PPMSCHOOLPPMSCHOOL

Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship StudiesJournal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies

Penelitian ini bertujuan untuk membentuk portofolio optimal dan membandingkan kinerja portofolio dengan menggunakan single index model dan z-score. Metode z-score dibagi menjadi 2 (dua) sesuai dengan strategi investasi, yaitu growth dan value sebagai preferensi investor dalam memilih portofolio. Populasi penelitian menggunakan emiten IDX BUMN 20 periode Mei 2018 – Desember 2020. Hasil analisis dari metode indeks tunggal memiliki return portofolio sebesar 0,001339 dengan risiko yang harus dihadapi sebesar 0,0037724. Metode z-score growth investing mendapatkan nilai imbal hasil portofolio sebesar 0,000989 dan memiliki risiko sebesar 0,023369. Sedangkan metode z-score value investing memiliki imbal hasil portofolio sebesar 0,001614 dengan risiko sebesar 0,027416. Kemudian metode z-score value investing memiliki nilai evaluasi kinerja yang paling tinggi berdasarkan sharpe ratio, treynor measure, dan jensens alpha apabila dibandingkan dengan 2 (dua) metode lainnya.

Studi ini berhasil mengidentifikasi portofolio optimal pada emiten IDX BUMN 20 periode Mei 2018 – Desember 2020 melalui tiga metode, yaitu metode indeks tunggal (8 saham), Z-Score growth investing (3 saham), dan Z-Score value investing (3 saham) dengan proporsi dana tertentu.Setiap metode menunjukkan profil imbal hasil dan risiko yang berbeda, di mana metode indeks tunggal menghasilkan imbal hasil 0,001339 dengan risiko 0,0037724, Z-Score growth investing memberikan imbal hasil 0,000989 dengan risiko 0,023369, dan Z-Score value investing menghasilkan imbal hasil 0,001614 dengan risiko 0,027416.Secara keseluruhan, metode Z-Score value investing terbukti memiliki kinerja evaluasi portofolio terbaik, ditunjukkan oleh nilai Sharpe ratio, Treynor measure, dan Jensens alpha yang paling tinggi dibandingkan dua metode lainnya.

Penelitian lanjutan dapat memperluas horizon dengan menyelidiki bagaimana metode pembentukan portofolio optimal, seperti Single Index Model dan Z-Score, beradaptasi dan berkinerja dalam berbagai kondisi pasar yang berbeda. Misalnya, studi dapat menganalisis efektivitas kedua metode ini saat diterapkan pada periode pasar bullish, bearish, atau selama terjadinya krisis ekonomi yang signifikan, untuk memahami ketahanan dan adaptabilitasnya. Selain itu, ada baiknya untuk mengembangkan model Z-Score dengan menambahkan variabel kriteria fundamental atau teknikal lainnya yang relevan, di luar yang telah digunakan, agar penilaian terhadap potensi pertumbuhan dan nilai intrinsik perusahaan menjadi lebih komprehensif. Ini bisa mencakup indikator likuiditas, efisiensi operasional, atau sentimen pasar. Pertanyaan penting lainnya adalah mengenai perbandingan kinerja portofolio yang dibentuk dari emiten IDX BUMN 20 dengan portofolio yang berasal dari indeks lain, seperti LQ45 atau kelompok saham non-BUMN, guna mengidentifikasi apakah status kepemilikan BUMN memberikan karakteristik risiko-return yang unik. Studi ini juga bisa mengeksplorasi integrasi pendekatan Machine Learning atau Artificial Intelligence dalam memprediksi saham optimal dan mengalokasikan bobot portofolio, yang dapat menawarkan wawasan baru tentang efisiensi dan akurasi dibandingkan metode tradisional.

Read online
File size545.25 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test