STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJurnal Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikImplementasi Program Desa Antikorupsi yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadapi tantangan berupa hasil yang tidak seragam di berbagai daerah. Beberapa desa berhasil menerapkannya dengan baik, sementara yang lain masih menghadapi kendala signifikan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang membedakan keberhasilan implementasi di setiap lokasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan secara komparatif kebijakan dan praktik pemerintahan dalam implementasi program tersebut di empat desa, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review yang dilakukan dengan cara mengumpulkan beberapa artikel dengan topic yang sama untuk dikaji secara kritis melalui studi kasus komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan yang berintegritas, partisipasi masyarakat yang aktif, regulasi lokal yang mendukung, serta penguatan nilai budaya. Meskipun terdapat capaian positif di masing-masing desa, kendala masih ditemukan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, minimnya aturan spesifik mengenai antikorupsi, dan rendahnya partisipasi kelompok rentan. Program ini membuktikan bahwa pemberantasan korupsi di tingkat desa menuntut sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan KPK dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Implementasi Program Desa Antikorupsi di empat desa yang dikaji menunjukkan bahwa kelima indikator utama KPK telah diupayakan secara bertahap dan kontekstual, dengan keberhasilan program sangat ditentukan oleh komitmen pemimpin, partisipasi masyarakat, regulasi pendukung, dan penguatan nilai budaya lokal, yang menginternalisasi tata kelola desa yang baik.Meskipun demikian, setiap desa masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya regulasi spesifik terkait antikorupsi, dan rendahnya partisipasi kelompok rentan, serta masih dibutuhkan evaluasi formal dan penguatan sistem pelaporan publik.Oleh karena itu, agar program ini berkelanjutan dan menjadi model nasional dalam tata kelola desa yang berintegritas, dibutuhkan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga pengawas seperti KPK, didukung pelatihan, pendampingan hukum, dan fasilitas teknologi yang inklusif.
Penelitian ini telah mengungkap tantangan dan keberhasilan implementasi Program Desa Antikorupsi di berbagai desa, membuka beberapa arah studi lanjutan yang krusial untuk memperkuat tata kelola desa di masa depan. Mengingat sebagian besar desa masih menghadapi keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi digital, sebuah studi lanjutan dapat berfokus pada pengembangan serta pengujian platform digital anti-korupsi yang komprehensif, mudah digunakan, dan dapat diakses secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat. Platform ini bisa mencakup fitur publikasi anggaran desa secara rinci, termasuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang belum sepenuhnya transparan di beberapa desa, sistem pelaporan pengaduan yang terintegrasi, serta modul evaluasi layanan publik yang sistematis untuk mengukur kepuasan warga. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana platform tersebut dapat disesuaikan dengan konteks sosial-budaya dan kapasitas teknis desa yang beragam, memastikan adopsi yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, dengan adanya indikasi kurangnya regulasi spesifik di tingkat desa terkait isu-isu seperti gratifikasi, suap, konflik kepentingan, dan pakta integritas, sebuah studi komparatif bisa dilakukan untuk mengidentifikasi model-model peraturan desa terbaik yang telah berhasil diterapkan. Penelitian ini akan menyelidiki proses perumusan kebijakan lokal, mengkaji bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan secara formal ke dalam regulasi anti-korupsi, serta menganalisis faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas penegakan aturan tersebut di lingkungan pedesaan, guna menghasilkan panduan praktis. Terakhir, menyoroti tantangan partisipasi kelompok rentan dan perlunya peningkatan partisipasi substantif masyarakat, penelitian mendatang dapat mengeksplorasi metodologi inovatif dalam memfasilitasi keterlibatan warga yang lebih inklusif dan mendalam. Ini bisa meliputi studi tentang dampak program edukasi anti-korupsi yang disesuaikan untuk berbagai demografi, pengembangan mekanisme umpan balik yang proaktif dari kelompok perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, serta analisis bagaimana aspirasi mereka dapat secara efektif diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program desa. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model partisipasi yang tidak hanya formal, tetapi juga memastikan suara setiap elemen masyarakat didengar dan dihargai dalam upaya pencegahan korupsi.
| File size | 348.73 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Kedua, aparatur penegak hukum menghadapi kendala substantif dalam melakukan penindakan hukum terhadap pelanggaran, dikarenakan tidak adanya dasar hukumKedua, aparatur penegak hukum menghadapi kendala substantif dalam melakukan penindakan hukum terhadap pelanggaran, dikarenakan tidak adanya dasar hukum
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi.
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Motivasi kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dan memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Disiplin kerja tidakMotivasi kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dan memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Disiplin kerja tidak
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca yang signifikan, terlihat dari kemajuan dalam mengenali bunyi huruf, membaca kata sederhana,Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca yang signifikan, terlihat dari kemajuan dalam mengenali bunyi huruf, membaca kata sederhana,
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Penelitian ini menemukan bahwa Social Media Marketing dan Lifestyle secara signifikan memengaruhi Purchase Decision konsumen CW Coffee di Pontianak, baikPenelitian ini menemukan bahwa Social Media Marketing dan Lifestyle secara signifikan memengaruhi Purchase Decision konsumen CW Coffee di Pontianak, baik
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Upaya mengurangi dampak negatif FoMO memerlukan penguatan literasi keuangan dan digital, dukungan sosial dari keluarga, serta pembentukan pola konsumsiUpaya mengurangi dampak negatif FoMO memerlukan penguatan literasi keuangan dan digital, dukungan sosial dari keluarga, serta pembentukan pola konsumsi
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Siswa dapat memahami materi pembelajaran apabila dalam proses pembelajaran menggunakan alat dan bahan yang disebut dengan media pembelajaran. Alat tersebutSiswa dapat memahami materi pembelajaran apabila dalam proses pembelajaran menggunakan alat dan bahan yang disebut dengan media pembelajaran. Alat tersebut
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Dan dengan menggunakan media virtual PhET ini menjadikan siswa cenderung aktif dan sangat antusiasme dalam proses belajar dikarenakan tampilan dari mediaDan dengan menggunakan media virtual PhET ini menjadikan siswa cenderung aktif dan sangat antusiasme dalam proses belajar dikarenakan tampilan dari media
Useful /
STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI 501 kartu keluarga dan sampel 91 responden yang ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan501 kartu keluarga dan sampel 91 responden yang ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan
STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pendekatan psikologis dan sosiologis masih relevan sebagai bagian dari kerangka teoritis perilaku pemilih, dalamPenelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pendekatan psikologis dan sosiologis masih relevan sebagai bagian dari kerangka teoritis perilaku pemilih, dalam
STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan software NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakanData dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan software NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan
LIMM PUBLIMM PUB Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengeksplorasi hubungan antara manajemen likuiditas dan kinerja jangka panjang, integrasi dengan praktik manajemenPenelitian selanjutnya diperlukan untuk mengeksplorasi hubungan antara manajemen likuiditas dan kinerja jangka panjang, integrasi dengan praktik manajemen