ILININSTITUTEILININSTITUTE

CARADDECARADDE

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dan petani kopi di Desa Banyuanyar, Boyolali, dalam mengolah limbah padat kotoran sapi (kohe) menjadi pupuk organik berkualitas melalui proses fermentasi yang benar. Pelatihan dilaksanakan untuk menjawab permasalahan pemanfaatan kohe mentah yang selama ini kurang efektif, berisiko menimbulkan polusi lingkungan, serta berpotensi menyebabkan keracunan NH₃ dan NH₄ pada tanaman akibat proses dekomposisi yang tidak terkendali. Metode kegiatan meliputi pemaparan materi, praktik langsung, dan pendampingan lapangan. Proses fermentasi dilakukan menggunakan bahan utama kohe, bekatul, gula pasir, kapur dolomit, probiotik MA11, dan MOL lokal. Peralatan pendukung seperti pengukur suhu, pH, dan kelembapan digunakan untuk memastikan kondisi fermentasi berada pada kisaran optimal. Monitoring rutin dilakukan selama proses berlangsung untuk menjaga kualitas dan konsistensi produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peternak mengenai teknik fermentasi, kendali proses, serta penanganan pascapanen hingga peternak mampu fermentasi dengan menghasilkan kandungan nutrisi lebih baik, bau lebih rendah, dan lebih aman bagi tanaman dibandingkan kohe mentah.

Pelatihan fermentasi kohe berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah ternak, menghasilkan produk pupuk organik yang bermanfaat bagi peningkatan produktivitas tanaman kopi, serta membuka peluang usaha yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.Produk pupuk organik yang dihasilkan menunjukkan kualitas lebih baik dibanding kohe mentah dalam beberapa indikator seperti tekstur, aroma, dan kematangan kompos.

Satu aspek penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah mempelajari hasil yang dihasilkan dari fermentasi beberapa jenis limbah ternak lain selain kotoran sapi untuk melihat apakah kadar nutrisi dan kualitas pupuknya lebih baik. Dengan demikian, dapat dilihat dampak kesesuaian bahan baku dengan hasil fermentasi, serta kunci keseimbangan dalam metode yang dapat diterapkan secara lebih luas. Selain itu, penelitian juga dapat melakukan perbandingan antara puuk organik hasil fermentasi dengan pupuk organik alternatif yang ada di pasar, serta melakukan penelitian lebih lanjut tentang adopsi teknologi ini di wilayah yang berbeda untuk mengukur efektivitasnya dalam mengubah budaya lingkungan peternak mengenai penggunaan limbah. modernen dalam pengelolaan limbah dan menciptakan nilai ekonomi baru dalam daerah tersebut.

  1. Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Pupuk Organik untuk Mendukung Pengembangan Sektor Pertanian dan Perkebunan... ojs.uajy.ac.id/index.php/jai/article/view/5216Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Pupuk Organik untuk Mendukung Pengembangan Sektor Pertanian dan Perkebunan ojs uajy ac index php jai article view 5216
  2. Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Peternakan dan Perkebunan Bagi Masyarakat Desa Baturinggit Selelos Kabupaten... doi.org/10.36312/sasambo.v4i1.590Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Peternakan dan Perkebunan Bagi Masyarakat Desa Baturinggit Selelos Kabupaten doi 10 36312 sasambo v4i1 590
  3. Potensi Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak Sapi Sebagai Pupuk Kompos Ramah Lingkungan | Jurnal Pendidikan,... jurnal.minartis.com/index.php/jpst/article/view/1325Potensi Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak Sapi Sebagai Pupuk Kompos Ramah Lingkungan Jurnal Pendidikan jurnal minartis index php jpst article view 1325
Read online
File size468.67 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test