UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara konsep diri dan intensitas komunikasi orang tua-anak dengan kecenderungan perilaku seks pranikah. Subjek penelitian ini adalah 97 siswa dengan rentang usia antara 17-19 tahun, terdiri dari 31 laki-laki dan 66 perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala kecenderungan perilaku pranikah, konsep diri dan intensitas komunikasi orang tua-anak. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik statistic regresi dan korelasi parsial. Hasil analisis regresi menunjukkan ada korelasi antara konsep diri dan intensitas komunikasi dengan kecenderungan perilaku seks pranikah. Secara parsial hasil analisis menunjukkan tidak ada korelasi antara konsep diri dengan kecenderungan perilaku pranikah, namun untuk intensitas komunikasi orang tua-anak ditemukan korelasi negatif dengan kecenderungan perilaku seks pranikah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsep diri dan intensitas komunikasi orang tua-anak dengan kecenderungan seks pranikah.Konsep diri tidak menunjukkan hubungan yang positif namun sebaliknya menunjukkan hubungan yang negatif.Intensitas komunikasi orang tua-anak berhubungan negatif yang signifikan dengan kecenderungan seks pranikah.Hasil ini mengindikasikan pentingnya komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak dalam mencegah perilaku seks pranikah pada remaja.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor lain seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan sosial, dan media massa terhadap kecenderungan seks pranikah pada remaja. Hal ini penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku seksual remaja. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program intervensi yang efektif untuk meningkatkan konsep diri dan kualitas komunikasi antara orang tua dan anak, dengan tujuan mengurangi risiko perilaku seks pranikah. Program ini dapat melibatkan pelatihan keterampilan komunikasi, konseling keluarga, dan edukasi seksualitas yang komprehensif. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilengkapi dengan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif remaja terkait dengan seks pranikah, konsep diri, dan komunikasi dengan orang tua. Pendekatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kompleksitas isu ini dan membantu merancang intervensi yang lebih relevan dan efektif.

Read online
File size59.86 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test