai fasilitator. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas model pembelajaran berbasis Vygotsky yang dikombinasikan dengan teknologi digital, seperti penggunaan platform kolaborasi online, dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa MI di berbagai konteks geografis dan sosial-ekonomi. Ketiga, penelitian tindakan kelas (PTK) dapat dilakukan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas modul pelatihan guru yang berfokus pada penerapan scaffolding dan prinsip ZPD dalam pembelajaran MI, dengan melibatkan guru-guru MI dalam proses pengembangan dan implementasi modul tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di MI dan menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan berpikir kritis yang mumpuni.

Read online
File size255.84 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test