MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH

PUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan HikmahPUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan Hikmah

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri larangan perayaan tahun baru masehi di Banda Aceh melalui analisis terhadap regulasi yang diberlakukan, implementasi kebijakan di lapangan, serta respon masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Aceh merupakan daerah yang menerapkan syariat Islam, sehingga Banda Aceh memiliki regulasi khusus yang melarang berbagai aktivitas yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam, termasuk perayaan tahun baru masehi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Fokus penelitian meliputi regulasi, implementasi, serta respons masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, serta dokumentasi. Selain itu, dilakukan analisis dokumen terhadap qanun, surat edaran, serta pemberitaan media untuk melengkapi data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan perayaan Tahun Baru Masehi di Banda Aceh berhasil menegakkan nilai-nilai syariat Islam namun belum optimal dalam menjaga kohesi sosial antarumat beragama. Kebijakan ini menimbulkan ketegangan antara penegakan identitas keagamaan dan perlindungan keberagaman, sehingga studi merekomendasikan pendekatan yang lebih inklusif dan dialogis untuk meminimalisir jarak sosial serta perlunya penelitian lanjutan untuk mengukur dampak jangka panjang kebijakan tersebut terhadap masyarakat multikultural.

Larangan perayaan Tahun Baru Masehi di Banda Aceh menimbulkan ketegangan antara penegakan nilai-nilai keislaman dan perlindungan kebebasan beragama bagi minoritas, sehingga tantangan utama adalah menjaga identitas keagamaan daerah tanpa mengorbankan prinsip keberagaman dan inklusivitas sosial.Meskipun kebijakan tersebut berhasil menegakkan nilai syariat, ia belum sepenuhnya mampu menciptakan kohesi sosial antarumat beragama, dan terdapat risiko marginalisasi terhadap komunitas non‑Muslim.Penelitian selanjutnya diperlukan berupa studi komparatif dengan daerah lain yang memiliki karakteristik serupa serta penelitian longitudinal untuk mengukur dampak sosial‑ekonomi jangka panjang kebijakan ini.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan kebijakan larangan perayaan tahun baru yang berbasis syariah di berbagai daerah otonomi khusus di Indonesia guna mengidentifikasi perbedaan dampak terhadap kohesi sosial dan toleransi antarumat beragama; selanjutnya, dilakukan studi longitudinal dengan metode campuran untuk mengukur efek sosial‑ekonomi serta psikologis dari larangan tersebut terhadap rumah tangga Muslim dan non‑Muslim di Banda Aceh selama beberapa tahun ke depan; terakhir, dikembangkan dan dievaluasi kerangka kerja dialog komunitas partisipatif yang melibatkan tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, dan kelompok minoritas untuk menilai apakah proses deliberatif yang inklusif dapat mengurangi persepsi marginalisasi dan meningkatkan penerimaan kebijakan, dengan menguji efektivitasnya melalui survei persepsi dan analisis wacana. Semua saran ini dirancang untuk menghasilkan data empiris yang dapat memperkuat kebijakan publik yang lebih adil dan harmonis.

  1. DINAMIKA KALENDER HIJRIAH DALAM QANUN SYARIAT ISLAM PROVINSI ACEH | Al-Qalam. dinamika kalender hijriah... doi.org/10.31969/alq.v26i2.832DINAMIKA KALENDER HIJRIAH DALAM QANUN SYARIAT ISLAM PROVINSI ACEH Al Qalam dinamika kalender hijriah doi 10 31969 alq v26i2 832
  2. ANALYSIS ON FATWA OF MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA ACEH (MPU) ON AGAINST PROHIBITION OF PUBG: A LEGAL... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/islamfutura/article/view/5788ANALYSIS ON FATWA OF MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA ACEH MPU ON AGAINST PROHIBITION OF PUBG A LEGAL jurnal ar raniry ac index php islamfutura article view 5788
Read online
File size1.36 MB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test