DWCUDWCU
Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesArtikel ini membahas diskursus Kristologi kosmik, khususnya dengan memanfaatkan wawasan konseptual dalam dunia fisika kuantum. Berangkat dari pandangan bahwa konsep keselamatan Kristologi klasik yang hanya berpusat pada manusia sehingga cenderung mengabaikan aspek kosmik-ekologis, justru berdampak dalam konteks krisis ekologis yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, melalui penelitian ini, dengan berfokus pada konsep Kristo-kuantum oleh John Polkinghorne dan inter-karnasi dari Catherine Keller, keduanya menawarkan gagasan keterhubungan antara Allah dan alam melalui inkarnasi Kristus. Polkinghorne menghubungkan wawasan dunia kuantum mengenai dualisme gelombang-partikel dan quantum entanglement untuk menunjukkan keterhubungan antara dwinatur Kristus dengan aktivitas dunia kuantum, sementara Keller memandang inkarnasi Kristus sebagai bentuk kehadiran kosmik yang mencakup semua unsur alam. Eksplorasi terhadap pemikiran Polkinghorne dan Keller, serta realita ekologis menggunakan metode kualitatif yang berbasis pada kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik konsep Kristo-kuantum maupun inter-karnasi membuka jalan untuk pemahaman Kristologi yang lebih holistik dan ekologis, di mana keselamatan meliputi relasi antar-entitas di alam semesta baik pada tataran makro (alam yang kelihatan) maupun tataran mikro (alam pada tataran kuantum). Kedua konsep ini menunjukkan bagaimana semua unsur alam saling terkait dan memainkan peran penting dalam manifestasi Kerajaan Allah di dunia. Pada akhirnya, tulisan ini hendak menawarkan paradigma ekologi holistik berbasis Kristologi kosmik-kuantum yang menekankan tanggung jawab ekologis manusia sebagai bagian integral dari keselamatan. Paradigma ini mendukung kesadaran akan keterhubungan kosmik yang kritis untuk menghadapi isu ekologis kontemporer, dan menunjukkan bahwa kerusakan terhadap alam berdampak pada kemanusiaan dan relasi dengan Allah.
Pernyataan Yesus mengenai batu-batu yang bersorak merepresentasikan keterhubungan yang resiprokal antara Allah yang berinkarnasi melalui realitas kosmik.Dalam refleksi Kristologi kosmik, unsur-unsur alam juga turut memainkan peranan penting dalam menyambut misi Kerajaan Allah di dunia.Bagaimana pun pandangan Kristologi klasik, dualisme Cartesian, serta pandangan materialisme reduksionis telah memisah-misahkan realitas sedemikian rupa sehingga implikasi dari inkarnasi Kristus seolah-olah terisolasi dari realitas material dan ekologis secara menyeluruh.Padahal, krisis ekologi yang terjadi akhir-akhir ini pun merupakan bagian dari kontribusi agama-agama, terkhususnya Kekristenan dengan pandangan antroposentrisme dan nalar instrumentalnya.Oleh karena itu, melalui refleksi kritis terhadap gagasan Kristologi kosmik yang dibangun dalam tataran dunia kuantum seperti yang diusung oleh Polkinghorne dan konsep interkarnasi Keller membuka wawasan baru mengenai bagaimana konsep-konsep keterhubungan kosmik (superposisi dan quantum entanglement), kreativitas, serta kesatuan inkarnatif memberi kesadaran ekologis yang lebih mendalam dan holistik.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai implikasi gagasan Kristo-kuantum terhadap teologi ekologi, khususnya dalam konteks perubahan iklim. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana pemahaman tentang keterhubungan kuantum dapat mendorong tindakan nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model teologis yang mengintegrasikan konsep inter-karnasi dengan perspektif keadilan sosial dan ekologi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa upaya-upaya pelestarian lingkungan tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat marginal. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana gagasan tentang batu yang bersorak dapat menjadi metafora untuk memperluas pemahaman kita tentang peran alam dalam kehidupan spiritual dan religius. Penelitian ini dapat melibatkan studi etnografi terhadap komunitas-komunitas lokal yang memiliki hubungan erat dengan alam dan mempelajari bagaimana mereka memahami dan menghormati lingkungan sekitar.
- Meninjau Kristologi Kosmik melalui Gagasan Kristo-Kuantum John Polkinghorne dan Interkarnasi Catherine... journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/aradha/article/view/1495Meninjau Kristologi Kosmik melalui Gagasan Kristo Kuantum John Polkinghorne dan Interkarnasi Catherine journal theo ukdw ac index php aradha article view 1495
- Agama dan Kerusakan Ekologi: Mempertimbangkan “Tesis White” dalam Konteks Indonesia | GEMA... doi.org/10.21460/gema.2020.52.614Agama dan Kerusakan Ekologi Mempertimbangkan AuTesis WhiteAy dalam Konteks Indonesia GEMA doi 10 21460 gema 2020 52 614
| File size | 323.37 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
STFXAMBONSTFXAMBON Namun, Allah tidak kehilangan belas kasihnya. Islam lahir di tengah krisis manusia untuk menjawabnya dengan cinta dan belas kasih. Hasil studi menunjukkanNamun, Allah tidak kehilangan belas kasihnya. Islam lahir di tengah krisis manusia untuk menjawabnya dengan cinta dan belas kasih. Hasil studi menunjukkan
STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU Refleksi teologis menegaskan bahwa Hopong Ngae dapat menjadi medium kontekstualisasi iman Kristen dalam kehidupan agraris jemaat. Namun, tantangan munculRefleksi teologis menegaskan bahwa Hopong Ngae dapat menjadi medium kontekstualisasi iman Kristen dalam kehidupan agraris jemaat. Namun, tantangan muncul
STIPASSTIPAS Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Huma Betang memiliki kekayaan spiritual dan ekologis yang relevan untuk diintegrasikan ke dalam penghayatanPenelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Huma Betang memiliki kekayaan spiritual dan ekologis yang relevan untuk diintegrasikan ke dalam penghayatan
PENERBITPENERBIT Jika penerapan kearifan lokal siswa miskin ekstrem SMP berhasil maka kesadaran pemahaman mengenai konten budaya lokal, minimnya media pembelajaran berbasisJika penerapan kearifan lokal siswa miskin ekstrem SMP berhasil maka kesadaran pemahaman mengenai konten budaya lokal, minimnya media pembelajaran berbasis
PENERBITPENERBIT Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan bentuk keterlibatan orang tua dan komite sekolah dalam kearifan lokal Sekolah Ramah Anak (SRA); serta (2)Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan bentuk keterlibatan orang tua dan komite sekolah dalam kearifan lokal Sekolah Ramah Anak (SRA); serta (2)
PENERBITPENERBIT Oleh karena itu, diperlukan model tata kelola hibrid yang mengintegrasikan akuntabilitas modern dengan norma serta kelembagaan adat untuk memperkuat peranOleh karena itu, diperlukan model tata kelola hibrid yang mengintegrasikan akuntabilitas modern dengan norma serta kelembagaan adat untuk memperkuat peran
DWCUDWCU Artikel ini mengeksplorasi konsep Tuhan yang termarginalkan dalam konteks modernitas dan postmodernitas, di mana sekularisasi dipahami bukan sebagai penghapusanArtikel ini mengeksplorasi konsep Tuhan yang termarginalkan dalam konteks modernitas dan postmodernitas, di mana sekularisasi dipahami bukan sebagai penghapusan
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Inilah suatu bentuk perkembangan baru berkaitan dengan teologi yang sesungguhnya dalam kehidupan Gereja. Dengan demikian muncul beberapa teolog yang mulaiInilah suatu bentuk perkembangan baru berkaitan dengan teologi yang sesungguhnya dalam kehidupan Gereja. Dengan demikian muncul beberapa teolog yang mulai
Useful /
PENERBITPENERBIT Inilah yang menjadi kebaruan (novelty) dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami Rejang Keraman sebagai ekspresi teologis dalamInilah yang menjadi kebaruan (novelty) dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami Rejang Keraman sebagai ekspresi teologis dalam
PENERBITPENERBIT Bhatara Kala dalam pandangan masyarakat umum sering dianggap sebagai sosok menakutkan, jahat, dan berwujud raksasa. Namun, menurut naskah Lontar Kala Tatwa,Bhatara Kala dalam pandangan masyarakat umum sering dianggap sebagai sosok menakutkan, jahat, dan berwujud raksasa. Namun, menurut naskah Lontar Kala Tatwa,
PENERBITPENERBIT Berpijak dari hal tersebut, tujuan dari kajian ini untuk menganalisis faktor penghambat penegakan hukumnya, dan kaitannya dengan ajaran suci Hindu. PenelitianBerpijak dari hal tersebut, tujuan dari kajian ini untuk menganalisis faktor penghambat penegakan hukumnya, dan kaitannya dengan ajaran suci Hindu. Penelitian
PENERBITPENERBIT Penelitian ini dapat membantu meningkatkan wawasan tentang pentingnya pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, khususnya budaya Bali, untuk membentukPenelitian ini dapat membantu meningkatkan wawasan tentang pentingnya pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, khususnya budaya Bali, untuk membentuk