UNPADUNPAD

Focus : Jurnal Pekerjaan SosialFocus : Jurnal Pekerjaan Sosial

Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan hak-hak anak akan mengakibatkan seorang anak menjadi terlantar dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Lepasnya fungsi pengasuhan anak dari pengasuhan keluarga beralih menjadi pengasuhan alternatif. Pengasuhan alternatif dapat dilakukan salah satunya melalui sistem orang tua asuh. Salah satu lembaga pengasuhan alternatif bagi anak yang kehilangan hak pengasuhan oleh keluarganya adalah LKSA Muhammdiyah Darul Ilmi Kota Depok. LKSA ini memiliki program yang mendukung pengasuhan anak melalui orang tua asuh atau disebut sebagai program Foster Care. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemenuhan hak anak yang dilakukan oleh orang tua asuh dalam program foster care di LKSA Muhammadiyah Darul Ilmi Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu studi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini merupakan pihak yang terlibat dalam program foster care seperti anak asuh, orang tua asuh dan pekerja sosial di LKSA Muhammadiyah Darul Ilmi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemenuhan hak yang diberikan oleh orang tua asuh untuk bertahan hidup dan berkembang, perlindungan dan juga partisipasi anak sudah cukup baik. Dari ketiga aspek hak anak tersebut, didapatkan aspek hak anak untuk perlindungan dan partisipasi belum optimal.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya menunjukan bahwa orang tua asuh sudah mampu untuk memenuhi sembilan aspek hak anak asuh tersebut.Meskipun dalam aspek tempat tinggal yang layak belum sepenuhnya terpenuhi dikarenakan anak asuh C tidur diruangan yang sama dengan saudara lainnya, sehingga anak asuh tidak memiliki ruangan privasi.Pemenuhan hak anak untuk mendapatkan perlindungan dalam beberapa aspek telah dipenuhi oleh orang tua asuh.Terdapat tiga aspek mendapatkan perlindungan yakni perlindungan akan kekerasan & pengabaian, eksploitasi dan kejahatan.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya menunjukan bahwa orang tua telah berusaha memenuhi aspek hak perlindungan anak asuh.Dalam aspek hak partisipasi anak, orang tua asuh belum sepenuhnya memenuhi hak anak asuh seperti misalnya seringkali anak asuh tidak sepenuhnya dilibatkan dalam keputusan yang berkaitan dengan kehidupan mereka.Anak asuh tidak mendapatkan kebebasan untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya.Hal ini dikarenakan orang tua asuh mengaku khawatir apabila terdapat seseorang yang dapat membawa pengaruh buruk sehingga orang tua asuh membatasi ruang lingkup sosial anak asuh.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi dalam meningkatkan partisipasi anak asuh dalam pengambilan keputusan, seperti melalui platform digital untuk mengekspresikan pendapat mereka. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan pelatihan orang tua asuh dalam mengenali dan mencegah tindakan eksploitasi terhadap anak, dengan fokus pada pendidikan tentang batasan normatif dan etika pengasuhan. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran komunitas lokal dalam mendukung program foster care, termasuk membangun kerja sama antara lembaga pengasuhan, keluarga, dan institusi pendidikan untuk memastikan anak asuh mendapatkan lingkungan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional mereka.

  1. PEMENUHAN HAK ANAK DALAM PROGRAM FOSTER CARE OLEH ORANG TUA ASUH DI LKSA MUHAMMADIYAH DARUL ILMI KOTA... doi.org/10.24198/focus.v7i1.48802PEMENUHAN HAK ANAK DALAM PROGRAM FOSTER CARE OLEH ORANG TUA ASUH DI LKSA MUHAMMADIYAH DARUL ILMI KOTA doi 10 24198 focus v7i1 48802
Read online
File size291.64 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test