ILININSTITUTEILININSTITUTE

CARADDECARADDE

Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak itik dalam memanfaatkan bahan lokal seperti Azolla pinnata dan ampas sagu sebagai bahan pakan fermentasi alternatif di Desa Bakka-Bakka, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan penelitian tindakan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teori dan praktik pembuatan pakan fermentasi, pendampingan penerapan di lapangan, serta evaluasi hasil menggunakan metode pre-test dan post-test terhadap 25 peternak itik di Desa Bakka-Bakka. Evaluasi dilakukan untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penerapan teknologi fermentasi pakan berbasis bahan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak dari 78% sebelum pelatihan menjadi 96% setelah pelatihan, dengan kategori sangat baik. Produk pakan fermentasi yang dihasilkan memiliki kandungan protein antara 15%-18% dengan biaya produksi yang rendah dibandingkan pakan komersial. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peternak, tetapi juga mendorong terbentuknya kelompok peternak mandiri yang berkomitmen menerapkan inovasi pakan berbasis sumber daya lokal secara ramah lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam mendukung pengembangan peternakan itik berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap terwujudnya kemandirian pangan dan ekonomi sirkular di tingkat desa.

Kegiatan pelatihan fermentasi pakan berbasis Azolla pinnata dan ampas sagu terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan bahan lokal sebagai pakan alternatif.Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan Indeks Pengetahuan Peternak dari 78% menjadi 96%.Produk pakan fermentasi yang dihasilkan memiliki kandungan protein 15–18% yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan.Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengurangan biaya produksi, peningkatan efisiensi usaha peternakan, serta penerapan konsep ekonomi sirkular di tingkat desa.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada (1) pengembangan model pendampingan berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas teknis peternak dalam skala produksi yang lebih besar, (2) studi komparasi efisiensi biologi dan performa hewan antara pakan fermentasi lokal versus pakan komersial dalam jangka panjang, serta (3) evaluasi dampak lingkungan dan ekonomi sirkular dari pemanfaatan bahan limbah pertanian (seperti ampas sagu) sebagai basis pakan fermentasi. Dengan mengidentifikasi faktor penghambat adopsi teknologi oleh peternak di wilayah pedesaan dan menguji integrasi teknologi dengan sistem usaha tani berbasis ekologi, studi ini dapat memberikan arahan konkret untuk menguatkan kemandirian peternakan rakyat.

Read online
File size551.47 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test