STITRADENWIJAYASTITRADENWIJAYA
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious InstructionPROGRESSA: Journal of Islamic Religious InstructionPembentukan moral peserta didik merupakan aspek fundamental dalam pendidikan, karena berkaitan langsung dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai etis dalam kehidupan. Pemikiran Thomas Aquinas dan Immanuel Kant menawarkan dua pendekatan filosofis yang berbeda namun saling memperkaya. Thomas Aquinas menekankan bahwa moralitas bersumber dari hukum alam yang berasal dari Tuhan, sehingga pendidikan moral harus mengarahkan peserta didik pada kebajikan dan ketaatan terhadap hukum ilahi melalui akal dan iman. Sementara itu, Immanuel Kant memandang moralitas sebagai hasil dari akal budi manusia yang otonom. Ia menekankan pentingnya tindakan berdasarkan kewajiban moral melalui prinsip imperatif kategoris. Dalam konteks pendidikan, pendekatan Aquinas menekankan pembinaan spiritual dan pembiasaan kebajikan, Immanuel Kant menekankan pengembangan rasionalitas dan otonomi moral. Kedua pendekatan ini memberikan kontribusi penting bagi model pendidikan moral yang seimbang antara iman, akal, tanggung jawab, dan kebebasan individu. Aquinas memberikan dasar transendental dan teologis yang menekankan pembentukan watak melalui kebajikan, sedangkan Kant memberikan kerangka etis berbasis rasional yang menumbuhkan kesadaran moral otonom. Kombinasi keduanya relevan dalam konteks pendidikan modern yang membutuhkan keseimbangan antara nilai spiritual dan kebebasan berpikir. Kajian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam merancang sistem pendidikan moral yang utuh, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pembentukan moral peserta didik menurut Thomas Aquinas dan Immanuel Kant memiliki kesamaan dalam tujuan, yaitu menciptakan individu yang bertindak secara etis.Namun, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam dasar dan proses pembentukan moral.Thomas Aquinas memandang moralitas sebagai bagian dari tatanan ilahi.Moral peserta didik dibentuk melalui pengenalan terhadap hukum moral alamiah (natural law), yang merupakan pancaran dari hukum Tuhan.Sementara itu, Immanuel Kant menekankan bahwa moralitas bersumber dari akal budi manusia yang otonom dan rasional.Aquinas menekankan fondasi transenden moral, sedangkan Kant mengedepankan tanggung jawab pribadi dan rasionalitas dalam tindakan etis.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif lebih mendalam mengenai implementasi pendekatan Aquinas dan Kant dalam kurikulum pendidikan karakter di berbagai jenjang pendidikan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan nilai-nilai filosofis tersebut ke dalam proses pembelajaran. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan moral yang mengkombinasikan keunggulan Aquinas dan Kant, dengan mempertimbangkan konteks sosial-budaya Indonesia yang beragam. Model ini diharapkan dapat menghasilkan karakter peserta didik yang tidak hanya berintegritas moral, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab secara sosial. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas pendekatan pendidikan moral berbasis Aquinas dan Kant terhadap pembentukan karakter peserta didik, dengan menggunakan indikator-indikator yang relevan seperti kejujuran, disiplin, empati, dan rasa tanggung jawab. Dengan demikian, dapat diperoleh bukti empiris yang mendukung atau menolak efektivitas pendekatan tersebut, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih baik.
- Jurnal Pendidikan Karakter. peran pendidikan karakter kecerdasan moral jurnal article home current archives... doi.org/10.21831/jpk.v0i1.1287Jurnal Pendidikan Karakter peran pendidikan karakter kecerdasan moral jurnal article home current archives doi 10 21831 jpk v0i1 1287
- Pendidikan Moral Pada Anak Usia Dini | JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education). pendidikan... doi.org/10.31537/jecie.v7i2.1314Pendidikan Moral Pada Anak Usia Dini JECIE Journal of Early Childhood and Inclusive Education pendidikan doi 10 31537 jecie v7i2 1314
- Pemikiran Thomas Aquinas: Relevansi Pendidikan Spiritual dan Moral Aquinas dengan Pendidikan Islam di... ejournal.stai-tbh.ac.id/index.php/al-liqo/article/view/418Pemikiran Thomas Aquinas Relevansi Pendidikan Spiritual dan Moral Aquinas dengan Pendidikan Islam di ejournal stai tbh ac index php al liqo article view 418
| File size | 280.23 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNPADUNPAD Dengan mengintegrasikan pendidikan berbasis jiwa dalam fasilitasi pengasuhan, model ini menawarkan jalur pengembangan karakter, ketahanan kesehatan mental,Dengan mengintegrasikan pendidikan berbasis jiwa dalam fasilitasi pengasuhan, model ini menawarkan jalur pengembangan karakter, ketahanan kesehatan mental,
STAITARUNASTAITARUNA Berbagai masalah pendidikan seperti degradasi moral, krisis identitas, dan sistem pembelajaran yang tidak relevan menuntut pemikiran mendalam tentang nilai,Berbagai masalah pendidikan seperti degradasi moral, krisis identitas, dan sistem pembelajaran yang tidak relevan menuntut pemikiran mendalam tentang nilai,
ARIPAFIARIPAFI Temuan menunjukkan bahwa pemikiran intelektual Islam berperan signifikan dalam mempercepat perkembangan intelektual Barat, melalui terjemahan karya-karyaTemuan menunjukkan bahwa pemikiran intelektual Islam berperan signifikan dalam mempercepat perkembangan intelektual Barat, melalui terjemahan karya-karya
UNCMUNCM Hal ini dilakukan oleh banyak generasi saat ini yang bisa menghemat waktu. Pendekatan konstruktivisme terbukti mendukung siswa untuk menjadi belajar mandiriHal ini dilakukan oleh banyak generasi saat ini yang bisa menghemat waktu. Pendekatan konstruktivisme terbukti mendukung siswa untuk menjadi belajar mandiri
UIN SGDUIN SGD Artikel ini mengkaji penafsiran al‑Quran oleh para ahli pendidikan di Indonesia kontemporer melalui telaah 24 karya Tafsīr Tarbawī yang diterbitkanArtikel ini mengkaji penafsiran al‑Quran oleh para ahli pendidikan di Indonesia kontemporer melalui telaah 24 karya Tafsīr Tarbawī yang diterbitkan
UIN SGDUIN SGD Penelitian ini mengaplikasikan manajemen starategis yang diajukan oleh Hunger-Wheelen. Penelitian ini menggunakan pendekatan qualitative dengan menggunakanPenelitian ini mengaplikasikan manajemen starategis yang diajukan oleh Hunger-Wheelen. Penelitian ini menggunakan pendekatan qualitative dengan menggunakan
IAIN SUIAIN SU Pendidikan nasional juga menegaskan urgensi penanaman karakter oleh pendidik terhadap peserta didik, sehingga para pendidik pun dituntut memiliki karakterPendidikan nasional juga menegaskan urgensi penanaman karakter oleh pendidik terhadap peserta didik, sehingga para pendidik pun dituntut memiliki karakter
IAIN SUIAIN SU Berdasarkan kajian di atas, ditemukan bahwa telah terjadi proses politik sekularisasi pendidikan yang masuk dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia.Berdasarkan kajian di atas, ditemukan bahwa telah terjadi proses politik sekularisasi pendidikan yang masuk dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia.
Useful /
IJBS UDAYANAIJBS UDAYANA Anemia pasca-bariatris bersifat multifaktorial dan memerlukan pemantauan jangka panjang serta manajemen nutrisi yang disesuaikan, terutama pada pasienAnemia pasca-bariatris bersifat multifaktorial dan memerlukan pemantauan jangka panjang serta manajemen nutrisi yang disesuaikan, terutama pada pasien
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Data awal 43,21%, Siklus II pertemuan 2 diperoleh persentase rata-rata 85,38%. Sehingga peningkatan keseluruhan aktivitas anak mengenal huruf hijaiyahData awal 43,21%, Siklus II pertemuan 2 diperoleh persentase rata-rata 85,38%. Sehingga peningkatan keseluruhan aktivitas anak mengenal huruf hijaiyah
UNPADUNPAD Psychological First Aid (PFA) juga penting untuk mengurangi gejala stres dan membantu pemulihan. Program seperti Crisis Intervention Team (CIT) terbuktiPsychological First Aid (PFA) juga penting untuk mengurangi gejala stres dan membantu pemulihan. Program seperti Crisis Intervention Team (CIT) terbukti
UNPADUNPAD Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya menunjukan bahwa orang tua asuh sudah mampu untuk memenuhi sembilan aspek hak anak asuh tersebut.meskipunBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya menunjukan bahwa orang tua asuh sudah mampu untuk memenuhi sembilan aspek hak anak asuh tersebut.meskipun