STAIBANISALEHSTAIBANISALEH

El Banar : Jurnal Pendidikan dan PengajaranEl Banar : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Fenomena meningkatnya intoleransi, polarisasi sosial, dan degradasi nilai kemanusiaan di era modern menjadi tantangan serius bagi pendidikan Islam. Pendidikan sociality Nabi Muhammad Saw. menawarkan model pendidikan berbasis nilai-nilai sosial profetik yang berorientasi pada keseimbangan dan harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai sosial kenabian yang dapat dijadikan landasan konseptual dan praksis dalam memperkuat moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan terhadap literatur tafsir, hadis, serta kajian pendidikan Islam klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sociality Rasulullah menekankan nilai tasamuh (toleransi), taawun (kerjasama), dan rahmah (kasih sayang), yang diimplementasikan melalui keteladanan, pembiasaan, dan interaksi sosial lintas kelompok. Nilai-nilai tersebut terbukti efektif dalam membangun karakter moderat dan menumbuhkan semangat keberagamaan yang inklusif. Dengan demikian, pendidikan sociality Nabi Muhammad Saw. dapat dijadikan paradigma pendidikan karakter profetik yang relevan untuk memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat digital dan multikultural masa kini.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai sosial Nabi Muhammad SAW, seperti tasamuh, taawun, dan rahmah, merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter sosial yang moderat di lembaga pendidikan Islam.Implementasi nilai-nilai ini melalui berbagai strategi pedagogis, seperti keteladanan guru dan pembiasaan, mampu menumbuhkan sikap toleran, kolaboratif, dan peduli terhadap sesama.Dengan demikian, pendidikan sosial Nabi Muhammad SAW berperan sebagai paradigma pendidikan karakter profetik yang relevan untuk memperkuat moderasi beragama di era modern.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai model evaluasi yang efektif untuk mengukur internalisasi nilai-nilai sosial kenabian pada peserta didik, sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat proses tersebut. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi strategi implementasi pendidikan sosial kenabian yang kontekstual di berbagai jenis lembaga pendidikan Islam, seperti sekolah, pesantren, dan universitas, dengan mempertimbangkan karakteristik unik masing-masing lembaga. Ketiga, penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari pendidikan sosial kenabian terhadap perilaku dan sikap peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan intoleransi, polarisasi sosial, dan disinformasi di era digital. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sistem pendidikan Islam yang lebih inklusif, moderat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, serta memperkuat fondasi keharmonisan sosial dan keberagamaan yang damai.

  1. Manfaat dan Kesehatan - IAINSU. manfaat kesehatan iainsu ketahui buah kelapa muda tahu daging matang... doi.org/10.33006/ji-kes.v5i1.246Manfaat dan Kesehatan IAINSU manfaat kesehatan iainsu ketahui buah kelapa muda tahu daging matang doi 10 33006 ji kes v5i1 246
  2. Pendidikan Sosial Berbasis Islam: Pendekatan Terpadu dalam Membangun Karakter dan Persatuan Masyarakat... jer.or.id/index.php/jer/article/view/2177Pendidikan Sosial Berbasis Islam Pendekatan Terpadu dalam Membangun Karakter dan Persatuan Masyarakat jer index php jer article view 2177
  3. Implementasi Kebijakan Moderasi Beragama terhadap Harmoni Pendidikan Islam di SMAN 1 Bae Kudus | Jurnal... doi.org/10.18196/jpk.v5i2.20682Implementasi Kebijakan Moderasi Beragama terhadap Harmoni Pendidikan Islam di SMAN 1 Bae Kudus Jurnal doi 10 18196 jpk v5i2 20682
Read online
File size318.34 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test