STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI

Jurnal Pengabdian Masyarakat STIA LK (PESAT)Jurnal Pengabdian Masyarakat STIA LK (PESAT)

Pendidikan politik merupakan agenda yang sangat penting, karena dalam melangsungkan pembangunan sebuah bangsa memerlukan syarat untuk keterdidikan rakyat secara politik. Rakyat yang terdidik secara politik adalah warga negara, sehingga ia bisa secara sadar mandiri ikut berpartisipasi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pembangunan. Dengan pendidikan politik masyarakat dimungkinkan untuk memiliki kebudayaan politik yang ideal, yakni kesadaran untuk mendukung sistem politik dan sekaligus mampu memberikan kritik dan koreksi.

Dengan demikian, kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat bukan hanya menjadi prioritas nasional, tetapi juga merupakan langkah kunci menuju masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan terlibat aktif dalam proses pembangunan.Melalui kolaborasi yang erat antara pemateri, peserta, dan elemen-elemen masyarakat setempat, diharapkan dampak positif kegiatan ini dapat terus dirasakan dan berkembang dalam jangka panjang.

Untuk memastikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan dari program pendidikan politik bagi perempuan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menarik untuk dilakukan. Pertama, penting untuk mengukur secara lebih mendalam bagaimana pendidikan politik yang diberikan benar-benar mempengaruhi tingkat partisipasi politik perempuan dalam jangka panjang. Apakah setelah beberapa waktu, perempuan yang mengikuti program ini lebih aktif dalam pemilihan umum, musyawarah desa, atau organisasi politik lokal dibandingkan dengan yang tidak? Pertanyaan ini bisa dijawab melalui studi yang mengikuti peserta selama beberapa tahun untuk melihat perubahan perilaku politik mereka. Kedua, mengingat bahwa tantangan partisipasi perempuan seringkali tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga terpengaruh oleh faktor sosial dan budaya, penelitian selanjutnya dapat menelisik lebih jauh hambatan-hambatan tak terlihat ini. Misalnya, bagaimana pandangan masyarakat atau keluarga terhadap perempuan yang aktif berpolitik, dan strategi apa yang paling efektif untuk mengubah persepsi tersebut agar lebih mendukung keterlibatan perempuan? Ketiga, akan sangat berharga untuk membandingkan keberhasilan model pendidikan politik serupa di berbagai wilayah. Apakah pendekatan yang berhasil di satu kelurahan juga efektif di daerah pedesaan terpencil, atau di kota besar dengan dinamika sosial yang berbeda? Memahami perbedaan ini dapat membantu menyusun program pendidikan politik yang lebih sesuai dan tepat sasaran di seluruh Indonesia, sehingga partisipasi politik perempuan dapat meningkat secara merata dan berkelanjutan.

Read online
File size307.16 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test