UNP KEDIRIUNP KEDIRI
EfektorEfektorBuku Teks secara umum merupakan media untuk menyampaikan materi mata pelajaran tertentu kepada peserta didik. Demikian halnya dengan buku teks pelajaran sejarah yang dijadikan suatu sumber serta media bagi guru untuk menyampaikan materi yang kaitannya dengan peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu. Namun, berbeda dengan buku teks pada mata pelajaran lainnya, dalam penulisan atau historiografi buku teks pelajaran sejarah sering kali dipengaruhi oleh kepentingan pemerintah pada zamannya. Hal ini pernah terbukti pada masa Orde Baru, dimana buku teks pelajaran sejarah dijadikan salah satu media untuk melegitimasi kekuasaan. Akibatnya terdapat pemahaman yang salah terhadap sebuah peristiwa sejarah pada peserta didik. Materi pelajaran sejarah pada masa Orde Baru juga ciri khas yakni dominasi yang menonjol terhadap peran militer atau ABRI. Ketika momentum reformasi terjadi, terdapat pula usaha untuk memperbaharui historiografi buku teks pelajaran sejarah. Menarik untuk di analisis historiografi buku teks pelajaran sejarah baik pada masa Orde Baru maupun pada masa Reformasi. Karena dengan menganalisis historiografi dalam buku teks mata pelajaran sejarah, kita dapat memahami bagaimana sistem politik mempengaruhi sistem lainnya dan bagaimana sebuah buku teks pelajaran sejarah membawa muatan politik suatu rezim penguasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (content analysis). Metode ini bekerja dengan mengumpulkan dan menganalisis muatan makna dari sebuah teks.
Historiografi dalam buku teks pelajaran sejarah senantiasa terikat pada kurikulum dan kerap bermuatan kepentingan politik suatu rezim, sehingga revisi buku teks menjadi keniscayaan seiring pergantian kekuasaan.Pada masa Orde Baru, buku teks pelajaran sejarah secara signifikan menonjolkan peran Soeharto dan militer serta mengindoktrinasi pandangan negatif terhadap PKI, yang terbukti efektif dalam menunjang kekuatan politik penguasa.Sebaliknya, masa Reformasi membawa upaya rekonstruksi dan revisi historiografi yang keliru tersebut, menegaskan bahwa penulisan buku teks sejarah akan terus berkembang sesuai dengan dinamika politik yang berlaku.
Menilik temuan bahwa historiografi buku teks sejarah sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik rezim yang berkuasa, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan relevan untuk dieksplorasi lebih jauh. Pertama, penting untuk menginvestigasi secara mendalam bagaimana perbedaan narasi historiografi dalam buku teks sejarah, khususnya antara era Orde Baru dan Reformasi, telah membentuk persepsi dan pemahaman sejarah pada generasi yang mengalaminya. Penelitian ini dapat mengukur sejauh mana pemahaman yang keliru atau doktrinasi politik yang disebutkan dalam tulisan ini benar-benar melekat pada benak masyarakat, serta bagaimana mereka merekonstruksi pengetahuan historis mereka seiring waktu. Apakah generasi yang dididik dengan buku teks Orde Baru memiliki pandangan yang berbeda secara signifikan terhadap peristiwa krusial dibandingkan generasi Reformasi? Kedua, perlu dikaji peran aktif guru sejarah dalam menyikapi dan menyampaikan historiografi yang bermuatan politik di dalam kelas. Seberapa jauh guru mampu menafsirkan materi yang ada, apakah mereka hanya mengikuti kurikulum secara literal, ataukah mereka mengembangkan metode pengajaran yang memungkinkan peserta didik berpikir kritis terhadap narasi sejarah resmi? Ini akan memberikan pemahaman tentang dinamika antara kurikulum yang sarat kepentingan politik dan praktik pedagogis di lapangan. Ketiga, untuk melengkapi analisis yang berfokus pada Orde Baru dan Reformasi, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif historiografi buku teks sejarah pada periode pemerintahan lain, misalnya pada masa Orde Lama atau bahkan masa awal kemerdekaan. Penelitian ini dapat mengidentifikasi pola-pola konsisten atau perubahan signifikan dalam ideologisasi sejarah sepanjang sejarah pendidikan di Indonesia, memberikan gambaran yang lebih holistik tentang bagaimana negara memanfaatkan sejarah sebagai alat politik di berbagai era. Ketiga saran ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas historiografi sejarah di Indonesia.
| File size | 228.08 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDHARIUNDHARI Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan bahwa 55% anak mengalami peningkatan rasa percaya diri, tetapi hasil ini belum mencapai target keberhasilanHasil penelitian pada Siklus I menunjukkan bahwa 55% anak mengalami peningkatan rasa percaya diri, tetapi hasil ini belum mencapai target keberhasilan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL menilai kepraktisan penggunaan, dan (5). mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman kalimat Bahasa Inggris. Metode yang digunakan adalahmenilai kepraktisan penggunaan, dan (5). mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman kalimat Bahasa Inggris. Metode yang digunakan adalah
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Selain itu, tipe Social menunjukkan bahwa siswa lebih tertarik pada interaksi sosial dan kegiatan kolaboratif, yang mengindikasikan bahwa program perencanaanSelain itu, tipe Social menunjukkan bahwa siswa lebih tertarik pada interaksi sosial dan kegiatan kolaboratif, yang mengindikasikan bahwa program perencanaan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Kemajuan teknologi digital membawa peluang signifikan dalam kepemimpinan dengan meningkatkan komunikasi yang lebih efektif, mendukung transparansi, danKemajuan teknologi digital membawa peluang signifikan dalam kepemimpinan dengan meningkatkan komunikasi yang lebih efektif, mendukung transparansi, dan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Implementasi pendekatan ini membutuhkan kesiapan guru, kurikulum yang relevan, dukungan lingkungan sekolah, dan kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkanImplementasi pendekatan ini membutuhkan kesiapan guru, kurikulum yang relevan, dukungan lingkungan sekolah, dan kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya mengajarkan pengetahuan keislaman, tetapi juga membentuk akhlak, sikap, dan kesadaran moral siswa berdasarkanPendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya mengajarkan pengetahuan keislaman, tetapi juga membentuk akhlak, sikap, dan kesadaran moral siswa berdasarkan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Dalam menganalisis data menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Adapun hasil penelitian pola asuh orangtua terhadap perkembangan social emosional anakDalam menganalisis data menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Adapun hasil penelitian pola asuh orangtua terhadap perkembangan social emosional anak
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan islam adalah rancangan pembelajaran yang sistematis, integratif, komprehensif, dan berlandaskanHasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan islam adalah rancangan pembelajaran yang sistematis, integratif, komprehensif, dan berlandaskan
Useful /
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Padahal, pengetahuan agama dapat mempengaruhi pembentukan karakter manusia melalui psikomotorik. Kognisinya diisi dengan pengetahuan agama dan afeksinyaPadahal, pengetahuan agama dapat mempengaruhi pembentukan karakter manusia melalui psikomotorik. Kognisinya diisi dengan pengetahuan agama dan afeksinya
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Analisis data dalam penelitian ini berupa teknis analisis deskriptif kualitatif berdasarkan teori yang terulas pada kajian pustaka. Nilai multikulturalismeAnalisis data dalam penelitian ini berupa teknis analisis deskriptif kualitatif berdasarkan teori yang terulas pada kajian pustaka. Nilai multikulturalisme
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Pendekatan penelitian ini adalah Library Research dengan sumber data dibagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sekunder. Data primer adalah dataPendekatan penelitian ini adalah Library Research dengan sumber data dibagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sekunder. Data primer adalah data
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Subjek penelitian terdiri dari koordinator RPTRA, pengelola RPTRA, dan orang tua. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan studiSubjek penelitian terdiri dari koordinator RPTRA, pengelola RPTRA, dan orang tua. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan studi