STAINUPASTAINUPA
Jurnal Pendidikan Agama IslamJurnal Pendidikan Agama IslamPesantren di Indonesia semakin mengadopsi sistem kurikulum ganda dengan mengintegrasikan kurikulum nasional dan kurikulum diniyah (agama) untuk menghasilkan lulusan yang kompeten baik di bidang akademik maupun religius. Namun, integrasi tersebut menimbulkan tekanan kapasitas institusional yang jarang dianalisis secara sistematis. Penelitian ini mengidentifikasi dan menjelaskan trade‑off kapasitas yang muncul dalam pelaksanaan kurikulum ganda pada pesantren, dengan mengusulkan Model Triad Bottleneck Capacity Trade‑Off sebagai kerangka analitis baru. Studi kualitatif instrumental dengan desain studi kasus tunggal dilakukan di Pondok Pesantren Modern Al‑Anwar, Pacitan, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara semi‑terstruktur dengan kiai, direktur KMI, kepala madrasah, ustadz/ustadzah, dan mahasiswa, serta didukung oleh observasi partisipatif dan non‑partisipatif serta analisis dokumentasi. Analisis tematik mengikuti kerangka Miles & Huberman serta Braun & Clarke dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan mengungkap tiga bottleneck kapasitas yang saling terkait: (1) beban kerja siswa dan kapasitas pemulihan, di mana beban kurikulum ganda mengurangi waktu pemulihan dan menimbulkan kelelahan akademik; (2) kapasitas jembatan pedagogik guru, di mana guru kurang kompeten menghubungkan pendekatan salafiyah dengan pedagogik modern; dan (3) kapasitas penyelarasan penilaian‑evaluasi, kesulitan menyelaraskan sistem penilaian dua tradisi evaluatif yang berbeda. Model Triad Bottleneck Capacity Trade‑Off menjelaskan mengapa integrasi kurikulum ganda yang secara struktural berhasil sering gagal secara operasional. Keberlanjutan ditentukan bukan hanya oleh desain kurikulum, melainkan oleh kapasitas institusional untuk mengelola trade‑off pada ketiga dimensi secara simultan.
Penelitian ini memperkenalkan kerangka analitis baru, yaitu model Triad Bottleneck Capacity Trade‑Off, yang menjelaskan bahwa kegagalan operasional integrasi kurikulum ganda pada pesantren disebabkan oleh keterbatasan kapasitas institusional pada tiga dimensi.beban kerja siswa, kemampuan pedagogik guru, dan keselarasan penilaian.Implikasi kebijakan menekankan perlunya standar minimum kapasitas institusional dalam regulasi pesantren, termasuk batas beban kontak institusional, kualifikasi guru dengan pelatihan jembatan pedagogik, serta kerangka penilaian terpadu yang mengakomodasi dimensi kognitif, afektif‑spiritual, dan keterampilan.Keterbatasan studi terletak pada satu kasus tunggal dan data cross‑sectional, sehingga direkomendasikan penelitian lanjutan berupa studi komparatif multi‑kasus, longitudinal, serta validasi kuantitatif model melalui pengembangan indeks trade‑off kapasitas.
Penelitian lanjutan sebaiknya melakukan studi komparatif multi‑kasus pada pesantren dengan karakteristik berbeda, guna menguji keandalan dan generalisasi Model Triad Bottleneck Capacity Trade‑Off serta mengidentifikasi faktor‑faktor kontekstual yang memoderasi trade‑off kapasitas. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang mengikuti cohort siswa dan guru selama beberapa tahun dapat memetakan dinamika evolusi beban kerja, kemampuan pedagogik, dan penyelarasan penilaian, sehingga memungkinkan pemahaman bagaimana intervensi kebijakan atau program pelatihan mempengaruhi keseimbangan ketiga bottleneck dari waktu ke waktu. Ketiga, pengembangan dan validasi instrumen kuantitatif berupa Capacity Trade‑Off Index diperlukan untuk mengukur secara numerik tingkat tekanan pada masing‑masing dimensi, yang selanjutnya dapat dihubungkan dengan indikator kinerja akademik, spiritual, dan kesejahteraan siswa, serta efektivitas guru, sehingga memberikan dasar empiris bagi perancangan kebijakan berbasis bukti. Penelitian-penelitian ini tidak hanya akan memperkaya literatur tentang manajemen kapasitas institusional pada pendidikan pesantren, tetapi juga menyediakan panduan praktis bagi pembuat regulasi, pimpinan pesantren, dan penyedia pelatihan dalam merancang strategi mitigasi trade‑off yang berkelanjutan.
- Academic Study of Indonesian Islam: A Biographical Account, 1970-2014 | Steenbrink | Al-Jami'ah:... doi.org/10.14421/ajis.2015.532.337-365Academic Study of Indonesian Islam A Biographical Account 1970 2014 Steenbrink Al Jamiah doi 10 14421 ajis 2015 532 337 365
- Inside the Hybrid Organization: Selective Coupling as a Response to Competing Institutional Logics |... doi.org/10.5465/amj.2011.0405Inside the Hybrid Organization Selective Coupling as a Response to Competing Institutional Logics doi 10 5465 amj 2011 0405
- Integration of School Curriculum and Islamic Boarding Schools in Preparing the Golden Generation with... doi.org/10.1051/shsconf/202420503001Integration of School Curriculum and Islamic Boarding Schools in Preparing the Golden Generation with doi 10 1051 shsconf 202420503001
- Multiple Institutional Logics in Organizations: Explaining Their Varied Nature and Implications | Academy... journals.aom.org/doi/10.5465/amr.2011.0431Multiple Institutional Logics in Organizations Explaining Their Varied Nature and Implications Academy journals aom doi 10 5465 amr 2011 0431
| File size | 269.08 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
STITMUBASTITMUBA Penelitian ini menganalisis strategi intervensi pemerintah daerah Pamekasan dan Sumenep dalam membantu pelaku usaha UMKM memenuhi kewajiban sertifikasiPenelitian ini menganalisis strategi intervensi pemerintah daerah Pamekasan dan Sumenep dalam membantu pelaku usaha UMKM memenuhi kewajiban sertifikasi
LAKASPIALAKASPIA Strategi tersebut meliputi perencanaan bersama, keterlibatan tim dalam pembagian tugas, delegasi berdasarkan kompetensi, dan kejelasan wewenang. SelainStrategi tersebut meliputi perencanaan bersama, keterlibatan tim dalam pembagian tugas, delegasi berdasarkan kompetensi, dan kejelasan wewenang. Selain
STITMUBASTITMUBA Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru dalam memahami perkembangan sains modern, ketiadaan sumber daya pembelajaran, serta resistensi dariTantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru dalam memahami perkembangan sains modern, ketiadaan sumber daya pembelajaran, serta resistensi dari
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan dalam implementasi fatwa, seperti pemahaman masyarakat yang terbatas dan potensi konflik denganSelain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan dalam implementasi fatwa, seperti pemahaman masyarakat yang terbatas dan potensi konflik dengan
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Kajian ini relevan untuk memahami bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran dapat diterapkan dalam kehidupan sosial umat manusia, terutama diKajian ini relevan untuk memahami bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran dapat diterapkan dalam kehidupan sosial umat manusia, terutama di
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA 0, yang ditandai dengan penggunaan inovasi revolusi industri 4. 0 untuk mengatasi masalah sosial. Dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi0, yang ditandai dengan penggunaan inovasi revolusi industri 4. 0 untuk mengatasi masalah sosial. Dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Penelitian ini membahas hak-hak perempuan dalam amar putusan cerai di Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas 1B berdasarkan perspektif Maqashid Syariah.Penelitian ini membahas hak-hak perempuan dalam amar putusan cerai di Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas 1B berdasarkan perspektif Maqashid Syariah.
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Hasil analisis menunjukkan bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah memiliki peran signifikan dalam memediasi hubungan antara aksesibilitas laporanHasil analisis menunjukkan bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah memiliki peran signifikan dalam memediasi hubungan antara aksesibilitas laporan
Useful /
PENACCELERATIONPENACCELERATION Oleh karena itu, diperlukan pembaruan kebijakan yang mengedepankan keadilan sosial, transparansi, dan keberlanjutan guna memastikan stabilitas jangka pendekOleh karena itu, diperlukan pembaruan kebijakan yang mengedepankan keadilan sosial, transparansi, dan keberlanjutan guna memastikan stabilitas jangka pendek
PENACCELERATIONPENACCELERATION Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan sinergi antara pendidikan, digitalisasi, sertifikasi, dan inovasi produk agar ekonomi halal dapat berkembangUntuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan sinergi antara pendidikan, digitalisasi, sertifikasi, dan inovasi produk agar ekonomi halal dapat berkembang
PENACCELERATIONPENACCELERATION Islam mengenal faktor-faktor produksi utama yakni alam, tenaga kerja, modal, dan manajemen yang harus dikelola secara etis dan sesuai prinsip syariat.Islam mengenal faktor-faktor produksi utama yakni alam, tenaga kerja, modal, dan manajemen yang harus dikelola secara etis dan sesuai prinsip syariat.
USIUSI Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara skorPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara skor