NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO

Moderasi : Journal of Islamic StudiesModerasi : Journal of Islamic Studies

Penelitian ini bertujuan mengkaji dinamika interaksi sosial generasi Z dalam ranah digital serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan sikap toleransi dan moderasi beragama di media sosial. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana terhadap konten TikTok bertema lintas agama serta kuesioner reflektif dari lima responden generasi Z digunakan; data dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai ruang pembelajaran sosial dan ekspresi identitas lintas iman, dimana nilai toleransi digital berkembang melalui negosiasi makna lintas agama, praktik empati digital, dan refleksi terhadap bias algoritma, serta dipengaruhi oleh nilai keluarga, pendidikan multikultural, literasi digital reflektif, dan paparan algoritmik.

Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial telah bertransformasi menjadi ruang publik digital yang berperan penting dalam membentuk wacana toleransi di kalangan Generasi Z Indonesia.Generasi ini tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi tampil sebagai aktor moral digital yang aktif menegosiasikan nilai, identitas, dan empati lintas iman.Sikap toleransi digital terbentuk melalui interaksi dinamis antara nilai keluarga, pendidikan multikultural, literasi digital reflektif, serta pengaruh algoritma media sosial yang membentuk cara pandang dan pola komunikasi antarindividu di ruang daring.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana mekanisme rekomendasi algoritma pada berbagai platform media sosial memengaruhi pembentukan sikap toleransi digital generasi Z melalui studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar dan beragam. Selanjutnya, diperlukan uji coba kurikulum terstruktur yang mengintegrasikan literasi empati digital dan moderasi beragama di sekolah untuk menilai dampaknya terhadap perilaku online generasi Z secara eksperimental. Terakhir, analisis komparatif antara generasi Z di daerah perkotaan dan pedesaan dapat mengungkap perbedaan pola negosiasi nilai toleransi, dengan menyoroti peran keluarga, komunitas, dan konteks sosial dalam membentuk sikap inklusif di ruang digital.

  1. Persepsi Generasi Z Terhadap Toleransi Beragama di Media Sosial | Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan... Doi.Org/10.30762/Asketik.V6i2.269Persepsi Generasi Z Terhadap Toleransi Beragama di Media Sosial Asketik Jurnal Agama dan Perubahan Doi Org 10 30762 Asketik V6i2 269
  2. Indonesian Netizens’ Digital Self and Identity Creation on Social Media | Komunikator. indonesian... journal.umy.ac.id/index.php/jkm/article/view/16541Indonesian NetizensAo Digital Self and Identity Creation on Social Media Komunikator indonesian journal umy ac index php jkm article view 16541
  3. Does the Glass Slipper Fit?: Disney Princess Films and Relationship Beliefs and Attitudes: Journal of... doi.org/10.1027/1864-1105/a000290Does the Glass Slipper Fit Disney Princess Films and Relationship Beliefs and Attitudes Journal of doi 10 1027 1864 1105 a000290
Read online
File size366.58 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test