TRISAKTITRISAKTI

International Journal on Livable SpaceInternational Journal on Livable Space

Implementasi isolasi termal pada dinding bangunan menjadi strategi penting untuk mengurangi beban pendinginan dan meningkatkan efisiensi energi, terutama pada iklim tropis. Selama dekade terakhir, peneliti secara bertahap menggunakan metodologi empiris maupun komputasional untuk mengevaluasi efektivitas isolasi di bawah berbagai kondisi lingkungan dan material. Penelitian ini melakukan tinjauan komprehensif terhadap kerangka metodologis penelitian isolasi termal dinding bangunan yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2024, dengan penekanan pada desain eksperimental hibrida yang mengintegrasikan pengukuran fisik dengan simulasi digital untuk menghasilkan data yang lebih akurat, dapat diandalkan, dan relevan secara kontekstual. Metode yang digunakan berupa systematic literature review (SLR) terhadap 52 artikel ilmiah, yang dikategorikan menjadi empat pendekatan: eksperimen fisik lapangan, eksperimen fisik laboratorium, eksperimen digital, dan eksperimen hibrida. Eksperimen digital mendominasi (46%) dengan EnergyPlus sebagai alat paling sering dipakai, sementara eksperimen hibrida menunjukkan peningkatan rigor analitis melalui validasi silang, eksplorasi skenario yang beragam, dan penilaian kinerja termal menyeluruh. Penggabungan data empiris dengan eksperimen digital secara signifikan meningkatkan presisi dan relevansi kontekstual evaluasi isolasi termal, serta memungkinkan simulasi kondisi jangka panjang atau ekstrem yang sulit dilakukan secara fisik.

Penelitian ini menekankan pentingnya menggabungkan eksperimen fisik dan digital dalam studi isolasi termal dinding, dimana 46% studi yang ditinjau menggunakan pendekatan digital, diikuti oleh pendekatan lapangan (23%), laboratorium (14%), dan hibrida (17%).Meskipun pendekatan hibrida masih kurang dimanfaatkan, ia menawarkan kerangka metodologis yang seimbang dengan memungkinkan validasi numerik, konfirmasi perilaku termal, penilaian awal yang biaya‑efisien, serta simulasi kondisi jangka panjang atau ekstrem yang sulit diuji secara fisik.Karena keterbatasan rentang publikasi (2020‑2024) dan keberagaman iklim studi, diperlukan penelitian lanjutan yang fokus pada zona iklim tertentu dan definisi tujuan jelas bagi pendekatan hibrida.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan metodologi eksperimental hibrida dapat dioptimalkan untuk iklim tropis Indonesia, dengan menguji keakuratan model digital yang dikalibrasi menggunakan data lapangan spesifik daerah, termasuk variasi bahan lokal dan kondisi mikroklimat. Selanjutnya, diperlukan pengembangan protokol standar yang mengintegrasikan pengukuran fisik—seperti nilai U, konduktivitas termal, dan profil kelembaban—ke dalam simulasi digital (misalnya EnergyPlus atau TRISCO), untuk mengevaluasi proses validasi dan skala model secara sistematis. Selain itu, studi dapat mengeksplorasi kemampuan metode hibrida dalam memprediksi performa jangka panjang serta respon terhadap kondisi ekstrem melalui kombinasi uji percepatan iklim di laboratorium dan simulasi multifizik, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang ketahanan termal material isolasi. Penelitian-penelitian ini juga dapat mengkaji dampak ekonomi dan lingkungan dari strategi hibrida, dengan membandingkan biaya awal, penghematan energi, dan jejak karbon dibandingkan pendekatan konvensional. Dengan demikian, hasilnya akan memperkuat fondasi ilmiah bagi desain envelope bangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim, sekaligus meningkatkan keandalan hasil penelitian melalui verifikasi empiris dan prediksi digital yang terintegrasi.

Read online
File size592.94 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test