UNIHAZUNIHAZ

ENEN

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana alam yang tinggi, sehingga literasi mitigasi bencana perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan formal di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman literasi mitigasi bencana siswa dalam pembelajaran Geografi pada Kurikulum Merdeka di SMAN 7 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang disebarkan kepada 104 siswa kelas XI yang dipilih secara acak. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik statistik deskriptif untuk mengetahui persentase tingkat pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pemahaman pada kategori paham hingga sangat paham, dengan rata-rata persentase di atas 76 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi materi mitigasi bencana dalam pembelajaran Geografi mampu meningkatkan literasi kebencanaan siswa. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya penguatan metode pembelajaran kontekstual dan praktis, seperti studi kasus lokal dan simulasi kebencanaan, agar siswa memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi risiko bencana di wilayah rawan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan strategi pembelajaran Geografi yang lebih aplikatif dan relevan dengan kondisi daerah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap literasi mitigasi bencana di SMAN 7 Kota Bengkulu berada dalam kategori Sangat Paham, dengan persentase keseluruhan sebesar 86,96%.Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran Geografi dalam Kurikulum Merdeka telah memberikan kontribusi positif dalam membentuk literasi kebencanaan yang menyeluruh.Dengan demikian, literasi mitigasi bencana perlu terus diperkuat di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang tangguh, sadar risiko, dan siap menghadapi bencana.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pembelajaran kontekstual, seperti penggunaan studi kasus lokal yang lebih mendalam atau pengembangan simulasi bencana yang lebih realistis, dalam meningkatkan literasi mitigasi bencana siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur berbagai dimensi literasi mitigasi bencana, termasuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi literasi mitigasi bencana siswa, seperti peran keluarga, masyarakat, dan media massa, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat diintegrasikan dalam program pendidikan kebencanaan yang lebih holistik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana alam di Indonesia.

  1. PERANAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM PEMBENTUKAN SIKAP PESERTA DIDIK TERHADAP MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI... ejournal.upi.edu/index.php/gea/article/view/4185PERANAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM PEMBENTUKAN SIKAP PESERTA DIDIK TERHADAP MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI ejournal upi edu index php gea article view 4185
Read online
File size759.46 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test