UNESAUNESA
Kajian Moral dan KewarganegaraanKajian Moral dan KewarganegaraanPerkawinan usia anak masih menjadi permasalahan serius di Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi program yang diupayakan oleh Kecamatan Semampir dalam mencegah terjadinya perkawinan usia anak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori kebijakan publik Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn sebagai landasan analisis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sepuluh informan yang berasal dari berbagai instansi terkait, serta dianalisis dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan usia anak di Kecamatan Semampir disebabkan oleh faktor ekonomi, rendahnya pendidikan, keinginan pribadi, pengaruh lingkungan, serta budaya dan tradisi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kecamatan Semampir bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Kota Surabaya (DP3APPKB) melaksanakan berbagai strategi pencegahan, seperti konseling dispensasi kawin, program Sekolah Orang Tua Hebat, sosialisasi, pemberdayaan Forum Anak Surabaya, layanan UPTD PPA, serta kemitraan dengan Organisasi Perangkat Daerah. Upaya tersebut terbukti efektif dengan adanya penurunan angka perkawinan usia anak di wilayah tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pola asuh yang lebih responsif agar anak tidak terjerumus pada praktik perkawinan dini.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa angka perkawinan usia anak di Kecamatan Semampir mencapai puncaknya pada tahun 2022, yang dipicu oleh berbagai faktor seperti adat dan tradisi, kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, serta keinginan pribadi.Untuk menekan angka perkawinan usia anak, Pemerintah Kota Surabaya melalui Kecamatan telah melaksanakan berbagai program, antara lain Konseling Diska, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), sosialisasi, Forum Anak Surabaya, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), serta Kemitraan Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).Upaya ini dinilai efektif, terbukti dari penurunan angka perkawinan usia anak sejak tahun 2022 hingga 2025, meskipun dalam pelaksanaannya masih ditemui kendala.Keberhasilan tersebut didukung oleh berbagai kegiatan kolaboratif yang dijalankan oleh Kecamatan Semampir bersama instansi terkait, menunjukkan komitmen dan optimisme dalam menjalankan program-program pencegahan perkawinan usia anak hingga berhasil menekan praktik perkawinan usia anak di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis memberikan saran bagi Pemerintah Kecamatan Semampir, khususnya para fasilitator tingkat kecamatan dan kelurahan yang mendampingi calon pengantin dalam proses dispensasi kawin serta pelaksanaan sosialisasi. Fasilitator diharapkan dapat memahami dan menguasai materi yang disampaikan kepada masyarakat, sehingga implementasi kebijakan pencegahan perkawinan usia anak dapat terlaksana secara maksimal. Dukungan dan dorongan dari Pemerintah Kota Surabaya juga sangat penting agar setiap instansi yang terlibat dalam program ini dapat bekerja sama dengan optimal dan berkontribusi dalam menekan angka perkawinan usia anak. Selain itu, saran diberikan bagi masyarakat Kecamatan Semampir untuk lebih aktif dan partisipatif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah, terutama terkait pencegahan perkawinan usia anak. Partisipasi masyarakat yang efektif akan meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah dan menghasilkan dampak yang lebih maksimal. Bagi orang tua, penting untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, mendidik anak dengan penuh perhatian, dan menanamkan nilai-nilai yang mencegah normalisasi perilaku atau keputusan yang dapat berujung pada perkawinan usia anak.
| File size | 222.55 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
MUTIARAHATIMOESLEMMUTIARAHATIMOESLEM Di PPSPA, AR juga menghadapi kesulitan dalam beradaptasi, kurangnya disiplin, dan konflik sosial dengan teman sebaya. Intervensi yang diterapkan meliputiDi PPSPA, AR juga menghadapi kesulitan dalam beradaptasi, kurangnya disiplin, dan konflik sosial dengan teman sebaya. Intervensi yang diterapkan meliputi
YMPAIYMPAI Kesimpulannya, semakin baik pola asuh dan semakin tinggi pengetahuan orang tua, maka semakin positif perilaku mereka dalam memberikan pendidikan seks kepadaKesimpulannya, semakin baik pola asuh dan semakin tinggi pengetahuan orang tua, maka semakin positif perilaku mereka dalam memberikan pendidikan seks kepada
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Uji Spearman Rank menghasilkan nilai p-value 0,000 dan koefisien korelasi 0,856 yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif. Artinya, semakin kurangUji Spearman Rank menghasilkan nilai p-value 0,000 dan koefisien korelasi 0,856 yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif. Artinya, semakin kurang
STIBASTIBA Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan kajian literatur yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubunganPengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan kajian literatur yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan
UMSBUMSB Pengumpulan data menggunakan kuisioner melalui wawancara. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji statistik Shapiro-Wilk kemudian menggunakan Uji Mc-NemarPengumpulan data menggunakan kuisioner melalui wawancara. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji statistik Shapiro-Wilk kemudian menggunakan Uji Mc-Nemar
UTUUTU Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan ibu, pola asuh, pola makan, kebersihan pribadi ibu, serta sanitasi lingkunganPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan ibu, pola asuh, pola makan, kebersihan pribadi ibu, serta sanitasi lingkungan
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana anak tunggal menjalani strict parent dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui bentuk-bentuk otoriterPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana anak tunggal menjalani strict parent dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui bentuk-bentuk otoriter
STIALANSTIALAN 000 HPK perlu diprioritaskan untuk percepatan (akselerator) penurunan stunting perdesaan. Hasil evaluasi faktor strategik internal dan eksternal analisis000 HPK perlu diprioritaskan untuk percepatan (akselerator) penurunan stunting perdesaan. Hasil evaluasi faktor strategik internal dan eksternal analisis
Useful /
UNESAUNESA Untuk memudahkan pelayanan tersebut, DPMPTSP Blitar menggagas inovasi Layanan Online Single Submission di Desa secara Online (LOSS DOL). Inovasi tersebutUntuk memudahkan pelayanan tersebut, DPMPTSP Blitar menggagas inovasi Layanan Online Single Submission di Desa secara Online (LOSS DOL). Inovasi tersebut
UNESAUNESA Namun demikian, pengaruh negatif dari teman sebaya tetap menjadi tantangan yang dapat menghambat upaya tersebut, terutama ketika peserta didik berada dalamNamun demikian, pengaruh negatif dari teman sebaya tetap menjadi tantangan yang dapat menghambat upaya tersebut, terutama ketika peserta didik berada dalam
STAIDAFSTAIDAF Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan dan menganalisis buku, artikel, serta referensi terkait sejarah pertumbuhan, pembentukan,Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan dan menganalisis buku, artikel, serta referensi terkait sejarah pertumbuhan, pembentukan,
STAIDAFSTAIDAF Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari metodologi pendidikan Ahmad Dahlan dan pikirannya tentang bagaimana pendidikan harus dilakukan yang akan memilikiPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari metodologi pendidikan Ahmad Dahlan dan pikirannya tentang bagaimana pendidikan harus dilakukan yang akan memiliki