AMNUS BJMAMNUS BJM
Pena JangkarPena JangkarManajemen sumber daya manusia (SDM) dalam menangani penerimaan dan pergantian awak kapal adalah proses yang mencakup berbagai kegiatan untuk memastikan bahwa perusahaan pelayaran memiliki awak kapal yang kompeten, terlatih, dan sesuai dengan kebutuhan operasional kapal. Proses ini dimulai dengan perencanaan kebutuhan awak kapal berdasarkan jenis kapal dan rute pelayaran. Selanjutnya, dilakukan perekrutan yang melibatkan seleksi kandidat melalui berbagai tes dan wawancara untuk menilai kualifikasi dan kemampuan calon awak kapal. Setelah perekrutan, manajemen SDM bertanggung jawab untuk menyediakan pelatihan yang diperlukan, baik yang bersifat dasar maupun spesifik sesuai dengan tuntutan tugas di kapal dan mengetahui permasalahan apa saja yang ditemui dalam melakukan kegiatan pengawakan kapal serta bagaimana cara mengatasi dari permasalahan tersebut.
Manajemen sumber daya manusia dalam menangani crew kapal sangatlah penting karena efektif dan efesien sehingga perusahaan dapat beroperasi secara maksimal.Pelaksanaan manajemen sumber daya manusia pada PT.Pulau Seroja Jaya dalam menangani penerimaan dan pergantian crew kapal sudah sangat efisien karena terstruktur dan kompeten dalam melaksanakan tugas dengan baik.Proses pergantian awak kapal meliputi beberapa langkah seperti surat mutasi, persiapan crew kapal, pengajuan permohonan, dokumentasi, pengesahan perjanjian kerja laut (PKL), pemeriksaan kesehatan, pengawalan dan evaluasi.
Penelitian lanjutan dapat menyelidiki pengaruh digitalisasi sistem dokumentasi terhadap efisiensi proses penerimaan dan pergantian awak kapal. Selain itu, perlu ada studi tentang pengembangan program pelatihan yang lebih praktis untuk meningkatkan kesiapan awak kapal menghadapi tantangan operasional di laut. Sebagai tambahan, penelitian bisa memfokuskan pada analisis hubungan antara kebijakan kesejahteraan awak dengan tingkat retensi kru dalam industri pelayaran.
| File size | 339.36 KB |
| Pages | 5 |
| Short Link | https://juris.id/p-2G5 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
LAAROIBALAAROIBA Kepuasan kerja dan motivasi kerja diidentifikasi sebagai faktor kritis yang dapat memengaruhi tingkat kinerja individu dalam lingkungan kerja yang kompetitifKepuasan kerja dan motivasi kerja diidentifikasi sebagai faktor kritis yang dapat memengaruhi tingkat kinerja individu dalam lingkungan kerja yang kompetitif
LPKIALPKIA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hambatan kerja yang mempengaruhi kekurangan SDM dan keterampilan di Bagian Kerjasama antara lain upaya pengembanganPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hambatan kerja yang mempengaruhi kekurangan SDM dan keterampilan di Bagian Kerjasama antara lain upaya pengembangan
DINASTIPUBDINASTIPUB Secara parsial, rasa persatuan perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan di PT Sanfremy Pratama. Secara simultan,Secara parsial, rasa persatuan perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan di PT Sanfremy Pratama. Secara simultan,
DINASTIREVDINASTIREV Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yaitu pengumpulan data, kondensasi data,Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yaitu pengumpulan data, kondensasi data,
DINASTIREVDINASTIREV Komitmen organisasional memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, namun nilai rata-rata terendah dari komitmen organisasional adalah keinginan karyawanKomitmen organisasional memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, namun nilai rata-rata terendah dari komitmen organisasional adalah keinginan karyawan
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Dengan kombinasi pembelajaran tersebut, siswa diberikan pemahaman IPA sekaligus menambah pengetahuan berbahasa Inggris. Materi yang diberikan pada pelatihanDengan kombinasi pembelajaran tersebut, siswa diberikan pemahaman IPA sekaligus menambah pengetahuan berbahasa Inggris. Materi yang diberikan pada pelatihan
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Melalui program pengabdian kepada masyarakat, kompetensi motor bakar sistem bahan bakar peserta didik kelas XII telah optimal. Hal ini terlihat dari PKMMelalui program pengabdian kepada masyarakat, kompetensi motor bakar sistem bahan bakar peserta didik kelas XII telah optimal. Hal ini terlihat dari PKM
POLTEKPELSUMBARPOLTEKPELSUMBAR taruna prala cenderung menyelesaikan pengisian cadet record book setelah turun dari kapal,bahkan memalsukan stempel kapal dan tanda tangan perwira di atastaruna prala cenderung menyelesaikan pengisian cadet record book setelah turun dari kapal,bahkan memalsukan stempel kapal dan tanda tangan perwira di atas
Useful /
AMNUS BJMAMNUS BJM 000 yang berarti nilainya < 0,05, jadi Ha diterima serta H0 ditolak. Model tersebut dengan materi konsep sistem ekskresi memberi pengaruh atas hasil belajar000 yang berarti nilainya < 0,05, jadi Ha diterima serta H0 ditolak. Model tersebut dengan materi konsep sistem ekskresi memberi pengaruh atas hasil belajar
AMNUS BJMAMNUS BJM Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan observasi langsung kepada pihak devisi inspeksi perusahaan dan crew kapal dan dataSumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan observasi langsung kepada pihak devisi inspeksi perusahaan dan crew kapal dan data
STAIDUBASTAIDUBA Kurikulum merdeka merupakan suatu rancangan pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran, yang manaKurikulum merdeka merupakan suatu rancangan pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran, yang mana
DINASTIPUBDINASTIPUB Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,563 menunjukkan bahwa motivasi memberikan kontribusi sebesar 56,3% terhadap produktivitas kerja, sedangkanNilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,563 menunjukkan bahwa motivasi memberikan kontribusi sebesar 56,3% terhadap produktivitas kerja, sedangkan