YLIIYLII

Jurnal Literasi AkuntansiJurnal Literasi Akuntansi

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak dari audit jarak jauh dan teknologi informasi terhadap kualitas audit di Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini didorong oleh kebijakan efisiensi anggaran nasional, yang bertujuan untuk mengeksplorasi apakah praktik audit berbasis digital dapat meningkatkan efektivitas, akurasi, dan kredibilitas hasil audit meskipun sumber daya terbatas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan 36 auditor dari BPK RI Sulawesi Barat sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan dukungan uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik audit jarak jauh maupun teknologi informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, baik secara parsial maupun simultan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,670 menunjukkan bahwa 67% variasi kualitas audit dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini mengonfirmasi bahwa praktik audit digital meningkatkan efisiensi, ketepatan waktu, dan akurasi pemeriksaan keuangan di sektor publik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa remote audit dan teknologi informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit pada BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat.Penerapan audit berbasis digital terbukti mampu meningkatkan efektivitas, akurasi, serta keandalan hasil pemeriksaan meskipun dalam keterbatasan anggaran.Nilai determinasi sebesar 0,670 mengindikasikan bahwa 67% variasi kualitas audit dijelaskan oleh kedua variabel utama tersebut.Secara empiris, hasil ini memperkuat pentingnya inovasi audit jarak jauh dalam mendukung efisiensi kinerja lembaga pemeriksa keuangan di era digitalisasi.

Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi kualitas audit, seperti independensi auditor, pengalaman kerja, etika profesi, atau budaya organisasi. Kedua, pendekatan mixed methods dapat digunakan untuk menggali lebih dalam aspek perilaku dan persepsi auditor terhadap efektivitas audit digital. Ketiga, perluasan objek penelitian ke lembaga pemeriksa di wilayah lain akan meningkatkan generalisasi hasil. Terakhir, integrasi antara teori Technology Acceptance Model (TAM), Social Presence Theory, dan socio-technical systems theory dapat memperkaya pemahaman tentang keseimbangan antara teknologi, manusia, dan budaya organisasi dalam meningkatkan kualitas audit publik.

Read online
File size335.65 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test