UMKLAUMKLA

WASATHON Jurnal Pengabdian MasyarakatWASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Desa Bengking, Kecamatan Jatinom, khususnya pada musim hujan, dipicu oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bengking melalui peningkatan pengetahuan dan praktik pencegahan DBD, utamanya melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 4M Plus. Sebanyak 40 anggota KWT berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta terkait bahaya DBD, siklus hidup nyamuk, gejala, serta strategi pencegahan dan penanganan. Keberhasilan program ini terbukti dari komitmen masyarakat untuk melakukan gerakan kebersihan lingkungan dan mengkonsumsi ramuan herbal, yang secara kolektif diharapkan dapat mengurangi insiden DBD dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Bengking secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Bengking, Kecamatan Jatinom, telah berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).Pendekatan promotif dan preventif melalui penyuluhan komprehensif, meliputi edukasi mengenai metode 4M Plus untuk pemberantasan sarang nyamuk dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) seperti daun jambu biji dan temu kunci, terbukti efektif.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, serta tumbuhnya minat dan komitmen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengadopsi pola hidup sehat dengan memanfaatkan tanaman herbal lokal.Keberhasilan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan insiden kasus DBD dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Desa Bengking secara berkelanjutan.

Untuk memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang dari program ini, beberapa rekomendasi dapat dilakukan. Pertama, pembiasaan penanaman dan pemanfaatan TOGA perlu terus digalakkan sebagai upaya mandiri menjaga kesehatan. Kedua, disarankan untuk terus melakukan pengawasan dan pemantauan rutin terhadap kasus DBD dan praktik pencegahan di masyarakat. Ketiga, dukungan berkelanjutan dalam bentuk fasilitasi, pembinaan, dan penyediaan informasi terbaru sangat penting untuk menghindari lonjakan kasus DBD di masa mendatang. Keempat, potensi Dusun Karangkendal sebagai desa wisata pertanian herbal perlu dieksplorasi lebih lanjut. Kelima, integrasi program kesehatan dengan pengembangan ekonomi lokal dapat menciptakan ekosistem yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Read online
File size145.15 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test