TIGA MUTIARATIGA MUTIARA

Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaMutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh self-efficacy, dukungan sosial, dan optimisme terhadap grit pada anggota Tamtama TNI-AD yang mengikuti tes alih golongan Sekolah Calon Bintara (Secaba) reguler. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel yang digunakan adalah 50 anggota Tamtama yang terpilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur ketiga variabel independen (self-efficacy, dukungan sosial, dan optimisme) serta grit sebagai variabel dependen. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa self-efficacy, dukungan sosial, dan optimisme memiliki pengaruh signifikan terhadap grit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan grit, diikuti oleh optimisme dan self-efficacy. Secara keseluruhan, ketiga variabel tersebut berkontribusi sebesar 75,4% terhadap tingkat grit anggota Tamtama TNI-AD.

Self‑efficacy, dukungan sosial, dan optimisme secara signifikan memengaruhi tingkat grit anggota Tamtama TNI‑AD yang mengikuti tes Secaba, dengan kontribusi gabungan sebesar 75,4 % dan dukungan sosial memberikan kontribusi terbesar.Tingkat self‑efficacy yang tinggi meningkatkan ketekunan, sementara optimisme memperkuat motivasi positif dalam menghadapi tantangan.Kombinasi ketiga faktor tersebut menciptakan sinergi yang memperkuat daya juang dan konsistensi dalam mencapai tujuan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki faktor‑faktor tambahan yang memengaruhi grit, seperti dimensi kepribadian, motivasi intrinsik, dan karakteristik lingkungan kerja, untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai determinan ketekunan. Selanjutnya, studi dapat memperluas populasi sampel dengan melibatkan anggota militer dari satuan atau institusi lain, termasuk prajurit dengan jenjang karir berbeda, guna menilai generalisasi temuan di luar kelompok Tamtama. Penelitian intervensi juga diperlukan untuk merancang dan menguji program pelatihan yang secara khusus meningkatkan self‑efficacy, optimisme, dan dukungan sosial dalam konteks militer, serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan grit. Selain itu, pendekatan longitudinal dapat diterapkan untuk memantau perubahan grit serta pengaruh faktor‑faktor tersebut dalam jangka panjang, terutama dalam kaitannya dengan keberhasilan karir dan performa operasional. Dengan mengintegrasikan analisis faktor tambahan, variasi sampel, dan evaluasi intervensi, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman tentang mekanisme pembentukan grit dan memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan militer.

Read online
File size527.74 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test