DWCUDWCU

Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies

Artikel ini mengeksplorasi konsep Tuhan yang termarginalkan dalam konteks modernitas dan postmodernitas, di mana sekularisasi dipahami bukan sebagai penghapusan agama melainkan sebagai transformasi relasi manusia dengan Yang Ilahi. Melalui pendekatan transdisipliner yang mengintegrasikan teopoetika, jalur-jalur mistik, dan seksualitas, teks ini merefleksikan secara kritis upaya rekonstruksi spiritualitas di tengah dominasi teknologi dan logika berbasis data. Teopoetika menghadirkan ulang Tuhan bukan sebagai entitas absolut melainkan sebagai sebuah “peristiwa (event) yang termanifestasi dalam pengalaman sehari-hari. Sementara itu, mistisisme Meister Eckhart menekankan penyatuan dengan Tuhan (Unio Mystica) melalui pelenyapan ego dan kesunyian kontemplatif. Tubuh dan seksualitas diposisikan sebagai medium transendensi, mengatasi dualisme spirit-materi, serta memupuk inklusivitas spiritual di tengah beragam identitas gender dan orientasi seksual. Tantangan yang dihadapi Generasi Z dan Alpha di era digital—seperti alienasi dan kehampaan eksistensial, yang merangkul keraguan dan dialog lintas-batas. Dokumen ini menyimpulkan bahwa spiritualitas masa depan harus inklusif, dialogis, dan berakar pada cinta tanpa syarat, di mana Tuhan hadir bukan melalui dogma melainkan dalam relasi manusia yang membumi. Prinsip-prinsip seperti rasa hormat, welas asih, kepekaan, dan keintiman berfungsi sebagai pilar untuk membangun ruang-ruang spiritual baru di dunia digital.

Paper ini menegaskan bahwa sekularisasi tidak menghilangkan Tuhan melainkan mengubah cara manusia berhubungan dengan Yang Ilahi, sehingga membuka ruang bagi rekonstruksi spiritualitas yang inklusif.Pendekatan teopoetika, mistisisme, dan pemaknaan tubuh serta seksualitas menunjukkan bahwa pengalaman sehari-hari dapat menjadi medium transendensi yang melampaui dualisme roh‑badan.Di era digital, generasi muda membutuhkan spiritualitas yang dialogis, berbasis cinta tanpa syarat, dan berlandaskan prinsip hormat, welas asih, kepekaan, serta keintiman untuk membangun ruang spiritual yang relevan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana praktik teopoetika dapat diintegrasikan dalam platform digital edukatif untuk memperkuat rasa spiritualitas inklusif pada generasi Z; selanjutnya, sebuah studi kualitatif dapat mengeksplorasi pengalaman Unio Mystica dalam konteks virtual reality, menguji apakah lingkungan digital dapat memfasilitasi keadaan kontemplatif dan penyatuan dengan Tuhan; terakhir, penelitian interdisipliner dapat meneliti hubungan antara ekspresi seksual yang aman dan pembangunan komunitas daring yang berbasis prinsip respect, compassion, sensitivity, dan intimacy, guna mengidentifikasi dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis dan spiritual pengguna. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pengembangan kebijakan digital yang mendukung inklusivitas spiritual, sekaligus memperkaya literatur tentang spiritualitas pasca‑tuhan dalam era teknologi.

  1. The Marginalised God: Teopoetika, Jalan Mistik, dan Seksualitas Pasca Tuhan | Aradha: Journal of Divinity,... journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/aradha/article/view/1517The Marginalised God Teopoetika Jalan Mistik dan Seksualitas Pasca Tuhan Aradha Journal of Divinity journal theo ukdw ac index php aradha article view 1517
  2. Theopoetics | Indonesian Journal of Theology. theopoetics indonesian journal theology improper authors... indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/463Theopoetics Indonesian Journal of Theology theopoetics indonesian journal theology improper authors indotheologyjournal index php home article view 463
  3. Kehampaan (Nothingness): Sebuah Jalan Interspiritualitas | GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual... doi.org/10.21460/gema.2021.61.636Kehampaan Nothingness Sebuah Jalan Interspiritualitas GEMA TEOLOGIKA Jurnal Teologi Kontekstual doi 10 21460 gema 2021 61 636
Read online
File size351.3 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test