IAIN UTUBANIAIN UTUBAN

Empatheia: Jurnal PsikologiEmpatheia: Jurnal Psikologi

Narimo ing pandum merupakan sebuah sikap penerimaan secara penuh terhadap berbagai kejadian pada masa lalu, masa sekarang dan bahkan pada masa‑masanya mendatang. Hal ini merupakan sikap antisipasi terhadap suatu kegagalan yang mungkin terjadi sehingga dapat mengurangi rasa kekecewaan pada diri. Falsafah ini mempunyai beberapa aspek nilai, yaitu syukur, sabar, dan menerima/penerimaan. Sedangkan kebahagiaan adalah kondisi hidup yang menyenangkan yang membuat individu mempunyai keyakinan terhadap apa yang dipilihnya demi pilihan itu sendiri. Kebahagiaan juga disebutkan sebagai kepuasan, kesenangan, kesukaan, dan kepuasan hati seseorang terhadap segala hal yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara menggunakan toolkit reproduksi kebahagiaan terhadap dua subjek yang tengah mengalami keterpurukan. Toolkit reproduksi kebahagiaan diciptakan peneliti agar individu dapat menemukan celah untuk mendapatkan kebahagiaan dalam kondisi yang kurang menguntungkan, dan membangun ulang kebahagiaan yang hampir hilang ketika dalam kondisi terpuruk. Hasil penelitian menunjukkan subjek memiliki aspek‑aspek kebahagiaan dalam falsafah Jawa narimo ing pandum dan dapat mereproduksi kebahagiaan dengan cara sabar, tetap mencari peluang bersyukur, serta menerima apa pun sebagai ketentuan takdir Tuhan.

Anak muda menunjukkan kesadaran dan apresiasi terhadap karakter positif serta mengembangkan potensi pribadi seperti kepribadian, bakat, keluarga, agama, dan budaya.Ketika menghadapi peristiwa negatif, mereka tetap merasa bangga, menerima diri secara tidak bersyarat, dan tidak menilai diri secara negatif.Subjek juga mengekspresikan rasa syukur kepada diri sendiri, teman, dan Tuhan, serta mampu menerima permasalahan dan mereproduksi kebahagiaan berdasarkan falsafah Narimo ing Pandum.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas Toolkit Reproduksi Kebahagiaan pada sampel yang lebih besar dan beragam, termasuk berbagai kelompok usia dan latar sosial‑ekonomi di kalangan masyarakat Jawa, untuk menilai generalisasi temuan. Selanjutnya, perlu dikembangkan aplikasi digital berbasis prinsip Narimo ing Pandum yang dapat diakses secara mandiri, kemudian dibandingkan efektivitasnya dengan intervensi tatap muka tradisional dalam meningkatkan penerimaan diri dan kesejahteraan psikologis. Terakhir, penting untuk menyelidiki bagaimana falsafah Narimo ing Pandum memengaruhi strategi koping pada pemuda dari suku bangsa Indonesia lain, serta mengidentifikasi adaptasi budaya yang diperlukan agar pendekatan ini relevan secara lintas‑kultural.

Read online
File size407.79 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test