STPDIANMANDALASTPDIANMANDALA

Jurnal MagistraJurnal Magistra

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana imaji orang Besikama terbentuk dan diinterpretasikan melalui tradisi Hamis Batar, sebuah ritual pengorbanan suci. Dengan menggunakan metode etnografi, studi ini menyelami praktik-praktik kultural dan keyakinan spiritual masyarakat Besikama, khususnya dalam konteks interaksi mereka dengan hal-hal yang dianggap sakral. Analisis ini menggunakan pisau bedah teoretis “the look of the sacred yang diperkenalkan oleh Robert A. Orsi, sebuah konsep yang melampaui representasi visual untuk memahami hubungan yang lebih mendalam antara manusia dan yang ilahi, atau “body beyond the image. Temuan awal menunjukkan bahwa Hamis Batar bukan sekadar serangkaian upacara, melainkan ruang di mana batas antara yang terlihat (tubuh ritual, persembahan) dan yang tidak terlihat (kekuatan spiritual, kehadiran leluhur) menjadi kabur. Orang Besikama tidak hanya memandang yang sakral, tetapi mereka juga mengalami dan membentuknya melalui tindakan, emosi, dan sensasi fisik. Dengan demikian, imaji yang terbentuk bukanlah representasi statis, melainkan sebuah realitas yang dinamis dan hidup, yang terus-menerus dibangun dan diartikulasikan melalui praktik Hamis Batar. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana ritual dapat menjadi wahana untuk mengalami dan merundingkan makna sakral, melampaui sekadar simbolisme.

Penelitian ini menegaskan bahwa imaji orang Besikama tidak dapat dipahami hanya sebagai refleksi visual keyakinan, melainkan sebagai medan perjumpaan antara yang tampak dan tak tampak.Tradisi Hamis Batar merupakan proses ontologis yang selalu terbuka, di mana masyarakat membentuk relasi dengan leluhur dan yang ilahi.Dengan menggunakan konsep “the look of the sacred dari Robert A.Orsi, penelitian ini menunjukkan bahwa yang sakral hadir sebagai relasi aktif yang menuntut tubuh, emosi, dan ingatan.

Penelitian lanjutan perlu menggali lebih dalam bagaimana ritual Hamis Batar memengaruhi dinamika sosial dan ekonomi masyarakat Besikama, misalnya dengan meneliti peran ritual dalam memperkuat solidaritas kelompok atau dalam pengelolaan sumber daya alam. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana ritual ini berinteraksi dengan kepercayaan dan praktik keagamaan lain yang ada di masyarakat Besikama, seperti Katolik, untuk memahami proses akulturasi dan sinkretisme yang terjadi. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada upaya pelestarian dan revitalisasi tradisi Hamis Batar di tengah arus modernisasi dan globalisasi, dengan mempertimbangkan peran generasi muda dan potensi pengembangan ritual sebagai daya tarik wisata budaya yang berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas tradisi Hamis Batar dan kontribusinya terhadap kehidupan masyarakat Besikama, serta memberikan rekomendasi yang relevan bagi upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal.

  1. History and Presence. history presence record type monograph published march authors robert orsi doi... chooser.crossref.org/?doi=10.2307/j.ctvz0h9x5History and Presence history presence record type monograph published march authors robert orsi doi chooser crossref doi 10 2307 j ctvz0h9x5
  1. #iman katolik#iman katolik
  2. #deep learning#deep learning
Read online
File size800.31 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-3qX
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test