IITSSIITSS

Jurnal Sinar EdukasiJurnal Sinar Edukasi

Pendidikan berbasis iman di Indonesia telah lama berakar pada prinsip sentral Tawhid - kesatuan Tuhan - yang menjadi fondasi pandangan dunia Islam dan kesadaran moral. Studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai Tawhid membentuk ideologi pendidikan Muhammadiyah dan mempengaruhi peran guru dalam mempromosikan pembelajaran holistik. Dipandu oleh desain penelitian campuran, studi ini melibatkan 200 guru dan siswa dari sekolah dan universitas Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui kuesioner survei dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan pengkodean tematik. Temuan mengungkapkan bahwa guru yang menginternalisasi nilai-nilai Tawhid menunjukkan kepemimpinan etis yang lebih kuat, pedagogi berpusat pada siswa, dan pendekatan integratif antara iman, pengetahuan, dan pelayanan. Peserta menganggap bahwa perwujudan Tawhid dalam mengajar tidak hanya menumbuhkan kesadaran spiritual siswa tetapi juga meningkatkan disiplin, empati, dan rasa tanggung jawab terhadap komunitas. Studi ini menyimpulkan bahwa Tawhid berfungsi sebagai ideologi pendidikan Muhammadiyah, membimbing guru untuk menjadi pendidik yang beretika. Studi ini merekomendasikan program pengembangan profesional berkelanjutan yang menekankan pedagogi berbasis Tawhid untuk mempertahankan misi Muhammadiyah dalam menghasilkan generasi yang kompeten secara intelektual dan berakar secara spiritual.

Studi ini menyimpulkan bahwa pengajaran berbasis Tawhid berfungsi sebagai mekanisme sentral untuk menumbuhkan pertumbuhan intelektual, moral, dan spiritual dalam pendidikan Muhammadiyah.Temuan kuantitatif dan kualitatif secara konsisten mengungkapkan bahwa ketika guru mewujudkan nilai-nilai Tawhid - melalui kesungguhan, konsistensi etis, dan integrasi sadar iman dalam mengajar - siswa menunjukkan motivasi, disiplin, dan empati yang lebih besar.Hasil ini menunjukkan bahwa Tawhid beroperasi tidak hanya sebagai keyakinan teologis tetapi juga sebagai prinsip pendidikan transformasional yang menjembatani iman agama dan keunggulan akademik.Dalam konteks ini, pengajaran yang berakar pada Tawhid membentuk lingkungan moral kelas dan menginspirasi siswa untuk melihat belajar sebagai tindakan suci dan bermakna.Korelasi yang kuat antara integrasi iman dan motivasi akademik (r =.01) menekankan bahwa pendidikan yang berakar pada kesadaran ilahi menumbuhkan ketekunan dan rasa tujuan yang mendalam di antara pembelajar.Demikian pula, hubungan positif antara kepemimpinan etis dan disiplin siswa (r =.01) mencerminkan bagaimana guru yang bertindak sebagai teladan moral mempengaruhi perilaku etis siswa mereka.Ketika pembelajar menganggap guru mereka sebagai uswah hasanah - contoh hidup dari kesungguhan dan keadilan - mereka menginternalisasi kebajikan esensial seperti kejujuran, kerendahan hati, dan rasa hormat.Selain itu, inklusi refleksi spiritual dalam pengajaran berkorelasi dengan empati dan kerjasama yang lebih besar (r =.01), menunjukkan bahwa praktik reflektif menumbuhkan kecerdasan emosional di samping perkembangan intelektual.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan: Pertama, institusi Muhammadiyah harus mengintegrasikan pedagogi berbasis Tawhid secara sistematis ke dalam desain kurikulum pada setiap tingkat pendidikan. Program pelatihan guru harus mencakup modul tentang kepemimpinan spiritual, instruksi etis, dan pengajaran reflektif, memastikan bahwa setiap pendidik memahami Tawhid sebagai sistem nilai dan metodologi. Kedua, pengembangan profesional berkelanjutan harus membantu guru menyelaraskan prinsip-prinsip Tawhid dengan inovasi modern seperti pembelajaran digital, pendidikan berbasis proyek, dan pendekatan STEM. Pendidik muda yang terbuka terhadap sintesis spiritual-teknologis ini dapat menjadi pelopor reformasi pendidikan yang didorong oleh iman. Ketiga, program pengembangan siswa harus memberikan kesempatan terstruktur untuk menerapkan prinsip-prinsip Tawhid melalui layanan komunitas, penelitian terapan, dan kolaborasi antarumat beragama. Pengalaman seperti itu memungkinkan siswa untuk mengubah iman menjadi tindakan dan menghubungkan pengetahuan dengan etika sosial.

  1. Jurnal Sinar Edukasi. jurnal sinar edukasi skip main content navigation menu site footer current issue... iitss.or.id/ojs/index.php/jseJurnal Sinar Edukasi jurnal sinar edukasi skip main content navigation menu site footer current issue iitss ojs index php jse
Read online
File size236.42 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test